Air Biasa atau Air Garam?

Sebenarnya kegiatan ini awalnya ingin mengajak asul bermain-main dengan kata-kata. Makanya ada huruf-huruf yang dibekukan menjadi es batu. Namun ternyata saat pelaksanaan, kegiatan berubah jadi kegiatan eksperimen melihat berapa lama es mencair.

Bahan-bahan yang dipakai:

  • es batu (saya sempat memasukan huruf-huruf)
  • 2 buah gelas (satu untuk air biasa dan satu air garam)
  • garam dapur
  • air

Jadi kira-kira es lebih cepat mencair di air es atau air biasa ya? Nanti akan diceritakan lebih lanjut pada tulisan ini ya 🙂

Advertisements

Cooking Project: Spring Roll Ala MikaDo

Bukan pertama kalinya kami membuat masakan jenis. Saya pernah mengajak asul untuk membuatnya saat ia berusia 3 tahun. Kegiatannya dapat dibaca di sini. Saat itu semua bahan sudah dimasak dan asul hanya melipat-lipat kulit sebelum akhirnya digoreng. Kali ini anak-anak memulai dari bagian memotong bahan yang sudah dikukus.

Bahan & langkah lengkap dengan gambar seadanya.
Sebelum mulai cuci tangan dulu ya.
Bahannya dipotong-potong
Memasak & membuat gulungan Spring Roll.
Setelah digoreng, siap disantap (abaikan ekspresi asul).

Mari kita rutinkan kembali acara memasak ini. Selanjutnya masak apa ya?

Hari Ini Aku Merasa… (Bagian 2)

Masih lanjutan dari kegiatan “Hari Ini Aku Merasa…”, buku lain yang saya gunakan untuk kegiatan tersebut adalah buku yang berjudul “Sometimes I feel… SUNNY”. Buku ini saya beli di Big Bad Wolf Book Sale 2 tahun yang lalu.

Buku cerita bergambar karangan Gillian Shields dan Georgie Brikett ini menceritakan tentang macam-macam perasaan yang dapat dialami sehari-hari.

Kalimatnya sangat sederhana dan gambarnya menarik. Kata-kata yang menggambarkan perasaan pada buku ini lebih banyak dan variatif dibandingkan dengan buku sebelumnya.

Yang saya suka dari buku ini adalah terdapat satu halaman yang menggambarkan perasaan anak yang sedang tidak merasakan apa-apa.

Kalau sama bocah laki-laki ini kata-kata yang disampaikan memang tidak bisa yang panjang-panjang. Jadi terkadang saya menggambarkan kembali perasaan yang sudah mereka ceritakan di kertas dan bersama-sama mencari solusi.

Ada kalanya memang sedang tidak ingin menceritakan apa yang dialami dan dirasakan and it’s ok 🙂 Yang penting kegiatan ini menjadi media pembelajaran mereka (dan ibunya) agar lebih memahami perasaan dan karakter masing-masing.

Hari Ini Aku Merasa…

Membaca buku seringkali menjadi momen untuk memancing anak-anak bercerita dan juga menjadi momen menyampaikan suatu pesan. Oleh karena itu, saya lebih banyak membeli buku-buku yang dapat dihubungkan dengan kegiatan dan keseharian anak-anak.

Buku “Happy, sad, silly, mad” karangan John Seven & Jana Christy merupakan buku yang sangat sederhana untuk mengenalkan berbagai macam perasaan. Walaupun sederhana, buku ini masih menarik bagi ketiga anak saya yang usianya berbeda-beda. Kuncinya membaca buku ini dengan intonasi yang menarik atau mengajak anak-anak membaca dan bercerita bersama.

Gambar berwarna dan tulisan sedikit.

Kali ini buku saya gunakan sebagai pembuka untuk memperkenalkan kegiatan yang akan dilakukan.

Buku dan gambar-gambar berbagai macam ekspresi.
Memanfaatkan bahan=bahan yang tersedia di rumah.

