Monthly Archives: November 2013

Review Buku: Brighter Baby BRIGHT FACES Board Book with Soft Mirror (See yourself in this book)

Sebenarnya buku ini sudah lama dibeli namun baru ingat belum di review di blog ini. Sampai-sampai hampir lupa berapa harganya.

***

Judul buku : Brighter Baby BRIGHT FACES Board Book with Soft Mirror (See yourself in this book)
Tipe buku : Board book
Bahasa : Inggris
Publisher : Scribblers Books (UK)
Halaman : 14 halaman
Cover : Hard Cover
Dimensi : 15 x 15 cm
Berat : 300 gram
Harga : Rp 75.000 Rp 55.000 – ON SALE!!! 
(Hemat Rp 20.000)

image

Buku ini memperkenalkan anggota tubuh. Huruf dengan ukuran besar dan gambar-gambar bayi menjadi daya tarik buku tersebut. Ekspresi bayi di buku tersebut dapat menarik perhatian anak.

image

Di akhir halaman disertakan cermin sehingga anak dapat melihat wajahnya sendiri sambil bereksplorasi.

image

Buku ini cocok dijadikan buku pertama bayi.

*Saya tidak menerima kompensasi apapun dalam penulisan review ini. Semua tulisan merupakan pengalaman dan pendapat pribadi

Tagged

Catatan Mama: Belajar Menyelesaikan Masalah

Butuh kesabaran dan waktu untuk mengajarkan anak agar tidak mudah menyerah pada saat menemukan suatu masalah. Cukup sering kita sebagai orang dewasa mempermudah anak dalam melakukan suatu hal dengan membantunya karena kurang sabar dan biar cepat (termasuk saya). Yang perlu diingat adalah jangan sampai mempermudah diri anak sekarang namun malah mempersulit masa depannya. Problem solving dalam kehidupan sehari-hari perlu latihan dan pastinya tidak akan instan. Hal-hal sederhana seperti memakai baju sendiri, makan sendiri sampai membersihkan tumpahan air selain membentuk kemandirian anak, juga menjadi tahap bagi anak untuk menyelesaikan masalah yang lebih rumit nantinya.

Hari ini Mikha bermain dengan capitan. Apa ya namanya? Alat yang dipakai untuk mengambil piring/mangkuk panas dari kukusan.

image

Yang ini lho

Selama ini ia mengamati saya di dapur menggunakan alat tersebut. Akhirnya ia sendiri penasaran ingin mencobanya.

image

Sebenarnya deg-deg an dan gemas juga lihatnya karena ada makanan di dalam mangkuk plastiknya (ketakutan makanan jatuh ke lantai :p).

image

Walau sempat beberapa kali mangkuk terbalik di sofa, akhirnya Mikha menemukan caranya sendiri untuk menggunakan alat tersebut dan memindahkan mangkuk berisi makanan ke meja di ruang depan (setelah hampir 15 menit). Syukurlah tidak ada makanan yang jatuh ke lantai :p

Yang ingin saya sampaikan di tulisan kali ini adalah biasakan diri untuk memberi ruang (dan dukungan) bagi anak untuk mencoba dan menyelesaikan masalahnya sendiri. Mungkin saja cara yang ditempuh anak tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan (atau harapkan) tetapi hal tersebut merupakan proses pembelajaran bagi anak. Proses problem solving tersebut juga akan lebih maksimal hasilnya dan dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian anak.

Tagged , , ,

Kegiatan Motorik Halus: Memperkenalkan Gunting

Kami sekeluarga baru saja kembali dari libur yang tidak direncanakan. Papa ada keperluan di Balikpapan sehingga kami sekeluarga pun berangkat. Kebetulan juga pas dengan hari ulang tahun Nenes (omanya anak-anak) sehingga sekalian menjadi momen kumpul keluarga (karena Opa dan Uncle Joe juga datang dari Jakarta).

Seperti biasa, ketika tahu akan ke Balikpapan langsung membuat list barang yang ingin dibeli untuk kegiatan sehari-hari di rumah. Incaran kali ini adalah gunting. Sebenarnya Mikha mungkin belum cukup umur untuk menggunakan gunting (karena rata-rata tulisan di kemasan gunting tertulis 3+) namun karena Mikha selalu penasaran ketika saya menggunakan gunting, jadi daripada mengambil sendiri (sudah pasti ia akan mencari cara untuk menjangkau tempat simpan gunting) jadi lebih baik memperkenalkannya pada gunting yang aman.

