Monthly Archives: November 2014

Hore Aku Jalan!

20.06.2013

image

Rasanya baru kemarin saya melahirkan anak ke-2 ya. Tau-tau bocah ini sudah hampir 1,5 tahun saja. Memang waktu itu berlalu sangat cepat dan saya tidak ingin melewatkan momen anak-anak dimana mereka masih mau diajak main dengan orang tuanya. Itu juga menjadi salah satu alasan awal berdirinya blog ini adalah merekam aktivitas dan perkembangan mereka.

Walau sudah anak ke-2. Momen-momen perkembangan (milestone) selalu dinanti-nanti. Malah kadang jadi deg-deg an karena patokannya anak pertama umur sekian sudah bisa apa saja. Harusnya kan gak boleh gitu ya *keplak diri*. Tetapi anak ke-2 ini membuat kami sadar bahwa setiap anak itu unik dan memiliki caranya masing-masing untuk belajar. Kami belajar sabar juga untuk terus menstimulasi sesuai keinginan anak.

Memang Deo ini benar-benar membuat kita belajar ekstra sabar. Ketika anak seusianya sudah mulai berguling-guling. Ia sendiri masih terlihat senang tidur-tiduran. Sampai bahkan setelah lewat 6 bulan ia terlihat enggan untuk guling-guling. Khawatir? Sempat membuat saya sedikit kepikiran. Namun karena suami saya santai-santai saja dan selalu berkata ‘sabar, nanti juga guling sendiri’ sayapun menjadi sedikit merasa tenang. Akhirnya memang ia mulai tengkurap dan berguling-guling di usianya yang hampir 8 bulan.

Nah, proses dari tengkurap sampai mulai merangkak dan berdiri-berdiri itu cukup singkat. Namun kembali kami diuji kesabarannya dalam hal jalan. Dari usia sekitar 9 bulan ia mulai menyeret-nyeret tubuhnya (merangkak ala tentara), lalu sekitar 10 bulan mulai merangkak biasa.

image

Deo hobinya merangkak. Mau dimanapun, kapanpun. Ia sebenarnya bisa berjalan sambil digandeng namun entah kenapa ia selalu menolak dan memilih untuk merangkak. Bahkan kadang di mall ia bisa nangis-nangis minta merangkak.

6 bulan berlalu dan Deo pun masih tetap dengan fase merangkaknya. Stimulasi tetap berjalan sesuai dengan keinginannya. Ia memang sudah mau jalan sambil digandeng, namun belum ada tanda-tanda ia akan berjalan. Sampai akhirnya tanggal 17 November, tepatnya 3 hari menuju usia 17 bulan akhirnya ia berani melangkah untuk pertama kalinya. Saking girangnya menyaksikan momen itu sampai abang Mikha pun ikut tepuk tangan. Sayangnya suami saya melewati momen itu secara langsung tetapi sempat di video kok πŸ˜€

image

Momen ia berjalan memang masih sangat langka. Sekarang juga ia masih lebih sering memilih untuk merangkak. Tidak apa-apa ya dek. Yang penting kau berkembang dengan waktu pilihanmu sendiri. Kami orang tuamu hanya dapat terus menstimulasi dan memberikan yang terbaik πŸ™‚

Tulisan ini diikutsertakan dalam Give Away “Saat Tumbuh Kembang Balitaku Balitamu”

Tagged , , , ,

Hewat Laut Apakah Itu?

Memiliki anak laki-laki yang kegemarannya masih seputar mobil-mobilan itu terkadang membuat kami mengalami kesulitan untuk memperkenalkan hal-hal baru. Namun tentu tidak menyurutkan semangat kami untuk terus memperkenalkan hal-hal dan pengalaman baru kepada mereka ya.

Beberapa waktu yang lalu saya dan Mikha sempat pergi melihat hewan laut di Ancol. Ia begitu terkesan dengan yang namanya octopus alias gurita. Padahal gurita di sana hanya patung dan gambar saja. Saya juga sempat mengajak ia menggambar tentang pengalamannya ke Ancol dan yang ia gambar selain lumba-lumba adalah gurita.

Pada kegiatan kali ini saya ingin melanjutkan kegiatan perkenalan hewan laut. Kebetulan saya menemukan mainan-mainan hewan laut yang terbuat dari plastik dan cukup aman untuk adek Deo juga.

image

Kegiatan 1: Pengenalan hewan laut Usia: 17 bulan dan 35 bulan
Perlengkapan: mainan hewan laut
Fokus: eksplorasi mainan hewan laut dan perkenalan nama.

image

Langsung seru eksplorasi hewan-hewan laut.

