Monthly Archives: September 2013

Di Saat Kotak Plastik Menjadi Media Pembelajaran

Pada dasarnya anak dapat memanfaatkan apa saja untuk bermain. Termasuk kotak-kotak plastik yang hari ini dimainkan oleh Mikha. Ia memang gemar sekali dengan hal-hal seputar bongkar-pasang dan buka-tutup. Jadilah sewaktu saya mengeluarkan kotak-kotak plastik, ia pun langsung sibuk bereksplorasi.

image

Sibuk banget nak!

Banyak kegiatan yang dapat dilakukan dengan kotak-kotak plastik (bisa kotak bahan lain juga) antara lain:

1. Memasangkan tutup yang sesuai dengan kotak.
2. Menyusun kotak berdasarkan ukuran, warna atau jumlah.
3. Memasukkan 1 kotak ke kotak lainnya.

Dari 3 hal di atas, selain melatih motorik, anak dapat belajar menyelesaikan masalah dan juga matematika (ukuran, warna, hitung, konsep ruang). Tambahkan mobil-mobilan atau mainan lainnya maka kotak-kotak dapat dijadikan media melatih imajinasi anak. Dengan tambahan koran atau kertas bekas maka dapat juga melakukan kegiatan membungkus kotak. Banyak kan kegiatan yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan kotak-kotak plastik. Jangan lupa diingatkan kotak apa yang bisa dimainkan ya. Nanti kotak isi makanan dimainkan kan repot juga πŸ˜€

image

Kotak plastik berbagai ukuran. Bisa kotak plastik bekas makanan juga (jangan lupa dicuci bersih).

Kira-kira bisa dimainkan seperti apa lagi ya?

Advertisements
Tagged , , ,

Gambar Yuk!

image

Gambar apa ya Mikha?

Saya termasuk yang jarang mengajak Mikha duduk dan menggunakan alat tulis untuk menggambar. Pertama karena Mikha masih belum tertarik dengan alat tulis, kedua karena belum ada alat tulis yang aman, nyaman dan sesuai dengan perkembangan motorik halusnya. Saya sempat membelikan crayon besar namun tidak terlalu nyata saat digunakan (harus ditekan agar warnanya jelas). Saat berlibur di Balikpapan saya sempat hunting alat tulis, namun tidak terlalu banyak pilihan (banyak maunya ya :p) jadi akhirnya hanya membeli pensil warna yang bentuknya segitiga. Sebenarnya alat tulis yang sesuai untuk seusia Mikha adalah yang ukurannya besar dan mudah digenggam (seperti ukuran spidol papan tulis).

image

Menggambar dengan tangan kiri πŸ˜€

Mikha terlihat girang sekali ketika saya mengeluarkan pensil warna barunya itu. Ia pun mulai corat-coret di kertasnya. Tidak bertahan lama, setelah itu pensil warna ditinggalkan & lanjut main manjat-memanjat πŸ˜€

image

Apapun barangnya, tetap dihitung.

Kegiatan corat-coret dengan alat tulis tentunya sebagai stimulasi motorik halus (dan menulis). Selain itu juga melatih kreatifitas dan imajinasi juga bahasa dengan menceritakan apa yang ia gambar. Biarkan anak menggambar apa yang ia inginkan dan bereksplorasi dengan warna. Kita juga dapat berkolaborasi dengan anak ketika menggambar. Santai saja bila gambar tidak berhubungan, yang penting enjoy kan πŸ™‚

image

Katanya Mikha gambar "oma" dan "bus"

Tagged , , ,

Melatih Kemandirian Anak

Kalau sebelumnya saya menulis mengenai belajar tanggung jawab maka kali ini saya akan coba untuk berbagi mengenai kemandirian anak. Menurut saya, melatih kemandirian anak bukan berarti anak harus bisa melakukan semua sendiri pada saat ini juga. Melatih kemandirian anak merupakan proses pembelajaran sesuai tahap usia dan porsinya sehingga kelak ia akan dapat melakukan hal yang sudah menjadi tanggung jawabnya sendiri.

Untuk melatih kemandirian Mikha, awalnya saya mulai dengan lebih banyak bercerita tentang apa yang dapat ia lakukan sendiri melalui buku-buku cerita atau saat bermain. Lalu saya mulai memberinya kesempatan untuk melakukan hal-hal seperti makan, minum, lap mulut, pakai sepatu, buang sampah sendiri dan lain sebagainya. Lama-lama Mikha pun dapat dengan sendirinya mengambil makan atau minum di atas meja makan atau mengambil sepatunya ketika akan pergi jalan.