Alat:

image

Gunting & kertas

Kegiatan:
Perkenalkan gunting dan tunjukkan cara aman menggunakan gunting pada anak yang baru pertama kali memegang gunting. Lalu berilah kesempatan untuk menggunakannya 🙂 Saya menggunakan kertas origami dengan tujuan agar dapat disimpan (untuk mengetahui perkembangan anak).

image

Mencoba-coba

image

image

Serius sekali ya

image

Kedua kalinya memakai gunting

Dua kali aktivitas menggunakan gunting hasilnya masih banyak berupa eksplorasi dan memang jari-jarinya belum dapat sinkron untuk memegang gunting. Aktivitas ini cukup ampuh untuk melatih konsentrasi Mikha, karena seperti yang diketahui ia anak yang aktif dan lebih menyukai aktivitas motorik kasar. Sayang ya kalau melakukan aktivitas ini saya tidak (belum) bisa meninggalkannya sendiri, padahal lumayan lho anteng selama hampir 30 menit 😀

image

Usaha menggunting kertas

Yang dapat dipelajari:
– stimulasi motorik halus
problem solving
– warna

Tips & Kegiatan Lanjutan:
Walaupun guntingnya aman bagi pemula tetap harus dalam pengawasan. Bila anak telah ‘lulus’ menggunting kertas, dapat diberikan media lain (kertas tebal, karton, benang, kain) untuk digunting dan bisa diperkenalkan gunting untuk tahap selanjutnya.

Tagged , , ,

Catatan Mama: Beri Kesempatan Kepada Anak Untuk Bereksplorasi dan Berimajinasi.

Berkutat dengan pekerjaan sehari-hari di rumah dan berbagai permasalahan ‘orang dewasa’ seringkali membuat kita lupa bahwa anak adalah anak. Tanpa disadari sering pula kita mengatakan ‘jangan’ atau ‘tidak’ di saat mereka melakukan sesuatu atau bereksplorasi karena sudah terlalu lelah dengan pekerjaan rumah tangga. Sering juga di saat anak memainkan suatu mainan kita gemes ingin mengoreksinya karena cara memainkannya tidak sesuai dengan apa yang ada di pikiran kita. Kita terbiasa berkomunikasi dengan orang dewasa sehingga lupa bahwa pemikiran anak masih sederhana. Singkat kata, kita lupa bahwa dahulu kala pernah menjadi anak-anak.

Ya, hal-hal tersebut pun sering saya alami. 24 jam sehari, 7 hari seminggu bersama anak-anak membuat saya harus terus belajar. Belajar lebih sabar dan mengingat kembali masa-masa menjadi anak. Dunia anak itu sederhana dan menyenangkan. Kita sebagai orang dewasa yang membuatnya menjadi complicated. Saya pun harus terus belajar untuk berkomunikasi dan juga memberi kepercayaan kepada anak-anak untuk bereksplorasi.

***

Hari ini saya mengajak Mikha bermain puzzle. Saya hanya mengeluarkannya dan menaruhnya di lantai. Lalu ia pun mulai memainkannya seperti ini…

image

image

image

image

Jadi alat panjat

‘Let children do what they do best. Play!’

Di saat kita memberi kepercayaan kepada anak untuk bermain maka kita memberi kesempatan pada mereka untuk belajar. Momen belajar juga bagi mama 🙂

Tagged , , ,

Sensory Play: Kacang Hijau

Saya pernah share permainan sensory dengan menggunakan media beras (di sini dan sini). Kali ini kami mengganti beras dengan kacang hijau. Saya ingin melanjutkan kegiatan yang sama namun dengan media yang berbeda sehingga anak memperoleh pengalaman yang berbeda.

Alat/Bahan:

image

Baskom, wadah plastik, sendok dan alat lain yang menunjang permainan

Kegiatan:
Karena Mikha sudah pernah melakukan kegiatan seperti ini sebelumnya, ia tidak ragu lagi untuk langsung bermain ketika saya mengeluarkan bahan-bahan tersebut.

image

Langsung seru memindahkan kacang hijau dengan sendok

Yang dipelajari:
– stimulasi panca indera
– motorik halus (fine motor skills)
– konsep ruang (mengisi wadah plasti dengan kacang hijau)
– kosakata

Tagged , , ,

30 Plays With Dad: Ada Siapa di Cermin?

image

Aktivitas bersama seorang ayah biasanya lebih ke aktivitas fisik, namun permainan yang di share di 30 Plays With Dad lebih banyak aktivitas tenang sebelum anak-anak tidur malam. Kenapa? Karena waktu bermain dengan papa biasanya sepulang kerja.