Saya lebih banyak mengamati dan membiarkan anak-anak bermain. Dan… Dari arah mainnya terlihat memang minat Mikha memang ke gurita.

image

Akhirnya saya membuatkan alas bermain seadanya (dengan bantuan Mikha) untuk kegiatan selanjutnya.

image

Alas bermain instan πŸ˜€

Kegiatan: Memperkenalkan hewan laut
Usia: 35 bulan
Perlengkapan: alas main, mobil/pesawat mainan (sesuai minat anak), hewan laut
Fokus: eksplorasi hewan laut, perbedaan air dan darat.

image

Selain gurita ada ikan laut juga πŸ™‚

Ah, setelah lama tidak membuat mainan sendiri. Puas rasanya ya ketika anak memainkan dengan senang. Sayangnya adik Deo sedang tidur, kalau tidak biaa heboh πŸ˜€

Yang dapat dipelajari antara lain:
– bahasa: kosakata, bercerita
– warna, berhitung, pengelompokkan, bentuk
– imajinasi, inisiatif
problem solving

Tagged , , , ,

Dinosaurs Love Underpants

Kegiatan: membaca buku
Usia: 16 bulan dan 34 bulan
Perlengkapan: Buku ‘Dinosaurs Love Underpants’
Perlengkapan tambahan: boneka dinosaurus, lagu tema dinosaurus, ensiklopedia anak tentang dinosaurus.
Fokus kegiatan: toilet training dan bermain bersama.

image

***
Tantangan dalam melakukan kegiatan dengan dua anak yang usianya berbeda adalah bagaimana caranya agar kegiatan yang dilakukan tetap berdasarkan minat anak dan tetap menarik bagi keduanya. Memang selama ini kalau melakukan aktivitas bersama maka saya lebih fokus kegiatan untuk abang Mikha dan untuk Deo kegiatannya disesuaikan dengan kemampuannya.

Kegiatan kali ini memang ditujukan untuk proses toilet training Mikha. Memang semenjak berangkat ke Jakarta prosesnya mengalami sedikit kemunduran. Nah, kebetulan ada buku bertema ‘dinosaurus yang berkelahi karena celana dalam’. Pas karena Mikha tertarik dengan dinosaurus. Memang sebenarnya ceritanya sedikit tidak masuk akal namun gambarnya sangat menarik dan saya bisa menyisipkan 2 pesan sekaligus dalam 1 cerita. Yaitu: tidak memakai pospak lagi (untuk Mikha) dan bermain bersama atau tidak memukul (untuk Deo). Tentunya disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan positif sehingga bisa ditangkap dengan mudah oleh anak.

Setelah buku dibacakan langsung mereka sibuk masing-masing bereksplorasi dengan buku dan boneka dinosaurus. Saya juga memutarkan lagu dinosaurus dari CD ‘Wee Sing’. Ah jadinya mama bisa ada sedikit waktu untuk leyeh-leyeh *oops*.

image

Seru dengan buku masing-masing. Deo tetap mobil-mobilan dalam jangkauannya

image

image

Seru dengan buku dinosaurus.

Seru ya. Yah, walaupun pada akhirnya Deo tetap kembali seru bermain dengan mobil-mobilannya, tetapi setidaknya ia dapat mengikuti kegiatan membaca dan ekplorasi dinosaurus. Yang pasti kami akan kembali melakukan aktivitas ini, tentunya dengan kemasan yang berbeda agar tetap menarik bagi anak-anak.

Yang dapat dipelajari:
– Bahasa: kosakata, bercerita, imajinasi
– sebab akibat, konsekuensi
– berhitung, warna, bentuk, ukuran

Tagged , , ,

Jalan-jalan Bertiga Dengan Balita? Siapa Takut!

Pemandangan ibu berkegiatan di luar rumah membawa bayi atau balita lebih dari satu sendirian adalah hal yang biasa di daerah. Bahkan banyak yang memang sehari-hari ditinggal hanya dengan anak-anak karena suami bertugas. Ditambah lagi meskipun tanpa bantuan asisten (dan suami bertugas) mereka masih bisa aktif berkegiatan di komunitas. Hebat ya… Kalau saya mungkin masih belum sanggup tuh. Pasti stock kesabarannya harus luar biasa ya.