Mungkin ada yang heran kenapa gambar dan tulisan yang ada di setiap aktivitas kami mayoritas manual alias tidak memakai tulisan atau gambar yang dicetak. Padahal tulisan dan gambar saya termasuk yang pas-pasan dan tersedia banyak gambar-gambar bagus yang siap dicetak. Pertama, karena sering ide-ide kegiatan muncul begitu saja saat sedang mengamati atau bermain dengan anak. Kedua, susah memiliki waktu untuk membuka laptop (malas mengeluarkan dan membereskan kembali printer lebih tepatnya). Ketiga, tulisan tangan dan gambar manual lebih alami. Hal ini memancing keinginan anak untuk ikut ingin menulis atau menggambar. Karena sejatinya menulis melatih kemampuan kognitif yang berbeda dengan mengetik.

Menggantung gambar dan menceritakan perasaan mereka

Apa yang diharapkan dari kegiatan ini?

Agar setiap hari kami dapat menceritakan kembali kegiatan, peristiwa dan perasaan yang telah kami alami seharian. Anak-anak tidak hanya sadar akan perasaannya sendiri tetapi mereka belajar bahwa orang lain pun bisa memiliki perasaan yang sama atau beda dengan mereka. Apabila terdapat suatu hal yang mengganjal maka diharapkan dapat diselesaikan sebelum tidur.

Pulang sekolah langsung pasang gambar.

Beberapa hari paska kegiatan ini, asul mulai menggantungkan gambar perasaan tanpa saya minta. Ternyata media tersebut mendorong dirinya untuk lebih banyak bercerita tentang apa yang ia rasakan.

Ikuti Polanya

Setelah mengunggah foto dan tulisan tentang aktivitas “Beri Makan Binatangnya” ada yang bertanya tentang apakah aktivitas tersebut cocok untuk usia yang lebih besar. Memang sebenarnya aktivitas yang saya buat itu dibikin untuk abon yang berusia hampir 2 tahun dan akan kurang menantang untuk anak-anak yang usianya lebih besar atau yang sudah cukup fasih (terlatih) motorik halusnya. Atas dasar pertanyaan tersebut maka sayapun mengembangkan jenis permainannya.

Masih menggunakan sedotan dan juga kotak bekas, aktivitas ini dapat dimainkan oleh anak-anak saya yang berusia hampir 2 tahun, hampir 5 tahun dan juga 6 tahun. Jadi rentang usianya lebih luas.

Bahan dan alat yang dipakai.
Buat kotak 8 x 8 (atau sesuai keinginan) pada boks. Masing-masing kotak dilubangi seperti gambar. Panjang sedotan disesuaikan agar muncul sedikit keluar.

Untuk abon saya hanya menyediakan sedotan dan kotak pola. Jadi dia hanya memasukkan sedotan secara acak.

Memasukkan sedotan satu-satu.

Untuk ateng dan juga asul, selain kotak pola dan sedotan, saya juga menyediakan kertas pola yang dapat mereka ikuti.

Keranjang aktivitas berisi kotak pola, kertas pola, sedotan & spidol.
Mengerjakan bersama-sama.

Kali ini saya hanya menyediakan 1 untuk digunakan bersama-sama dengan harapan mereka akan bekerjasama menyelesaikan “tugas” mereka. Benar saja, asul dan ateng saling membantu membuat pola yang mereka lihat di kertas. Selain bekerjasama, pada kesempatan ini mereka juga saling menyelesaikan masalah dan perselisihan karena saling rebutan memasukkan sedotannya.

Yeay, jadi!
Tersedia kertas pola yang belum ada gambarnya.
Menggambar sendiri pola yang diinginkan.
Hasil kerjasama asul (menggambar) dan ateng (mengerjakan).

Yang dapat dipelajari pada aktivitas ini antara lain:

  • berlatih motorik halus,
  • koordinasi jari tangan dan mata,
  • bahasa dan kosakata,
  • berhitung,
  • bekerjasama,
  • menyelesaikan masalah (problem solving).

Apa lagi ya yang dapat dipelajari pada aktivitas ini?

Beri Makan Binatangnya

Beberapa waktu lalu papakun membelikan anak-anak permainan “Lucky Stab Game” untuk asul dan ateng. Permainan tersebut mengharuskan anak memasukan “pedang” tetapi jangan sampai bajak lautnya lompat (lihat gambar).

Tidak disangka, ternyata abon juga suka ikutan main. Tetapi nasib anak bontot suka tidak diajak sama abang-abangnya bermain permainan tersebut.