Anak dan bayi selalu suka melihat bayangan dirinya melalui cermin. Cermin dapat dijadikan media pembelajaran seperti melatih berbicara dan juga belajar mengenai emosi (senang, sedih dsb).

Alat:
– cermin

Aktivitas:
Bernyanyi dan berekspresi di hadaoan cermin. Mudah bukan? Aktivitas mudah namun anak-anak senangnya luar biasa 🙂

image

image

Yang dipelajari:
– ekspresi
– kosakata

Tulisan ini merupakan rangkaian aktivitas #30PlaysWithDad yang dilakukan selama bulan Nopember-Desember.

Tagged , , ,

Acer Slim Aspire E1: Sebuah Notebook Demi Generasi Bangsa

Sampai sudah pada minggu ke 4 dan sekaligus minggu terakhir lomba 30 Hari Blog Challenge yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak2 Blogger (KEB) dan Acer Indonesia. Ini merupakan pertama kalinya mengikuti lomba blogging,  dan tidak disangka dapat bertahan sampai minggu terakhir. Sebagai penutup tema, di minggu keempat ini,  para makmin Kumpulan Emak Blogger bekerjasama dengan Acer Indonesia, mengeluarkan tema:

“Mengapa saya layak memiliki Acer Slim Aspire E1, yang didukung oleh  prosesor Intel®. Mulai dari Intel® Celeron® dan Core™ i3, dan 30% Lebih Tipis.”

Hmm… Notebook Acer Aspire E1 Series merupakan notebook yang dinamis. Kalau kita lihat arti dinamis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia:

dinamis di.na.mis
[a] penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak dan mudah menyesuaikan diri dng keadaan dsb; mengandung dinamika

Acer Aspire E1 Series yang 30% lebih tipis ini ringkas dan ringan sehingga membuat penggunanya dapat mobile dan aktif dimanapun, kapanpun. Notebook ini akan meningkatkan kinerja karena didukung performa Intel® Processor di dalamnya. Belum lagi kinerja grafisnya yang oke dan daya tahan baterainya yang dapat bertahan hingga 6 jam (359 menit) untuk memutar konten multimedia (film HD). Hal tersebut pasti membuat semakin bersemangat dalam blogging dan melakukan aktivitas lain menggunakan notebook Acer Aspire E1 Series.

Sama seperti notebook Acer Aspire E1 Series yang dinamis, kegiatan sehari-hari saya pun harus dinamis. Saya juga slim seperti notebook Acer Aspire E1-432. Mengapa saya layak memiliki Acer Aspire E1? Sejujurnya saya tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut karena akan terlalu subjektif menilai diri sendiri. Yang pasti notebook Acer Aspire E1 Series akan memudahkan saya dalam melakukan kegiatan saya yang akan dijabarkan di bawah ini.

1. Blogging
Sudah lama saya masuk dalam dunia blogging, namun seringkali tidak konsisten menjalankannya. Salah satu penyebabnya adalah saya tidak leluasa menggunakan notebook yang ada sekarang karena ukurannya yang besar. Saya menggunakan blog sebagai media sharing seputar dunia anak. Passion saya dalam dunia anak dan pendidikan usia dini membuat saya bertekad untuk menyebarkan informasi dan permainan lewat blog ini. Saat ini saya sedang melakukan rangkaian tulisan mengenai “30 Permainan dengan Ayah” di blog. Permainan-permainan tersebut merupakan ajakan bagi para ayah untuk aktif berperan dalam perkembangan anak (karena peran ayah sangat penting).

Kegiatan-kegiatan yang pernah saya share di blog

Kegiatan-kegiatan yang pernah saya share di blog

Salah satu kegiatan "permainan dengan ayah"

Salah satu kegiatan “permainan dengan ayah”

2. Kegiatan Komunitas
Saya tergabung dalam komunitas yang mengedukASI dan memberi informASI mengenai pentingnya Air Susu Ibu (ASI) bagi bayi. Kami tersebar di seluruh Kalimantan Timur dan teknologi menjadi alat penyatu kami. Notebook merupakan perangkat yang sangat penting dalam menjalankan tugas saya sebagai sekretaris. Saya juga sering bolak-balik perjalanan darat menuju event dengan membawa notebook.

Saya sewaktu menjadi MC di salah satu event (waktu itu lagi hamil sekitar 8 bulan)

Saya sewaktu menjadi MC di salah satu event (waktu itu lagi hamil sekitar 8 bulan)

Kelas EdukASI yang kami adakan.

