Monthly Archives: October 2013

Bingung Milih Carseat?

Apa yang pertama kali diincar untuk dibeli (atau berharap diberi) pada saat kehamilan sudah memasuki trimester terakhir? Biasa yang diincar emak-emak itu perlengkapan bayi seperti tas bayi, baju, stroller, gendongan bayi atau bahkan boks bayi. Banyak juga yang menunggu barang-barang lungsuran atau kado setelah melahirkan nanti. Saya sendiri salah satu perlengkapan bayi yang dimasukkan daftar wajib adalah carseat. Ya, karena kami memiliki mobil sehingga carseat menjadi incaran. Seringkali barang yang terbilang cukup mahal itu terlupakan, padahal amat penting bagi yang memiliki mobil pribadi.

Pada saat hamil anak pertama, saya bersama suami rajin membuka-buka web untuk melihat carseat jenis apa yang cocok, terjangkau harganya dan dapat dipakai lama. Bingung ya, karena banyak sekali merk dan jenis carseat dengan harga yang beragam. Jenis carseat yang sempat menjadi incaran kami adalah sebagai berikut:

1. Combi Cororo

Carseat jenis ini memiliki beberapa warna, Untuk range usia 0 – 4 tahun (sampai 18kg). Dapat digunakan pada 3 posisi (rear-facing dan forward-facing). Pada saat itu carseat ini dijual sekitar 2 juta rupiah.

Klik Gambar Untuk Sumber Foto

Sumber Foto : sini

2. Britax

Nah kalau Britax ini review nya rata-rata positif. Memang sudah terkenal di negara asalnya, Amerika. Spesifikasi dan harganya ya tidak jauh-jauh dari merk Combi. Mungkin sedikit lebih di atas.

Sumber Gambar:

Sumber Foto: sini

Merk Britax ini ternyata yang dipakai oleh Prince William pada saat membawa anaknya keluar dari rumah sakit.

Royal Baby in Britax (Sumber foto: sini)

Royal Baby in Britax (Sumber foto: sini)

3. Graco

Dengan fungsi dan spesifikasi yang hampir sama juga dengan merk-merk sebelumnya. Harga Graco ini menurut hasil survey saya memang lebih mahal.

Sumber foto: sini

Sumber foto: sini

Pada saat itu saya dan suami hanya melakukan survey lewat media internet. Akhirnya kami meminta bantuan kakak saya yang berada di Jakarta untuk hunting carseat dengan harapan harganya lebih murah. Ternyata memang benar. Yang saya dapatkan dari hasil survey itu adalah merk-merk carseat yang memang harganya high-end. Ada merk-merk lain dengan spesifikasi yang mirip dan kualitas yang sama bagusnya dengan harga yang lebih terjangkau antara lain sepert Pliko, Baby Does dan juga Coco Latte. Pilihan kami (pilihan kakak saya lebih tepatnya) jatuh kepada Coco Latte Omniguard.

Sumber foto: sini

Ini model barunya (Sumber foto: sini)

Kenapa memilih tipe dan merk ini? Kalau kaka saya katanya karena warnanya bagus dan bahannya nyaman 😀 Sebenarnya tipe ini mirip sama carseat Combi Cororo di atas. Carseat jenis ini untuk range usia 0 – 4 tahun (sampai 18kg). Dapat digunakan pada 3 posisi (rear-facing dan forward-facing). Modelnya juga mirip-mirip kan? Namun carseat ini pada tahun 2011 kemarin dibeli kalau tidak salah antara 800-900 ribuan. Kalau harga sekarang mungkin sekitar 1 juta ya.

Dulu sewaktu memilih dan membeli carseat lebih berpatokan kepada harga dan lama penggunaan. Padahal banyak aspek lain yang harus diperhatikan dalam pemilihan carseat untuk anak. Antara lain seperti:

1. Usia, berat anak serta postur tubuh

2. Apakah anak lahir prematur atau cukup bulan

3. Jenis mobil yang dipakai

Jenis carseat juga sebenarnya berbagai macam. Setelah mempelajari lebih dalam berikut saya simpulkan jenis-jenis carseat yang ada berdasarkan usia dan berat badan yang saya dapatkan dari sini.