Saat adik Deo lahir, Mikha sudah dapat sedikit-sedikit meringankan pekerjaan saya dengan membantu membereskan pakaian kotor adik atau membuang pospak adik ke tong sampah.

image

Menaruh baju kotor di keranjang laundry

image

Mikha belajar makan sendiri sambil tetap disuapi (saya memegang 1 piring makanan untuk menyuapi)

image

Lap mulut sehabis makan

Bila kita beri kesempatan anak untuk melakukan sesuatu sendiri (dengan tetap didampingi atau dibantu tentunya) maka anak akan belajar mandiri dan melakukan sesuatu tanpa harus dipaksa. Perlu diingat proses pembelajaran itu tidak selamanya indah. Makanan berantakan, tissue berceceran, pakaian kotor bertebaran itu tidak mungkin dihindari. Yang penting nikmati proses pembelajaran itu πŸ™‚

Tagged , ,

Belajar Tanggung Jawab

Anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Rasa ingin tahu itu nantinya dapat menjadi dasar motivasi anak untuk belajar sehingga alangkah baiknya sebagai orang tua kita tidak mematikan rasa ingin tahu tersebut. Termasuk ketika anak bereksplorasi dan memindahkan isi lemari ke lantai. Bagi orang dewasa yang terlihat mungkin barang berantakan, namun anak hanya memenuhi rasa ingin tahunya. Terkadang kita langsung saja melarang dan membereskannya padahal momen tersebut dapat menjadi media pembelajaran bagi anak. Kita dapat menuntun anak untuk belajar merapikan kembali barang. Kalau dirapikan maka anak malah akan berpikiran ‘oh kalau aku berantakin mama yang rapiin kok’. Jadi kemungkinan besar akan berulang terus seperti itu.

Seperti yang terjadi kemarin. Mikha sedang gemar-gemarnya buka tutup lemari pendingin. Kami sempat memasang child safety lock, namun hanya bertahan beberapa hari saja sebelum ia menemukan cara membukanya. Saat rak telur terisi penuh, Mikha terlihat sangat penasaran untuk mengambilnya (padahal masih sulit dijangkau). Saya sudah beberapa kali mengingatkan “itu bukan mainan ya nak” sempat juga memberi Mikha kesempatan untuk melihat & memegang telur namun sepertinya tidak mengurangi rasa keinginannya untuk bereksplorasi dengan benda tersebut.

Jadilah sewaktu saya sedang memasak, Mikha membuka lemari pendingin dan tiba-tiba saja terdengar suara telur pecah. Padahal sebelumnya lagi bermain di ruang depan.

image

Mengamati, merasakan dan membersihkan

Akhirnya saya harus meninggalkan kegiatan memasak dan mendampingi Mikha dan telurnya (sampai lupa matikan kompor jadi makanan gosong sedikit). Mikha pun terlihat seru bereksplorasi dengan pecahan telur di lantai (sambil saya mendeskripsikan). Tidak lupa saya jelaskan akibat menjatuhkan telur dan mengingatkan bahwa makanan dan barang yang berada di lemari pendingin bukan untuk dimainkan. Mikha awalnya sedikit geli dengan tekstur telur. Setelah selesai berkesplorasi saya lalu meminta Mikha untuk membersihkannya. Memang masih perlu bantuan dan akhirnya saya harus membersihkan ulang, namun usahanya untuk membersihkan patut diapresiasi. Terdengar sepele ya, tetapi dengan hal-hal kecil seperti ini maka anak dapat belajar tanggung jawab πŸ™‚

Tagged , ,

Inspirasi kegiatan MikaDoProject

Kegiatan dalam tulisan-tulisan MikaDoProject selain terinspirasi dari anak-anak, buku juga banyak dari blog & web mengenai anak. Salah satunya adalah blog milik teman saya Ballad of Mamma Bird. Di blog tersebut banyak kegiatan teman saya itu dengan anak-anak nya yang usianya tidak jauh dari Mikha & Deo. Saya sangat suka dengan kegiatan-kegiatan outdoor yang dilakukannya bersama anak-anak di tulisan seri Living Outside.