Kelas EdukASI yang kami adakan.

Salah satu tulisan saya di koran

Salah satu tulisan saya di koran

Wah, ternyata hanya 2 poin ya. Eits, namun 2 poin tersebut merupakan hal yang krusial, karena merupakan usaha untuk membentuk generasi bangsa yang lebih baik. Yaitu memastikan anak-anak generasi selanjutnya mendapatkan asupan yang terbaik (ASI) dan juga stimulasi yang maksimal (melalui permainan dan edukasi lainnya). Notebook Acer Aspire E1 Series pasti akan memudahkan saya menjalankan kedua poin di atas. Sebagai tambahan saya juga dapat tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya.

Jadi, apa saya layak memiliki Acer Slim Aspire E1? Sudah pasti! 😀

Inilah si notebook impian sumber foto: sini

Inilah si notebook impian
sumber foto: sini

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.

Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/dinamis/mirip#ixzz2kXPd253G

Tagged , ,

30 Plays With Dad: Tebak Gambar & Nyanyikan!

Banyak manfaat yang diperoleh anak dari aktivitas bernyanyi. Selain meningkatkan kedekatan anak dengan orang tua, bernyanyi dapat mengembangkan kemampuan anak untuk mengekspresikan diri. Anak juga dapat mempelajari banyak hal dengan bernyanyi. Kali ini, papa melakukan aktivitas bernyanyi dengan anak-anak.

Aktivitas 2:
PicsArt_1384004448867

Alat/Bahan:
– Alat gambar

Kegiatan:
Mendengarkan lagu dan bernyanyi merupakan aktivitas yang disukai oleh Mikha, sehingga aktivitas tersebut adalah hal yang biasa bagi dirinya. Untuk memberikan pengalaman yang baru kepada Mikha, maka sebelum bernyanyi harus menebak gambar dahulu. Papa memilih judul-judul lagu yang memang telah dikenal Mikha dan juga memperkenalkan beberapa lagu baru. Berikut beberapa foto yang sempat terambil (sisanya mama tidur-tiduran bersama adik :D).

Deo bagian mendengarkan Papa dan Mikha bernyanyi (hanya bertahan 1 lagu lalu tidur :p)

Deo bagian mendengarkan Papa dan Mikha bernyanyi (hanya bertahan 1 lagu lalu tidur :p)

PicsArt_1384011218015Rainbow = Pelangi-Pelangi
Horse = Delman
Sisipai = Eentsy Weentsy Spider
Moon = Ambilkan Bulan Bu
Sheep = Baa Baa Black Sheep
Pig = Old McDonald

Bernyanyi-nyanyi mengikuti papa

Bernyanyi-nyanyi mengikuti papa

Lagu penutupan "Bobo" = Nina Bobo

Lagu penutupan “Bobo” = Nina Bobo

Gantian Mikha ikut-ikutan gambar

Gantian Mikha ikut-ikutan gambar

Seru banget ya tebak gambar dan bernyanyi bersama papa. Lebih seru lagi bila sambil bergerak dan menari. Namun karena aktivitas ini dilakukan saat malam hari maka Mikha tidak diajak untuk bergerak heboh. Ternyata aktivitas ini juga melatih Mikha agar dapat sabar menunggu Papa sampai selesai menggambar.

Yang dipelajari:
– Menyanyi
– Membaca (gambar)
– Kosakata
– Interaksi
– Waktu

Tulisan ini merupakan rangkaian aktivitas #30PlaysWithDad yang dilakukan selama bulan Nopember-Desember. Punya ide permainan/aktivitas ayah dengan anak? Ikutan #30PlaysWithDad yuk. Share ide, tulisan atau foto tentang aktivitas ayah dan anak nanti akan dibuatkan postingan khusus di blog MikaDo Project ini.

Selamat Bermain! :)

 

Klik foto untuk aktivitas sebelumnya

Klik foto untuk aktivitas sebelumnya

Tagged , , ,

30 Plays With Dad: Bercerita dengan Boneka Tangan

image

main /ma·in/v1 melakukan permainan untuk menyenangkan hati (dng menggunakan alat-alat tertentu atau tidak).