Rearward-facing Baby Seats

image

Carseat jenis ini menghadap ke belakang. Untuk bayi baru lahir sampai berat 13 kg ( sampai usia sekitar 12-15 bulan). Carseat jenis ini dapat digunakan di kursi depan maupun tengah. Jangan pernah menaruh carseat anak di kursi depan bila terdapat airbag.

Forward-facing child seat

image

Jenis carseat ini untuk anak dengan berat 9 – 18 kg (usia 9 bulan sampai 4 tahun). Bisa diletakkan di kursi depan maupun belakang.

Booster seats and booster cushions

image

Booster Seat


image

Booster Cushion


Carseat jenis ini dapat digunakan untuk anak usia 4 tahun ke atas (mulai 15 kg) dan biasanya sampai usia 11 tahun (36 kg). Carseat jenis ini tidak dilengkapi sabuk pengaman tetapi menggunakan sabuk pengaman yang ada di mobil. Yang perlu diperhatikan pada saat memakai carseat jenis ini adalah pemakaian sabuk pengamannya. Bisa dibaca lebih lanjut di sini. Kenapa carseat jenis ini tidak disarankan untuk anak dibawah usia 4 tahun (di bawah 15kg)? Karena tidak adanya sabuk pengaman khusus. Ditakutkan anak belum dapat menahan impact dari sabuk pengaman dewasa. Bukannya aman malah mencederai anak.

Nah, sudah tau kan sekarang mengenai jenis-jenis carseat? Jadi untuk yang punya mobil dan akan membawa anak jangan lupa dudukan anak di carseat ya. Carseat mahal dan takut tidak terpakai? Kalau kata teman saya “Beli mobil mampu masa beli carseat aja engga. Nyawa anak kok main-main?”. Di luar negeri keluar dari RS bayi sudah harus di carseat. Rata-rata peraturannya anak harus menggunakan carseat atau booster seat sampai usia 12 tahun atau sampai mencapai tinggi minimal 135cm. Lengkapnya bisa dilihat di sini.

Sayangnya di Indonesia sendiri belum ada peraturan ketat mengenai kursi pengaman untuk bayi dan anak. Padahal nyawa taruhannya ya. Meskipun kita merasa aman dan mengendarai mobil secara hati-hati tetapi kita kan tidak bisa memastikan orang lain yang ada di jalan sama seperti kita kan? Saya sudah pernah merasakan dihantam truk kontainer dan selamat berkat sabuk pengaman (itupun masih berasa sakit pundak). Terbayang tidak kalau anak kita di mobil tanpa pengaman?

image

Mikha usia 1 bulan dengan carseat coco latte


image

Deo 1 bulan dengan carseat Baby Elle

image

Punya Deo bisa diangkat seperti baby carrier

image

Deo 4 bulan

image

Mikha walau bosan tetap di carseat

*Saya tidak menerima kompensasi apapun dalam penulisan review ini. Semua tulisan merupakan pengalaman dan pendapat pribadi.

Sumber foto dan jenis carseat diperoleh dari : http://www.childcarseats.org.uk/types/

Tagged , , ,

Notebook Slim Tapi Elegan Bikin Mobile Makin Praktis

Saya, suami dan kedua anak kami berdomisili di sebuah kota kecil di Kalimantan Timur yang disebut sebagai Sangatta. Kota kecamatan ini berjarak kurang lebih 6-7 jam perjalanan darat (9 jam bila membawa anak-anak). Sudah hampir 3 tahun kami hidup mandiri jauh dari kerabat dan keluarga. Di sela-sela kegiatan saya bersama anak-anak, pekerjaan rumah dan kegiatan komunitas, saya menghabiskan waktu dengan menulis blog. Kegiatan yang satu ini dapat dikatakan sebagai ‘me time’ atau waktu refreshing. Sebagai seorang blogger, perantau dan juga aktif di komunitas yang mencakup seluruh daerah di Kalimantan Timur, teknologi menjadi suatu hal yang tidak dapat ditinggalkan. Gadget menjadi hal yang sangat penting untuk sarana berlatih menulis (blogging), sebagai media komunikasi dengan keluarga dan juga demi menjalankan tugas sekretaris di organisasi.