Memang terkadang berpergian ber 3 dengan 2 balita itu bisa cukup merepotkan. Tetapi itulah yang sering kami lakukan. Tantangan terbesar adalah menghadapi 2 anak dengan sifat yang memang berbeda. Di tulisan ini ingin berbagi pengalaman saja agar menikmati bepergian hanya dengan anak-anak. Ok, memang kalau di Sangatta hampir tidak pernah kemana-mana bertigaan. Paling hanya keliling kompleks aja. Nah kalau sekarang di Jakarta ini sering banget pergi-pergi ber 3. Tujuan yang paling sering tidak lain adalah… Mall! Maklum lah ya, kalau di hutan tidak ada mall, jadi mumpung di kota puas-puasin dengan yang namanya mall πŸ˜€

Persiapan

Apa saja yang selalu kami lakukan/persiapkan sebelum bepergian?
1. Briefing
Sebelum berangkat kemana-mana anak-anak selalu diberi tahu terlebih dahulu. Mau kemana, naik apa, sama siapa dan tujuannya apa. Lalu diingatkan bahwa tidak ada orang lain yang membantu sehingga mereka harus jalan bergandengan tangan atau duduk di stroller.

2. Bawa barang seperlunya
Oke, biasanya kalau pergi ber 3 saja pastinya tidak jauh-jauh dari rumah. Jadi bisa dipastikan barang yang dibawa memang seperlunya seperti: baju ganti anak, tissue basah, tissue, botol minum, snack dan pospak. Semua masuk dalam satu tas dengan barang-barang saya. Make it as light as possible. Lebih nyaman malah tas ransel sehingga bebannya merata ya tidak berat sebelah di pundak.

3. Stroller
Karena tidak mungkin menggendong 2 anak (anak-anak tidak mau pake gendongan pula) maka stroller menjadi keharusan. Oh dan pastinya stroller yang light weight dan mudah dioperasikan dengan satu tangan.

4. Makan kenyang
Nah, sebisa mungkin anak-anak sudah makan berat sebelum berangkat. Jadi di tempat tujuan tidak terlalu repot mengawasi 2 anak makan.

Ketika di tempat tujuan
Oke, ketika sampai di tujuan seringkali kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang telah dibayangkan. Apalagi kalau bepergian saat mendekati jam tidur anak. Lebih heboh lagi ketika keduanya ingin digendong dan tidak mau duduk di stroller. Akhirnya memang harus siap dengan worst case scenario yaitu anak nangis heboh. Ya, siap-siap lah dengan tatapan mata dari segala penjuru. Hihihihi… Tidak jarang lho ketika lagi duduk di suatu tempat makan dan salah satu anak nangis karena tidak sabar mau makan dan satunya lagi nangis karena tidak mau duduk. Akhirnya memang membiarkan anak yang tidak mau duduk itu nangis dalam pelukan (tentunya sebelumnya sudah dijelaskan kalau sekarang duduk dulu untuk makan). Nah biasanya itu akan banyak pandangan-pandangan yang mungkin menurut mereka kita mengganggu kenyamanan ya. Tetapi ya mau bagaimana, namanya anak-anak balita yang masih belajar. Dalam hati “biasa aja kali liatnya” :p. Kalau dulu belum punya anak mungkin tatapan saya akan begitu juga kali ya? Setelah punya anak dan mengalami situasi itu sendiri, sayapun lebih bisa memaklumi ketika melihat ada anak yang nangis atau tantrum di mall karena tidak memperoleh apa yang mereka inginkan.

Lama-lama memang akan terbiasa dan akan jauh lebih bisa mengatasi kondisi-kondisi yang muncul. Practice makes perfect! Yup, dan setelah terbiasa malah saya merasa 2 bocah ini jauh lebih bisa menahan diri dan tidak rewel ketika pergi bertigaan saja πŸ™‚

image

Bocah temani mama ketemu teman-teman sekolah (Photo credit: Stephanie)

image

Yang ini gantian adek yang difoto (Photo credit: Stephanie)

Pergi bertiga dengan 2 balita tanpa bantuan? Tetap bisa enjoy dan have fun dong pastinya πŸ˜‰

image

Tagged , ,

Susun Gelang Warna Yuk!