Memang benar kalau anak-anak membutuhkan waktu sebanyaknya bereksplorasi di luar. Selain baik untuk perkembangan juga bagi kesehatannya. Semoga Mikha Deo juga dapat mengikuti jejak Dylan & Bian dalam berpetualangan di luar ya.

image

Ke pantai di Balikpapan

image

Jalan-jalan di luar sewaktu di Balikpapan

image

Jalan-jalan sore, main bayangan

Tagged , , ,

Fotografer Cilik

image

Ini apa ya?

Berawal dari Mikha yang bermain-main dengan tripod papanya maka kami berpura-pura menjadi fotografer. Untungnya saya ingat masih memiliki kotak bekas sepatu Mikha jadi kami menyulapnya menjadi kamera. Ide permainan merupakan pengembangan dari ketertarikan Mikha terhadap tripod papanya.

image

Setting 'kamera' nya dulu

image

Foto bersama boneka dulu ya πŸ˜€

Selain untuk menstimulasi imajinasi Mikha, saya juga ingin menunjukkan bahwa mainan dapat dibuat sendiri dengan memanfaatkan barang-barang bekas. Mungkin lain kali Mikha dapat membuat sendiri mainannya dari boks atau barang bekas lainnya ya.

image

Kamera nya di atas tripod πŸ™‚

image

Deo olahraga dulu

Tagged ,

Mikha & Deo Kembali ke Sangatta

Setelah 2 minggu berlibur di Balikpapan, akhirnya hari ini kami kembali ke Sangatta. Sedih Mikha dan Deo harus kembali berpisah dengan Nenes dan lainnya tetapi tetap harus dijalani. Kami berangkat dari rumah jam 8 lewat dan baru sampai rumah jam 7 malam. Benar-benar perjalanan panjang yang melelahkan. Terutama untuk Deo. Kalau Mikha sudah cukup terbiasa dengan perjalanan darat yang panjang. Tapi pasti lelah juga ya.

image

Berhenti untuk istirahat

Seperti biasa kami berhenti di Samarinda untuk istirahat dan makan siang. Kali ini tidak memesan catering anak untuk Mikha karena teman-teman di Samarinda berhalangan. Jadi Mikha ikut makan bersama – sama. Deo sempat rewel. Mungkin karena bosan, setelah berhenti untuk bermain-main sebentar dengan papa ia pun kembali tidur sampai kami tiba di Sangatta.

image

Mikha memegang tangan Deo supaya berhenti menangis

Setelah sekitar 9 jam perjalanan, akhirnya sampai juga di rumah. Deo langsung tidur pulas, sedangkan Mikha… Hmm… Masih penuh tenaga.

image

Selamat tidur Deo

image

Sepertinya Mikha kangen kulkasnya ya. Hehe...

Liburan penuh kenangan dan pengalaman baru bagi Mikha dan Deo. Senang sekali terutama dapat bertemu dengan Nenes, Oma Ni serta Opa, Yeye dan Oma Vera yang datang dari Jakarta. Akhir tahun kita ke Balikpapan lagi ya!

image

Antar opa ke bandara. Mikha senang sekali lihat pesawat

image

Hari terakhir di Balikpapan sempat bermain di arena bermain πŸ™‚

image

Deo di Bon Cafe πŸ™‚

image

Kenangan bersama keluarga

image

Kangen Nenes. Facetime dulu.

Tagged , ,

Bermain Puzzle Kayu

Sebelum kami berangkat ke Balikpapan, saya telah menuliskan apa saja yang ingin saya belikan untuk anak-anak. Termasuk mainan yang dapat menstimulasi perkembangan mereka. Salah satu mainan yang saya incar adalah puzzle kayu. Sewaktu sebelum melahirkan Deo saya menemukan toko yang menjual berbagai macam puzzle kayu dan saya belum sempat kembali lagi ke toko tersebut.

Kemarin akhirnya berkesempatan untuk kembali ke toko tersebut. Namun sayangnya sudah tidak banyak pilihan puzzle kayu yang tersedia. Akhirnya hanya memperoleh puzzle kayu di bawah ini.

image

Puzzle kayu tumpuk seharga 85 ribu rupiah.

Puzzle tumpuk dengan gambar binatang dan bentuk di tengahnya memang terlihat sedikit sulit untuk seusia Mikha. Namun dengan mengikuti gambar pada puzzle di tumpukan bawahnya maka Mikha pun dapat memainkannya.

image

'duck, fish, cow' katanya (Mikha belum tau gajah :D)

Permainan puzzle ini dapat melatih motorik dan kemampuan anak untuk menyelesaikan masalah (problem solving skills). Mungkin di kesempatan selanjutnya Mikha dapat memainkan puzzle ini tanpa harus ada gambar di tumpukan sebelumnya ya.