Selama ini gadget yang saya pakai untuk ketiga hal tersebut adalah smartphone dan juga notebook. Untuk hal-hal yang menyangkut komunikasi dan media sosial saya masih nyaman menggunakan smartphone. Untuk bloging dan kegiatan kesekretariatan saya lebih memilih menggunakan notebook. Dulu saya memiliki notebook sendiri namun setelah hardware rusak saya harus meminjam notebook suami. Alhasil, saya harus bergantian dengan suami bila ingin menggunakannya. Belum lagi ukuran notebook yang besar dan berat sehingga saya tidak dapat mobile di rumah (mobile menghindari notebook direbut anak). Saya pun malas membawa-bawa sendiri notebook tersebut pada saat acara komunitas di luar kota (kecuali dibawakan suami). Memang ada smartphone yang bisa dibawa-bawa tapi terasa kurang pas (dan kurang besar layarnya) untuk mengetik dokumen dan juga blogging.

Sebenarnya saya tidak terlalu detail memahami spesifikasi gadget yang saya pakai. Namun biasanya yang pertimbangkan dalam memilih gadget adalah:

1. Model.
Sebagai wanita, biasanya model gadget yang saya pilih harus terlihat elegan dan fashionable.

2. Ukuran.
Ukuran tentunya tidak terlalu besar agar dapat dibawa-bawa tanpa harus menyusahkan diri (mengingat kalau kemana-mana membawa anak yang bawaannya pasti banyak juga).

3. Harga.
Sebagai ibu rumah tangga dengan 2 anak, pastinya akan memilih gadget yang harganya ramah di kantong (kalau bisa diskon atau gratis malah lebih bagus lagi :p)

Nah kalau dilihat-lihat, notebook Acer Aspire E1-432 memenuhi 3 kriteria di atas ya.

1. Model Acer Aspire E1-432 ringkas dan fashionable. Notebook ini memiliki dua pilihan warna elegan.

Model fashionable dan warna elegan (klik gambar untuk sumber)

Model fashionable dan warna elegan (klik gambar untuk sumber)

2. Dengan monitor LED berukuran 14″, notebook Acer Aspire E1-432 30% lebih slim (tipis) dan ukurannya ringan sehingga pengguna dapat lebih mudah dan mobile.

30% lebih slim

30% lebih slim (klik gambar untuk sumber)

3. Dengan segala fitur yang ditawarkan tersebut, harga notebook Acer Aspire E1-432 sangat bersahabat hanya Rp.4.749.000,- saja. Acer Aspire E1-432 sudah tersedia di pasaran Indonesia. Sangat cocok bagi kantong seorang ibu rumah tangga.

Harga bersahabat (klik gambar untuk sumber)

Harga bersahabat (klik gambar untuk sumber)

Biasanya dengan kriteria yang disebutkan di atas, umumnya produsen laptop harus mengorbankan beberapa fitur penting yang masih diperlukan oleh sebagian pengguna. Namun tidak berlaku pada Acer Aspire E1-432. Notebook ini menggunakan monitor LED berukuran 14” dengan resolusi 1366×768 px yang memadai untuk kebutuhan office basic, browsing, multimedia, bahkan untuk bermain game sekalipun. Acer juga masih menyediakan sebuah DVD-RW biar tidak repot-repot untuk selalu membawa DVD-RW eksternal. Jadi bisa tambah mobile pastinya ya. Selain bisa Tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya, Acer Aspire E1-432 bikin mobile & online makin praktis.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”

Tagged , , ,

Tentang Deo #2

Sebagian besar tulisan di MikadoProject masih di dominasi dengan kegiatan Mikha. Ini karena Deo masih lebih banyak tidurnya. Ya, di usianya yang sudah 4 bulan ini Deo masih banyak tidurnya (dulu Mikha juga begitu). Di waktu-waktu bangun, Deo senang sekali diajak bercerita dan bernyanyi. Ia juga suka sekali mengamati abang Mikha berlarian.