Bermula dari minatnya terhadap permainan tersebut, maka saya membuatkan aktivitas yang serupa dari sedotan dan kotak bekas. Sebenarnya saya pernah membuat aktivitas ini 4 tahun yang lalu. Aktivitas tersebut dapat dibaca di sini.

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Bahan dan alat yang dipakai.

Kali ini di rumah banyak tersedia kotak bekas, jadi dapat dimanfaatkan.

Taraaaa… Abaikan gambar yang seadanya :p

Tema yang saya pilih adalah binatang. Binatang digambar di kertas berwarna. Yang dipilih 2 warna saja karena kebetulan sedotan yang tersedia hanya warna biru dan kuning. Tidak memilih banyak warna agar abon bisa lebih fokus. Sedotan saya potong kira-kira saja.

Ayo kasih makan binatangnya ya.
Sadar bahwa gambar pada kotak terbalik. Abon langsung membaliknya.
Ketika sadar gambar terbalik.
Menyediakan berbagai gambar binatang lain yang dapat dilepas dan dipasang.
Ada beberapa gambar binatang lain yang dapat dilepas pasang.
Memilih sendiri gambar apa yang diinginkan
Memilih sendiri gambar yang diinginkan.
Tekun mengerjakan.
Tekun mengerjakannya.
Hore, bisa :)
Horeeee selesai!
Dengan adanya warna-warna, maka diharapkan abon lama-lama akan memasukan sedotan sesuai dengan warna.

Yang dapat dipelajari dari aktivitas ini:

  • Bahasa dan kosakata baru
  • Koordinasi tangan dan mata
  • Memantapkan motorik halus
  • Warna
  • Membaca
  • Mencocokkan dan mengelompokan

Kira-kira apa lagi yang dapat dipelajari pada aktivitas ini ya?

Review Buku: Follow Me – Animal Adventure

Buku ini saya beli saat abon berusia 2 minggu di Big Bad Wolf Sale. Masih awet sampai sekarang dan masih menjadi kesukaan anak-anak. Ya, bahkan asul masih suka buku ini 😀

Judul buku: Follow Me – Animal Adventure

Tipe Buku: Board Book

Bahasa: Inggris

Publisher: Silver Dolphin Books

Halaman: 10 halaman Ikuti petualangan seekor pinguin melewati taman, peternakan, dan savannah sambil bertemu dengan berbagai binatang lain dalam Animal Adventure. Dalam setiap tempat terdapat kalimat berima untuk membantu anak mengikuti jejak dengan jari. Buku ini membantu anak mempelajari berbagai kosakata baru dan juga koordinasi mata dengan tangan sebagai dasar untuk menulis. Buku ini terdapat beberapa seri dan setiap serinya tidak kalah menarik.

Aktivitas Menumbuhkan Kembali Semangat & Ketekunan Asul

Tantangan terbesar sejak tahun 2016 adalah gagal konsisten dalam urusan menulis di blog ini. Pekerjaan rumah dan 3 bocah membuat pikiran ini gagal merangkai kata-kata. Sungguh alasan yang sangat cliche. Setiap kali ingin menulis selalu “Ah, nanti saja lah”. Hari demi hari berlalu akhirnya tahun 2017 hanya berhasil mengunggah satu tulisan (entah harus nangis atau tertawa).

Memasuki bulan April di tahun 2018 ini, akhirnya menemukan keinginan untuk membuka akun blog. Kegiatan abon (anak bontot), ateng (anak tengah) dan asul (anak sulung) tidak jauh-jauh dari sekolah, main-main dan sesekali jalan-jalan. Tidak terasa juga sebentar lagi asul akan masuk SD. Fokus kami memang lebih banyak kepada persiapan asul. Bukan dalam hal calistung (baca, tulis, hitung) tetapi pada kesiapan emosinya yang masih sering naik turun dan juga meningkatkan semangatnya dalam hal ketekunan dalam mengerjakan dan menyelesaikan sesuatu.

Aktivitas berikut sebenarnya datang dari dirinya yang sedang gemar dengan karakter Pokemon. Namun lalu berlanjut ke aktivitas lain yang saya perkenalkan namun ternyata ia betah mengerjakannya dalam jangka waktu panjang.

Membuat Kartu Main

– Kegiatan: menggambar karakter kesukaan, menentukan kekuatan karakter dan menulisnya.

