Monthly Archives: March 2014

Membuat Bola Kertas

Membuat bola dari kertas dengan tangan bagi orang dewasa adalah hal yang mudah. Bagi anak balita ternyata butuh usaha lho. Hari ini saya ingin menstimulasi anak menulis. Lho kok menulis malah robek-robek kertas? Dasar dari belajar menulis adalah melatih menguatkan tangan dan jari-jari anak. Salah satu kegiatannya bisa dengan aktivitas berikut.

Bahan:

image

Koran bekas

Kegiatan:

image

Merobek kertas menjadi kecil

image

image

Bola-bola kertas

image

Main lempar bola

Yang dipelajari:
– Motorik: motorik halus, koordinasi tangan
– Bahasa: kosakata, bercerita

Lumayan kertas koran bekas tidak menjadi sampah tetapi bisa menjadi mainan anak 🙂

Advertisements
Tagged , , , ,

Es Batunya Dingin!

Mayoritas tulisan di blog merupakan aktivitas dengan anak pertama saya Mikha yang sekarang berusia 27 bulan. Adiknya yang sekarang memasuki 9 bulan lebih banyak ikut-ikutan sewaktu kami melakukan kegiatan tersebut. Karena waktu kami sehari-hari ber 3 saja dari pagi sampai sore, jadi waktu khusus dengan Deo adalah saat Mikha sedang bermain atau jalan-jalan keluar dengan papa.

Seperti malam ini, Mikha sedang pergi menemani papa latihan koor. Sebelum Deo tidur tadi kami melakukan kegiatan stimulasi panca indera (sensory play) menggunakan es batu.

image

Apa itu nak?

image

Es batu… Dinginnn…

image

Yah, habis es nya ya dek.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengalaman sensory (indera) sebanyak-banyaknya. Lain kali kita main lagi ya dek!

Tagged , , ,

Mana Tutup Botolnya?

Hari ini kami bermain dengan botol-botol bekas selai. Baru ingat ada botol-botol bekas yang sudah tidak terpakai, daripada terbuang percuma lebih baik dimanfaatkan sebagai media belajar saja.

Bahan:
– Botol-botol bekas berbagai ukuran

image

Kegiatan:
Fokus kegiatan hari ini sebenarnya lebih ke motorik halus dengan memasangkan tutup botol yang sesuai dan kemudian melepaskannya kembali. Karena terdapat beberapa botol yang memiliki jenis dan ukuran yang sama maka akhirnya saya memutuskan untuk menempelkan kertas warna pada botol dan tutupnya.

image

Ayo tutup botolnya.

Akhirnya selain kegiatan motorik halus, saya juga sambil memperkenalkan warna-warna yang ada.

image

"Ini bukan kuning" kata Mikha.

Yang dipelajari:
– Mototik halus
– Konsep dasar matematika: warna, pasangan, ukuran, perbandingan ukuran, berhitung
– Bahasa: kosakata

Tips:
Bila ingin fokus memperkenalkan warna sebaiknya pilihan warna yang tidak terlalu banyak pada satu kegiatan. Dampingi anak dan ingatkan bahwa botol merupakan benda pecah belah.

image

Ada berapa botolnya nak?

Tagged , ,

Main Boling dengan Senang, Sedih atau Marah?

Masih berlanjut dengan kegiatan mengenalkan basic emotion, hari ini kami kembali melakukan permainan dengan gambar senang, sedih dan marah. Kali ini saya menempelkan gambar-gambar emosi tersebut pada botol-botol air mineral bekas dan kamipun bermain boling 🙂

Bahan:

image

Botol-botol bekas air mineral yang ditempeli gambar emosi

– bola

Kegiatan:
Sesuai dengan judulnya kita bermain boling tentunya.

image

1,2… lempar!

image

Mengenali gambar emosi yang dijatuhkan

Setiap kali melempar kita memilih melempar dengan ekspresi marah, senang atau sedih. Tidak lama kemudian sayapun akhirnya mengikuti permainan Mikha yang berubah dari bowling menjadi…

image

Boling dengan kaki 😀

image

Sampai bermain rintangan. Jangan sampai botolnya jatuh!