image

image

image

Di usianya yang sudah 4 bulan lebih, Deo juga mulai ketawa terkekeh-kekeh (apa ya bahasanya?). Dan yang bisa membuatnya ketawa saat ini hanya…

Papa!

image

Ini papa pura-pura tidur saja 😀

Sehari-hari Deo pun diberikan berbagai pengalaman sensory untuk perkembangannya.

image

Cepat besar ya nak biar bisa main dengan abang Mikha 🙂

Tagged ,

Tepung Panir Bertekstur Kasar

Sudah beberapa hari tidak update tulisan mengenai sensory play. Hari ini kami melakukan kegiatan sensory yang berhubungan dengan indra peraba (touch). Bila di kegiatan-kegiatan sebelumnya saya memperkenalkan panas dan dingin. Kali ini saya ingin memoerkenalkan tekstur kasar dan halus. Pada kegiatan ini saya kenalkan yang kasar dahulu.

Bahan:
image

– Tepung panir kasar
– Wadah untuk alas

Kegiatan:
Taburkan tepung panir pada wadah dan biarkan anak merasakan tekstur kasar dari tepung. Awalnya Mikha sempat geli dengan tekstur tepungnya, namun lama-lama ia pun terbiasa dan mulai menggambar dengan menggunakan jari-jarinya.

image

Gambar apa nak?

Saya juga sempat mengajak Mikha untuk menebak apa yang saya gambar.

image

"Meong" kata Mikha

Yang dipelajari:
– stimulasi panca indera
– kreativitas
– kosakata/bercerita

Tips:
Gunakan wadah berwarna agar anak dapat melihat jelas ketika ia menggambar diatasnya. Dapat pula dilakukan di atas kertas warna-warni. Kegiatan dilakukan diatas wadah agar lebih mudah dibersihkan. Dapat juga menggunakan media lain seperti pasir atau garam dapur.

Kegiatan lanjutan:
Memperkenalkan tekstur halus dengan kegiatan yang sama namun tepung panir digantikan dengan bahan yang bertekstur halus.

Tagged , , ,

Pangeran Kecil Yang Membanggakan

#DearSon,

Belum genap engkau 1 tahun adikmu hadir dalam perut mama. Galau, iya. Bukan karena tidak siap untuk kehadiran adikmu tapi lebih karena mama (dan papa) menghawatirkan perkembangan mu. Saat itu kamu berusia 10 bulan tepatnya dan kamu masih full ASI. Yang mama khawatirkan saat itu adalah melepaskan momen menyusui kamu nak. Ditambah kekhawatiran akan rasa cemburu abang terhadap adik nanti.

Kegalauan muncul terutama pada saat pemeriksaan pertama ke dokter kandungan dan dokter mengatakan abang harus disapih karena kalau tidak akan berpengaruh kepada perkembangan calon adik nanti. Namun mama tidak menyerah begitu saja. Mama mencari informasi sebanyak-banyaknya, dari internet, buku dan teman-teman komunitas ASI tentang menyusui pada saat hamil. Informasi dan pengalaman dari ibu-ibu lainnya yang mengalami hal yang sama menguatkan mama untuk terus menyusui kamu nak. Dukungan yang paling utama adalah dari papa yang selalu menguatkan mama untuk lanjut menyusui kamu.

Setiap hari kami selalu bersyukur atas anugerah yang telah Tuhan berikan kepada mama dan papa, yaitu kamu dan calon adikmu. Dari saat mama hamil, mama selalu memberi tahu abang bahwa akan punya adik. Pelan-pelan mama belajar untuk melepaskanmu. Bukan untuk berpisah, namun untuk membuat abang lebih mandiri dan lebih banyak waktu dengan papa. Hal ini mama lakukan agar abang tidak merasa kehilangan atau tidak disayang pada saat adik lahir. Mama selalu melibatkan abang pada saat memilihkan barang-barang untuk calon adik. Meskipun mungkin abang belum mengerti, setiap hari mama mengajak abang untuk berkomunikasi dengan calon adik di perut mama.

image

Mendengarkan adik di perut mama.