– Yang dipelajari antara lain: menulis, membaca, berhitung, bahasa, motorik halus.

Menulis Kata dengan Awalan Tertentu

– Kegiatan: menentukan dan memilih huruf yang diinginkan, menyebutkan kata yang berawalan huruf tersebut dan menuliskannya.

– Yang dipelajari antara lain: menulis, membaca, bahasa, motorik halus

Ya, ini adalah tulisan yang seadanya (nyengir). Harap maklum. Semoga bisa menjadi pemicu bagi tulisan-tulisan lain (sekali lagi turunkan ekspektasi).

Postingan Perdana di Tahun 2017.

Halo semua, membutuhkan waktu hampir satu tahun untuk mengembalikan keinginan dan mood mengisi di blog ini. Sungguh semalam membuka dan membaca tulisan-tulisan saya sebelumnya membawa kesedihan mendalam. Dimanakah semangat dan kecintaan saya terhadap dunia anak-anak? Apa kabar anak-anak selama setahun ini? Konsistensi menjalankan keseharian ternyata dilanda kemalasan berkelanjutan. Waktu yang akhirnya dijadikan alasan. 
Bersyukur diberikan kesempatan bertemu dengan orang-orang yang secara tidak langsung membangkitkan kembali semangat dan passion yang selama ini ada di dalam diri. Semangat yang juga senantiasa diberikan oleh suami dan anak-anak membuat saya hari ini melawan rasa malas. Mari kembali konsisten. Demi anak-anak. Terlebih untuk diri sendiri. 

Hari ini rencananya ingin bermain dengan abang M saat adik-adiknya tidur. 


Namun ternyata ia terlalu bersemangat sehingga adik-adiknya diajak ikutan main.


Permainan sederhana dengan persiapan minim tetapi memiliki makna dan kesempatan belajar yang banyak sekali. Yang paling memuaskan dari hari ini adalah akhirnya dapat kesempatan berbicara hati ke hati dengan abang M saat adik-adiknya sudah sedang bermain sendiri dan ia masih tekun dengan permainan yang saya buat 🙂

Menu Keluarga: Sup Krim Labu Parang 

Ada kalanya anak-anak (terutama Deo) tidak mau makan nasi. Saat-saat begitu saya sukanya menggantikan karbo menjadi kentang, roti atau jagung. Biasanya mereka akan menjadi lebih lahap makan. Kali ini saya berbagi menu makanan kuah sederhana yang dapat disantap sekeluarga.

Menu Keluarga (Dewasa, Balita usia 3,5 tahun & 5 tahun): Sup Krim Labu Parang

Menu MP-ASI bayi 6 bulan: Labu Parang

Bahan:

  • Dada ayam potong kotak (tulangnya untuk bikin kaldu) atau daging giling
  • Labu parang (potong kotak)
  • Stengah bawang bombay (bisa potong halus atau utuh)
  • Bawang putih (geprek)
  • Daun bawang 
  • Kaldu ayam 
  • Garam
  • Merica
  • Tepung maizena (optional)

Cara:

  1. Masukan kaldu ayam, bawang bombay, bawang putih (bawang-bawang dapat ditumis terlebih dahulu dengan mentega) dan labu ke dalam panci. Panaskan hingga labu lunak.
  2. Saat labu lunak ambil sebagian labu untuk MP-ASI bayi. Haluskan. 
  3. Sup dan labu untuk keluarga saya haluskan menggunakan blender. 
  4. Masukan kembali labu yang sudah dihaluskan ke panci. Masukan daging ayam.
  5. Saat daging mulai matang masukkan kacang polong atau buncis atau bahan lain sesuai selera.
  6. Masukan daun bawang.
  7. Larutkan tepung maizena pada air sebelum dimasukan ke dalam sup labu untuk mengentalkan sedikit sup.
  8. Matikan api dan tambahkan garam & merica sesuai selera.

Sup Krim Labu siap dihidangkan dengan roti panggang/kentang/jagung kukus. Bisa ditambahkan parutan keju
Labu Parang untuk MP-ASI dengan tekstur tidak encer
Nyam… Nyam…

Note: menu 4 bintang

1. Karbohidrat: kentang/jagung/roti

2. Protein Hewani: daging ayam

3.Protein Nabati: kacang polong

4. Sayur: labu