Yang dipelajari:
– Bahasa: kosakata, bercerita
– Mengenal emosi
– Konsep dasar matematika: berhitung
– Motorik: koordinasi tangan, kaki.
Pretend play

Kira-kira kegiatan apa lagi ya yang bisa membantu anak mengenal emosi?

image

Ekspresi emosi versi Mikha

Tagged , , ,

Aku Sedih, Marah atau Senang?

image

Credit: The Natural Parent Magazine

Pagi ini saya buka Path dan ada seorang teman yang posting gambar di atas. Mengutip kata teman saya “Anak berhak nangis untuk mengekspresikan perasaannya”. Memang kadang tanpa disadari sebagai orang tua sering ketika anak nangis kita berkomentar atau menasehati “Jangan nangis ya”. Padahal anak sedang mengekspresikan perasaannya, tidak jarang emosi perasaan tersebut akhirnya terpendam dan menumpuk sehingga merugikan kesehatan anak. Kita aja sebagai orang dewasa kadang dengan menangis perasaan menjadi sedikit lebih lega ya…

Berangkat dari hal tersebut, hari ini saya ingin memperkenalkan basic emotions (emosi dasar) kepada Mikha.

image

Basic Emotions. Credit: wikipedia

Dari 6 emosi (perasaan) yang terlihat di gambar, saya memilih 3 emosi yang lebih sering dirasakan anak-anak. Saya tidak sekaligus memperkenalkan semua agar lebih mudah dan fokus.

Bahan:

image

Gambar emosi senang, sedih dan marah yang ditempelkan pada stik es

image

Masing-masing stik emosi ditempelkan pada gelas plastik

Kegiatan:
Pertama-tama saya memperkenalkan masing-masing perasaan dengan memberikan contoh dan menceritakan saat-saat saya atau Mikha merasakan emosi tersebut. Saya juga sempat mengajak Mikha untuk mengekspresikan senang, marah dan sedih.

image

Ekspresi sedih ala Mikha (adek Deo mengamati di belakang)

Kemudian minta anak mencocokan masing-masing perasaan.

image

Cocokkan sambil mengekspresikan emosi masing-masing

image

Sedih, marah dan senang 🙂

Bila ingin dilanjutkan dengan kegiatan berhitung dapat juga menempelkan angka-angka pada gelas plastik.

image

Yang dipelajari:
– Bahasa: kosakata, bercerita
– Mengekspresikan perasaan/emosi
– Konsep dasar matematika: pengelompokkan, berhitung

Kegiatan ini juga terinspirasi dari kegiatan yang dilakukan di Learning4Kids.

image

Credit: Learning4Kids

Tagged , , , , , ,

Daun, Ranting & Cat Warna

Hari ini kami kembali bermain dengan cat warna. Namun kami tidak menggunakan mainan melainkan daun dan ranting yang kami temukan di luar.

Bahan:
– kertas

image

Cat warna

image

Daun dan ranting

Kegiatan:
Kami melukis menggunakan ranting dan juga mencoba membuat cap bentuk daun pada kertas.

image

image

Walau sesuatu hal yang baru untuk Mikha, ia tidak terlalu tertarik lama-lama melakukan kegiatan ini. Beda dengan kegiatan kami sebelumnya yang menggunakan mainan.

image

Yang dipelajari:
– imajinasi, kreatifitas
– kosakata, bercerita
– motorik halus
– bentuk, warna

Lain kali coba media atau cara lain untuk lukis ya nak.

Tagged , , , ,

Jadwal Kegiatan Sehari-hari Kami di Rumah

Ada seorang teman yang bertanya di salah satu tulisan saya. Apa saya menyiapkan activity plan atau kegiatan untuk Mikha? Selama ini saya tidak pernah menyiapkan rencana kegiatan yang terstruktur. Seluruh kegiatan kami di rumah tergantung minat dan kegemaran Mikha pada saat itu. Paling kalau saya mempersiapkan sesuatu, saya siapkan pada malam hari. Lebih sering baru kepikiran pas pagi harinya 😀 Kami tidak (belum) pernah memasang target pencapaian pada anak-anak, yang kami lakukan adalah memberikan berbagai macam kegiatan dan pengalaman kepada mereka melalui kegiatan yang menyenangkan atau bermain.