Yang paling berat adalah pada saat kami berlibur ke Jakarta. Banyak sekali mulut-mulut tajam yang mempertanyakan soal abang yang masih nyusu. Mama harus memasang telinga yang tebal dan membentengi hati. Tetapi atas kehendak Tuhan, semua itu dapat kami lewati dengan lancar nak. Mama bertemu dengan dokter kandungan (yang melahirkan abang) yang ternyata sangat pro dengan ASI. Beliau membesarkan hati dan menguatkan mama bahwa abang boleh lanjut menyusu bahkan sampai 2 tahun nanti.

image

Sama papa sewaktu liburan

image

Naik kereta bersama mama.

Kami merayakan ulang tahun abang yang pertama di Jakarta. Waktu itu mama papa tidak memberikan hadiah barang. Mama papa mengajakmu berliburan ber-3 (ber-4 sama yang di perut) ke Taman Safari dan Taman Bunga. Betapa senangnya abang melihat binatang-binatang dan juga naik kereta. Momen yang spesial bagi mama, papa dan juga abang.

Perjalanan kehamilan adik sambil menjaga abang tanpa bantuan asisten dan juga jauh dari keluarga terbilang cukup mulus. Hampir tidak pernah mendengar abang merengek. Perkembangan calon adik di perut juga baik-baik. Singkatnya abang dan adikmu tidak menyusahkan mama. Setiap orang yang mama temui selalu bilang “wah, jaraknya deket nanti bisa cemburu”, “biasanya mau nempel terus” dan lain sebagainya. Kamu mematahkan semua itu nak. Bahkan sebelum adik lahir abang terlihat sedang menggendong boneka koala dan memberinya minum.

image

Sayang koala, sayang adik.

19 Juni 2013. Seminggu sebelum melahirkan adikmu papa, mama berkonsultasi dengan dokter untuk menetapkan tanggal lahiran dan kami memilih tanggal 20. Ya, adik dilahirkan secara caesar karena belum genap 2 tahun operasi caesar abang. Jantung rasanya berdebar-debar. Bukan karena akan menjalankan operasi tetapi karena akan meninggalkan abang untuk pertama kalinya dalam hidupmu nak. Pertama kalinya juga abang tidur tanpa nyusu.

image

Abang bermain di rumah sakit sebelum mama melahirkan

Saat itu mama papa berangkat duluan ke rumah sakit. Malamnya abang berkunjung ke rumah sakit dan abang seperti ngambek. Abang tidak mau digendong sama mama. Tetapi mama tetap ikhlas dan menerima kalau abang marah dan memilih untuk tidak terlalu memikirkannya karena takut abang rewel di rumah. Keesokan harinya adik lahir jam 8:35 pagi dan abang baru datang berkunjung kembali malamnya. Abang cuek dan hanya berlari-larian di sekitar kamar.

Hari-hari pertama adik pulang ke rumah abang sempat rewel pada saat malam hari. Mungkin abang kangen ingin dikelonin mama sebelum tidur tetapi saat itu mama masih menyusui adik. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama. Bahkan saat kami kembali ke rumah kami di Sangatta (saat adik berusia 2 minggu) abang sama sekali tidak merasa cemburu mama mengurus adik. Abang malah banyak membantu mama merawat adik.

image

Foto pertama abang bersama adik Deo

Sekarang di usia abang yang hampir 2 tahun, abang cukup mandiri dan dapat menjadi kakak yang baik. Abang sudah tidak mau nyusu. Ketika mama menawarkan abang hanya tertawa, geleng-geleng kepala dan bilang “adek”. Betapa bangganya kami pada dirimu nak Hari-hari rewel jelas ada. Tetapi mama sangat bersyukur bahwa abang selalu dapat diandalkan di saat-saat yang mama tidak duga sama sekali. Semoga abang selalu menjadi pangeran kecil mama sampai kapanpun ya.

Mama sayang abang Mikha!

image

image

image

image

Tulisan #DearSon merupakan persembahan Kelompok Emak2 Blogger kepada anak laki-lakinya. Termasuk saya yang dengan senang hati mendapatkan tongkat estafet setelah Emak Novi Termasuk suatu kehormatan mendapatkan kesempatan untuk menulis #DearSon ini.