Bila kita melihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) maka main dapat diartikan seperti yang tertera di atas. Blog MikaDo Project ini sebagian berisi aktivitas bermain yang dilakukan saya bersama anak-anak. Ide-ide bermain untuk bayi & balita banyak saya peroleh dari blog/website luar negeri seperti Learn With Play at Home, Growing A Jeweled Rose, atau melalui Pinterest. Ide permainan-permainan tersebut lalu saya sesuaikan dengan kemampuan anak dan juga bahan yang tersedia di rumah. Memang rata-rata aktivitas yang dilakukan pada blog-blog tersebut merupakan aktivitas seorang ibu dengan anaknya, termasuk juga kegiatan di MikaDo Project.

Terinspirasi dari kegiatan “100 Days of Play” yang diadakan oleh Sun Scholars dan Life at The Zoo, maka selama bulan November dan Desember ini akan dilakukan kegiatan serupa. Namun kegiatan yang akan dilakukan bukan bersama mommy (ibu) melainkan bersama daddy (ayah) karena peran ayah juga penting bagi perkembangan anak-anak. #30PlaysWithDad atau 30 Aktivitas Bermain dengan ayah, 15-30 menit lupakan hal lain selain “main” dan “anak-anak”. Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan waktu yang berkualitas bagi ayah dan anak. 

Aktivitas 1:

“Bercerita dengan Boneka Tangan”

Alat:
Boneka Tangan

Kegiatan:
Bercerita adalah hal yang biasa dilakukan bersama anak-anak. Papa sendiri juga sudah pernah melakukannya, namun kebanyakan bercerita dengan buku dimana ceritanya sudah tersedia. Bercerita dengan boneka tangan ini merupakan aktivitas yang jarang dilakukan papa (apalagi tanpa cerita yang diikuti). Kegiatan yang sederhana tetapi bagi yang tidak terbiasa umumnya akan merasa kagok meskipun dilakukan di depan anak-anak.

Awalnya memang sedikit grogi tetapi akhirnya aktivitas mendongeng pun berjalan dengan lancar. Mikha sampai terpingkal-pingkal padahal Papa hanya bercerita tentang kegiatan sehari-hari di rumah 😀

Siap mendengarkan cerita papa (tidak lupa boneka pinguin ikut mendengarkan)

Siap mendengarkan cerita papa (tidak lupa boneka pinguin ikut mendengarkan)

Berkenalan dengan burung dan kodok

Berkenalan dengan burung dan kodok

Papa mendongeng dengan boneka tangan

Papa mendongeng dengan boneka tangan

Mikha tertawa sampai terpingkal

Mikha tertawa sampai terpingkal

Kata papa bonekanya mau bobo jadi Mikha mau cium dulu

Kata papa bonekanya mau bobo jadi Mikha mau cium dulu

Tidak ketinggalan adik diceritakan juga

Tidak ketinggalan adik diceritakan juga

Gantian ikutan cerita ke adik

Gantian ikutan cerita ke adik

 

Yang dapat dipelajari:
– Interaksi
Pretend play
– Kosakata

Tips:
Libatkan anak dalam kegiatan mendongeng agar anak tidak hanya duduk dan mendengar. Biasanya menghubungkan dongeng dengan kegiatan sehari-hari anak membuat anak lebih merasa nyambung dengan cerita.

Punya ide permainan/aktivitas ayah dengan anak? Ikutan #30PlaysWithDad yuk. Share ide, tulisan atau foto tentang aktivitas ayah dan anak nanti akan dibuatkan postingan khusus di blog MikaDo Project ini.

Selamat Bermain! 🙂

Tagged , , , ,

Plaster Lengket

Sebagai lanjutan dari kegiatan sensory play kami sehari-hari, pada kamis yang cerah ini kami melakukan kegiatan menggunakan plaster (cellotape).

Bahan/alat:
– plaster
– kertas

Kegiatan:
Ajak anak untuk menempelkan plaster pada kertas. Yang tersedia di rumah hanya plaster besar dan Mikha belum dapat menggunakan gunting, jadi saya memotongnya terlebih dahulu.

image

Menempel kertas.

Kegiatan stimulasi panca indra ini juga melatih motorik halus dan koordinasi tangan anak. Aktivitas sederhana tapi penuh makna dan seru bagi anak pastinya.

image

Plaster lengket di tangan, lama-lama yang ditempel anggota tubuhnya.

Yang dipelajari:
– stimulasi panca indra
problem solving
stimulasi motorik halus
– kosakata

Kegiatan lanjutan:
Anak dapat diajak untuk menempel benda lain menggunakan plaster. Dapat juga menempel pada bidang berbeda seperti boks, kaleng, dsb. Aktivitas juga dapat dijadikan sebagai kegiatan melatih anak untuk menggunakan gunting.

Tagged ,