Sebagai contoh suatu malam Mikha bermain dengan balok-balok pasang. Nah, esok harinya sayapun mengajak Mikha bermain lagi dengan balok pasang.

image

image

Saya tambahkan beberapa mainan selain balok

image

Anak di extend permainannya dan diajak bercerita

Dalam kegiatan tersebut saya tambahkan kegiatan bercerita, berhitung dsb. Jadi tanpa disadari sambil bermain iapun memperoleh sesuatu. Kalau untuk Deo…

image

Biarkan ia bereksplorasi saja 🙂

Kami berusaha membangun rutinitas sehari-hari dengan jadwal yang tidak jauh berbeda (kecuali sabtu minggu ya). Kami baru saja akan menggunakan jadwal bergambar kegiatan sehari-hari yang ada di bawah ini. Jadwal dapat diubah sesuai kebutuhan. Semoga dapat konsisten menjalankannya ya.

image

image

image

Sebenarnya untuk Mikha sudah cukup konsisten menerapkan jadwal sehari-hari. Yang masih sulit itu Deo karena masih nyusu dan kadang sulit ditinggal tetapi sebisa mungkin stick to the plan. Jadi ada kalanya saya masak dengan suara tangisan di latar belakang 🙂

Tagged ,

Proyek Memasak: Bola-Bola Keju

Pagi ini cuaca mendung dan hujan sehingga kami tidak dapat bermain di luar. Lagipula hari ini papa ada acara kantor sehingga kami ber 3 saja di rumah. Akhirnya kami melakukan proyek memasak dadakan (kebetulan adik Deo masih tidur). Dikarenakan kami belum belaja mingguan jadi bahan yang tersedia di rumah terbatas. Yang langsung terlintas di pikiran saya adalah membuat “chocolate balls”. Pertama karena mudah dieksekusi, ke-2 tidak memerlukan proses memasak.

Sebenarnya banyak resep “chocolate balls” di internet salah satunya resep dari wikihow. Namun karena banyak bahan yang tidak ada di rumah jadi saya mengarang sendiri saja (terus buat apa browsing ya? :p). Kami akhirnya mengganti chocolate balls menjadi cheese balls (bola-bola keju) karena tidak ada cokelat di rumah.

Resep yang saya pakai:
– biskuit
– keju parut
– susu kental manis

Takarannya? Kira-kira 😀 Lalu saya gambarkan resepnya agar lebih mudah dipahami.

image

Banyak tempelan karena salah gambar

Seharusnya diberi takaran yang tepat dan mudah dipahami seperti: 2 sendok keju parut, 3 sendok susu kental manis ya. Namun karena buru-buru jadi seadanya saja (maafkan mama nak!).

Resep siap, bahan siap, alat siap… Jangan lupa cuci tangan dulu.

image

Credit: appadvice

Lalu kamipun mulai membuat cheese balls.

image

Masukan biskuit ke dalam plastik (saya menggunakan plastik dengan lock)

image

Hancurkan biskuitnya

image

Tuangkan susu kental manis ke dalam mangkuk berisi biskuit hancur

image

Campur adonan biskuit dan bentuk bola-bola

image

Gulingkan dalam parutan keju

image

Lalu kejunya dicemilin :p

image

Masukkan ke dalam wadah kertas

image

Simpan di lemari pendingin

image

Tadaaa… 30 menit kemudian bola-bola keju siap dimakan.

Demikian proyek memasak kami di hari Sabtu ini. Untuk cemilan yang lebih menyehatkan pilih biskuit yang rendah gula (atau bisa diganti dengan oat) dan susu kental manis dapat diganti dengan madu atau bisa juga mengikuti resep-resep healthy chocolate balls di sini.

Lain kita bikin cemilan yang lebih sehat ya nak!

Tagged , , ,

Proyek Memasak: Bola-Bola Keju

Pagi ini cuaca mendung dan hujan sehingga kami tidak dapat bermain di luar. Lagian hari ini papa ada acara kantor sehingga kami ber 3 saja di rumah. Akhirnya kami melakukan proyek memasak dadakan (kebetulan adik Deo masih tidur). Dikarenakan kami belum belaja mingguan jadi bahan yang tersedia di rumah terbatas. Yang langsung terlintas di pikiran saya adalah membuat “chocolate balls”. Pertama karena mudah dieksekusi, ke-2 tidak memerlukan proses memasak.