Tagged ,

Notebook Slim, Canggih dan Ramah Kantong Bikin Makin Produktif

Dari jaman sekolah sampai beranak dua, salah satu hobi saya adalah menulis. Dulu waktu masih single, masih mudah mencari waktu dan konsisten dalam memperbaharui tulisan di blog. Seiring bertambahnya usia, tanggung jawab dan anak, menulis menjadi suatu momen yang sulit bagi saya.

Salah satu faktor kesulitan saya dalam menulis blog adalah alat yang dipakai. Jaman sekolah bisa pakai komputer atau laptop sesuka hati di rumah karena tidak ada tangan-tangan kecil yang tiba-tiba muncul. Sekarang menulis harus menunggu anak-anak tidur. Itupun dengan catatan suami tidak menggunakannya dan pekerjaan rumah telah selesai. Memang sih ada hp, tapi lebih nyaman menggunakan laptop karena bisa sambil mengerjakan pekerjaan lain seperti membuat proposal atau laporan kegiatan (dan main-main ke website KEB). Kebetulan saya menjabat sebagai sekretaris salah satu komunitas ASI di Kalimantan Timur.

Pernah ada keperluan mendadak yang mengharuskan saya mengirimkan file dari laptop. Mau tidak mau saya harus mengeluarkan laptop di saat anak-anak belum tidur. Saat saya mengeluaran laptop yang cukup besar dan berat, anak pertama saya spontan langsung ikutan ingin melihat (sambil ikutan main keyboard laptop) apa yang saya lakukan. Akhirnya batal mengirim file karena baterai sudah hampir habis dan adiknya terbangun karena kakaknya berisik.

Jadi suka berandai-andai memiliki notebook yang slim dengan fitur yang lengkap dan lebih bersahabat untuk dibawa-bawa seperti Acer Aspire E1-432. Tidak hanya bersahabat untuk dibawa-bawa pada saat acara komunitas di luar kota tapi juga pada saat di rumah. Di saat keperluan mendadak dan harus mengerjakan sesuatu di saat anak-anak masih terjaga. Acer Aspire E1-432 30% lebih tipis dan dilengkapi dengan prossesor Intel 4th Gen terbaru, atau lebih dikenal dengan kode nama Haswell. Ditambah lagi dengan penggunaan prosesor Intel Celeron 2955U yang sangat memuaskan dari segi efisiensi daya yang ditawarkan (TDP 15Watt).

Acer Aspire E1-432 dilengkapi baterai dengan kapasitas 2500 mAh ini dapat bertahan hingga 6 jam (359 menit) untuk memutar konten multimedia (film HD), dan berkisar 3-4 jam saat menjalankan game. Namun yang paling penting bagi seorang ibu rumah tangga yang tidak berpenghasilan tetap dan aktif berkegiatan dalam komunitas adalah aspek harga. Jaman sekarang mau notebook yang canggih dan fitur lengkap pasti mahal. Tetapi ternyata notebook Acer Aspire E1-432 ini dapat diperoleh dengan harga Rp.4.749.000,-.

Dengan notebook yang tipis pasti membuat saya makin produktif dalam menulis dan juga mengerjakan tugas saya sebagai sekretaris, baik di rumah maupun pada saat keluar kota. Tipis itu gak harus mahal karena ada Acer Aspire E1 Series.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.

Tagged , , ,

Bermain Mobil-Mobilan

Hari ini Mikha memilih untuk bermain dengan mobil-mobilannya. Ia pun sudah mulai bermain pura-pura. Saya hanya mengikuti permainannya saja dengan memegang salah satu mobil-mobilannya sambil sesekali bertanya apa yang dilakukannya. Mikha pun terlihat seru sendiri dengan mainannya sampai-sampai ia tidak sadar kalau saya ijin meninggalkannya sebentar untuk masak 🙂

image

image

Terlihat seperti isi bensin ya

Yang dipelajari:
pretend play
– kosakata/bercerita
– kreatifitas
– konsep dasar matematika (berhitung, warna, ukuran)

Tagged , ,

Sensory Play: Jeruk Manis

Hari ini Mikha membuka kulkas dan menemukan jeruk yang kami beli hari Minggu yang lalu. Karena rasa penasaran Mikha yang sangat besar akhirnya kami bereksplorasi dengan jeruk tersebut.