Oiya, Oma Vera sedang berkunjung dari Jakarta. Di foto berikut Mikha lagi mengamati papa, opa dan oma bermain balon tiup (yang dari sabun itu lho).

image

Yang seru main malah papa ya.

image

Deo bernyanyi bersama mama

Tagged , ,

Kereta Besar, Kereta Kecil

image

Kereta besar dan kecil

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari bermain kereta api kemarin. Kalau kemarin hanya bermain dengan 1 mainan kereta api, kali ini kami bermain dengan 2 macam kereta yang berbeda ukuran. Kereta besar dan kecil.

Di sini saya memperkenalkan kata besar dan kecil. Mikha sedang gemar mengikuti kata-kata (membeo) jadi ia pun mengikuti pada saat saya bilang besar dan kecil. Namun hanya mengikuti suku kata belakangnya saja πŸ˜€ Setelah itu kami pun berkeliling rumah dengan kereta-kereta tersebut. Keretanya juga sempat melewati terowongan yang terbuat dari bantal.

image

'choo choo' kata Mikha.

Tujuan aktivitas seperti ini adalah agar anak mempelajari ukuran. Untuk Mikha saya hanya menggunakan 2 benda (besar dan kecil) saja. Nanti seiring perkembangan usianya maka dapat ditambah beberapa macam benda dengan ukuran yang berbeda-beda sehingga anak dapat mengetahui (dan menyusun) ukuran benda dari yang paling kecil sampai yang paling besar atau sebaliknya. Aktivitas ini termasuk pembelajaran konsep matematika dasar (ukuran, warna dan pola). Selain itu juga dapat melatih kemampuan anak untuk mendeskripsikan suatu benda dan tambahannya melatih kemampuan motoriknya (berkeliling dengan kereta, melewati terowongan).

image

Kereta lewat terowongan

image

Kereta bobo kata Mikha πŸ™‚

Tagged , ,

Mengembangkan Permainan Anak.

Sebagai orang dewasa (dan orang tua), seringkali kita kehabisan ide ketika bermain dengan anak namun sebenarnya kita cukup mengamati mereka saat bermain. Mereka sesungguhnya lebih kreatif dibandingkan dengan orang dewasa sehingga seharusnya kita lah yang masuk dan ikut permainan mereka, bukan sebaliknya.

Sering juga anak seumuran Mikha dianggap cepat bosan atau tidak suka suatu permainan karena tidak dapat betah lama-lama. Itu karena memang rentang konsentrasi mereka untuk satu aktivitas masih terbatas (paling lama mungkin 10-15 menit). Ada saatnya pula anak hanya main mainan itu-itu saja. Oleh sebab itu tugas orang tua (atau pendamping) yang mengembangkan permainan anak tanpa harus memaksakan aktivitas berdasarkan keinginan kita.

Dengan Mikha, saya memang lebih sering melepasnya untuk bereksplorasi di rumah. Sebagian besar aktivitas yang kami lakukan bersama tercetus memang dari Mikha sendiri, saya hanya mengembangkan permainannya. Sebagai contoh, dari bermain mainan kereta api kita dapat mengembangkan permainan menjadi aktivitas bernyanyi. Atau dari bermain masak-masakan dapat dikembangkan menjadi aktivitas menggambar.

Dengan begitu, tanpa disadari anakpun dapat dikenalkan dengan berbagai macam aktivitas tanpa harus membuat anak merasa meninggalkan mainan/kegiatan favoritnya. Salah satu contoh mengembangkan permainan yang pernah saya tulis mungkin ‘Satu-Satu’. Kegiatan tersebut tercetus karena kegemaran Mikha dalam bermain mobil-mobilan dan wadah plastik yang dikembangkan menjadi aktivitas matematika dasar πŸ™‚

Yang perlu di ingat adalah pada saat bermain dengan anak, posisikan diri satu level dengan anak (dengan duduk atau berlutut tergantung posisi anak) dan ikuti permainannya. Dengan begitu maka momen bermain akan lebih menyenangkan bagi anak dan juga orang tua (atau pendamping).

image

Bermain kereta dapat dikembangkan jadi bernyanyi 'naik kereta api' sambil berbaris.

Tagged ,