Sebenarnya banyak resep “chocolate balls” di internet salah satunya resep dari wikihow. Namun karena banyak bahan yang tidak ada di rumah jadi saya mengarang sendiri saja (terus buat apa browsing ya? :p). Kami akhirnya mengganti chocolate balls menjadi cheese balls (bola-bola keju) karena tidak ada cokelat di rumah.

Resep yang saya pakai:
– biskuit
– keju parut
– susu kental manis

Takarannya? Kira-kira 😀 Lalu saya gambarkan resepnya agar lebih mudah dipahami.

image

Banyak tempelan karena salah gambar

Seharusnya diberi takaran yang tepat dan mudah dipahami seperti: 2 sendok keju parut, 3 sendok susu kental manis ya. Namun karena buru-buru jadi seadanya saja (maafkan mama nak!).

Resep siap, bahan siap, alat siap… Jangan lupa cuci tangan dulu.

image

Credit: appadvice

Lalu kamipun mulai membuat cheese balls.

image

Masukan biskuit ke dalam plastik (saya menggunakan plastik dengan lock)

image

Hancurkan biskuitnya

image

Tuangkan susu kental manis ke dalam mangkuk berisi biskuit hancur

image

Campur adonan biskuit dan bentuk bola-bola

image

Gulingkan dalam parutan keju

image

Lalu kejunya dicemilin :p

image

Masukkan ke dalam wadah kertas

image

Simpan di lemari pendingin

image

Tadaaa… 30 menit kemudian bola-bola keju siap dimakan.

Demikian proyek memasak kami di hari Sabtu ini. Untuk cemilan yang lebih menyehatkan pilih biskuit yang rendah gula (atau bisa diganti dengan oat) dan susu kental manis dapat diganti dengan madu atau bisa juga mengikuti resep-resep healthy chocolate balls di sini.

Lain kita bikin cemilan yang lebih sehat ya nak!

Tagged , , ,

Proyek Memasak: Bola-Bola Keju

Pagi ini cuaca mendung dan hujan sehingga kami tidak dapat bermain di luar. Lagian hari ini papa ada acara kantor sehingga kami ber 3 saja di rumah. Akhirnya kami melakukan proyek memasak dadakan (kebetulan adik Deo masih tidur). Dikarenakan kami belum belaja mingguan jadi bahan yang tersedia di rumah terbatas. Yang langsung terlintas di pikiran saya adalah membuat “chocolate balls”. Pertama karena mudah dieksekusi, ke-2 tidak memerlukan proses memasak.

Sebenarnya banyak resep “chocolate balls” di internet salah satunya resep dari wikihow. Namun karena banyak bahan yang tidak ada di rumah jadi saya mengarang sendiri saja (terus buat apa browsing ya? :p). Kami akhirnya mengganti chocolate balls menjadi cheese balls (bola-bola keju) karena tidak ada cokelat di rumah.

Resep yang saya pakai:
– biskuit
– keju parut
– susu kental manis

Takarannya? Kira-kira 😀 Lalu saya gambarkan resepnya agar lebih mudah dipahami.

image

Banyak tempelan karena salah gambar

Seharusnya diberi takaran yang tepat dan mudah dipahami seperti: 2 sendok keju parut, 3 sendok susu kental manis ya. Namun karena buru-buru jadi seadanya saja (maafkan mama nak!).

Resep siap, bahan siap, alat siap… Jangan lupa cuci tangan dulu.

image

Credit: appadvice

Lalu kamipun mulai membuat cheese balls.

image

Masukan biskuit ke dalam plastik (saya menggunakan plastik dengan lock)

image

Hancurkan biskuitnya

image

Tuangkan susu kental manis ke dalam mangkuk berisi biskuit hancur

image

Campur adonan biskuit dan bentuk bola-bola

image

Gulingkan dalam parutan keju

image

Lalu kejunya dicemilin :p

image

Masukkan ke dalam wadah kertas

image

Simpan di lemari pendingin

image

Tadaaa… 30 menit kemudian bola-bola keju siap dimakan.

Demikian proyek memasak kami di hari Sabtu ini. Untuk cemilan yang lebih menyehatkan pilih biskuit yang rendah gula (atau bisa diganti dengan oat) dan susu kental manis dapat diganti dengan madu atau bisa juga mengikuti resep-resep healthy chocolate balls di sini.

Lain kita bikin cemilan yang lebih sehat ya nak!

Tagged , , ,