Bahan:
– jeruk

Kegiatan:
Awalnya kami mengamati, menyusun dan berhitung dengan jeruk-jeruk tersebut, lalu Mikha minta dikupaskan jeruknya. Jadilah tasting sensory play

image

Mikha penasaran mau dimakan tanpa dikupas (untung sudah dicuci bersih)

image

Coba mengupas terus langsung dimakan

image

Dihisap saja airnya, sisanya dibuang

Ada juga jeruk manis di Sangatta ya nak 🙂

Yang dipelajari:
– stimulasi panca indera
– kosakata
– berhitung

Tips:
Jangan lupa cuci bersih buah dan pastikan jeruk tidak berbiji agar aman bagi anak 🙂

Tagged , , , ,

Bereksperimen Dengan No-Cook Lotion Dough

Beberapa hari yang lalu saya browsing cara lain membuat playdough dan saya menemukan resep no-cook lotion dough. Bahan-bahan yang digunakan adalah baby lotion, baking soda, air dan pewarna. Wah, pas sekali di rumah ada lotion bayi yang hampir expired namun masih banyak dan baking powder yang tidak pernah dipakai (entah kenapa saya membelinya waktu itu). Jadi saya mencoba membuat no cook lotion dough tersebut.

Bahan:

image

baby lotion
baking soda (saya ganti dengan baking powder)
– air
– pewarna (di resep orisinil nya dapat juga menggunakan sereal yang telah dihancurkan)

Langkah:

image

Tuang baking powder/soda secukupnya

image

Tuang air sedikit-sedikit sampai membentuk adonan yang sedikit berbulir

image

Campur lotion sampai tekstur yang diinginkan. Hati-hati ketika menuangkan lotion karena kalau terlalu banyak maka harus kembali ke langkah awal

image

No-cook lotion dough

No-cook lotion dough ini memang lebih lengket dan mudah hancur. Namun teksturnya yang lembut dapat membuat anak merasakan sensasi yang berbeda dengan playdough biasa.

Tidak sempat saya berikan kepada Mikha, playdough ini keburu mengeras (lupa dimasukkan kulkas). Akhirnya kami pun melakukan kegiatan sains dengan lotion dough yang telah mengeras ini.

Kegiatan:
Pasti tahu kan kalau baking powder/soda dicampurkan air maka akan berbusa dan meluap. Kami menggunakan air cuka sehingga efeknya semakin jelas.

image

Mikha memasukkan lotion dough yang telah mengeras ke dalam cup plastik

image

Tuang cuka

image

Mulai bereaksi

image

Lotion dough nya ditambah terus

image

Wow! Sampai hampir meluap.

Mikha mungkin masih belum mengerti penjelasan mengenai reaksi yang terjadi antara baking powder dan cuka, namun ia sangat senang mengamati proses perubahannya.

Yang dipelajari:
– stimulasi panca indera
– sains
– kosakata

***

Hmm… Eksperimen sains apalagi yang dapat dilakukan selanjutnya ya?

Tagged , ,

Bayangan Siapa di Cermin?

Pagi ini hujan deras maka kami pun hanya bermain di rumah (akibat sabtu bangun siang). Kami bermain dengan cermin. Ya, anak-anak selalu senang melihat bayangan dirinya di cermin dan cermin ternyata bisa menjadi media sensory play juga 🙂

Alat:
– cermin

Kegiatan:
Kegiatan mudah dan sederhana. Ajak anak untuk mengamati pantulan bayangan dirinya di cermin. Seru melihat ekspresi anak-anak ketika melihat dirinya sendiri.

image

Mikha malah salah tingkah sendiri :p

image

Deo ikutan juga dong

Yang dipelajari:
– stimulasi panca indera
– kreativitas
– bercerita

Kegiatan lanjutan:
Kegiatan dapat dilakukan di tempat-tempat berbeda agar anak melihat dalam perspektif yang berbeda.

Tagged , ,