Kegiatan: bermain seriation ring (gelang susun)
Usia: 16 bulan
Perlengkapan: seriation ring
Perlengkapan tambahan: mobil-mobilan
Fokus kegiatan: arranging (menyusun/mengatur)

***

Jadi ceritanya akhir-akhir ini mendapatkan kesempatan bermain berdua saja dengan bocah yang bakal berusia 17 bulan tanggal 20 nanti karena abang bangunnya suka telat. Jadilah kami bermain-main dengan mainan seadanya di sini.

image

Bermain gelang tumpuk.

Deo suka sekali bermain dengan mainan gelang tumpuk. Apa sih ya namanya? *mikir* sebutlah gelang susun ya. Setelah bolak-balik lepas pasang kamipun menambahkan mainan mobil-mobilan untuk disusun.

image

Menyusun mobil-mobilan.

Sempat mengajak Deo untuk mengelompokkan mobil dan gelang sesuai warna. Namun sepertinya masih have fun eksplorasi saja πŸ˜€

image

Mengelompokkan mobil-mobilan.

Yang dapat dipelajari dalam kegiatan ini:
– kosakata, bercerita
– berhitung, warna, pengelompokkan, menyusun
– stimulasi motorik halus, koordinasi tangan

Tagged , ,

Belajar Agar Berguna di Hari Tua (Part 1)

Setelah update kegiatan sedikit di blog baru terasa kangen rutinitas menulis setiap hari ya. Memang sejak September, kami keluar dari rutinitas kami sehari-hari dan berangkat ke Jakarta. Ngapain? Selain liburan panjang, Mikado menemani saya menimba ilmu.

***
Pelatihan Konselor Menyusui

Mungkin sebagian pembaca setia mikadoproject ini (pede bangets) tahu bahwa saya aktif di AIMI Kaltim. Organisasi nirlaba berbasis kelompok sesama ibu menyusui dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, informasi tentang ASI & prosentase ibu menyusui di Indonesia. Sudah beberapa tahun terakhir memang memiliki keinginan untuk mengikuti pelatihan konselor menyusui dan sempat maju mundur karena berbagai hal. Akhirnya datanglah kesempatan untuk ikut pelatihan tersebut 15-19 September yang lalu. Memang Tuhan memberikan kesempatan tepat pada waktunya ya. Kebetulan suami juga bisa cuti.

Sungguh pelatihan ini bermanfaat tidak hanya dalam dunia perASIan tetapi juga dapat digunakan sehari-hari dengan anak di rumah. Benar-benar refreshment pengetahuan saya karena teknik konseling yang digunakan kurang lebih mirip dengan apa yang pernah saya dapat sewaktu mengajar di salah satu sekolah yang berbasis Active Learning.

Jadi setelah mengikuti pelatihan konselor menyusui tersebut sekarang mengemban tugas sebagai konselor menyusui. Semoga selain dapat berkontribusi dalam meningkatkan prosentase menyusui di Indonesia (kaltim khususnya), pengetahuan yang diperoleh ini dapat berguna bagi diri dan orang lain terutama untuk di hari tua nanti.

image

Bersama para fasilitator dan peserta pelatihan lainnya

Tagged ,

Mobil Berbaris

Kegiatan: Bermain mobil-mobilan
Usia: 16 bulan
Perlengkapan: mobil-mobilan
Perlengkapan tambahan: balok kayu
Fokus kegiatan: arranging (menyusun/mengatur)

***
Mumpung sinyal sedang memadai, coba posting tulisan ah… Semenjak di Jakarta (sebenarnya sudah terlihat pas di Sangatta ya) , Deo suka sekali bermain dengan mobil-mobilan. Nah seperti biasa, kegiatan di mikadoproject ini selalu berdasarkan minat anak. Saya akhirnya coba mengajak Deo untuk menyusun dan membariskan mobil-mobilannya itu (mumpung abang belum bangun jadi bisa fokus one on one).

Sambil menyusun banyak sekali yang dapat diperkenalkan. Dari warna, jumlah sampai ke jenis mobilnya. Memang Deo ini enjoy sekali berlama-lama dengan mainannya itu. Sampai-sampai bisa saya tinggal merem-merem sekitar 10 menit :p

image

Menyusun mobil-mobilan jenis Volkswagen

image

Truk mengangkat balok kayu.

image

Hore! Semuanya baris.

Terlihat simple ya? Tapi banyak lho yang dapat dipelajari antara lain:
– kosakata, bercerita
– warna, berhitung, pengelompokkan
– kreativitas, inisiatif, imajinasi
– motorik halus.

Seru kan πŸ™‚

Tagged , , , ,