Busy Bag: Caterpillar Game

Terinspirasi dari salah satu blog yang saya ikuti, saya membuat ulat untuk dimainkan Mikha. Sebenarnya saya ingin Mikha melatih motorik halusnya dengan menggunakan jepitan kayu dan kebetulan ia sedang gemar menyebutkan huruf jadilah membuat ulat dengan huruf-huruf di badannya 😀

image
Ulat dengan huruf yang dibentuk dari kawat berbulu
image
Huruf-huruf yang sama pada badan 'caterpillar'
image
Sekalian memperkenalkan huruf yang ada di namanya.
image
Koordinasi jari & tangan untuk menjepit

Karena fokusnya melatih motorik jadi terserah anaknya mau menjepit di bagian ulat manapun 😀

Badan ulat tersebut direkatkan dengan velcro sehingga dapat disimpan di dalam tas (bag) dengan rapi.

image

Jadi permainan ini dapat dimainkan lagi di lain waktu (untuk kegiatan independen)  dan juga dapat dibawa ketika travelling.

image

Tidak ketinggalan adek Deo juga bereksplorasi dengan jepitan kayu 🙂

image

Advertisements

Kreasi Dengan Kawat Berbulu

Setelah 3 minggu meninggalkan rumah, akhirnya kami kembali juga. Senang kembali walau sungguh berat untuk mulai kembali rutinitas sehari-hari.

Girangnya ketika saat liburan kami menemukan kawat berbulu warna warni di salah satu toko yang berbasis online. Saya selalu suka kawat berbulu (pipe cleaners) ini karena selain warnanya menarik, dapat dibentuk sesuai keinginan. Dapat juga dijadikan bahan untuk melatih motorik halus anak.

image
Kawat berbulu/pipe cleaners

Kali ini saya memperkenalkan kawat berbulu ini kepada Mikha dan menunjukan bahwa benda tersebut dapat dibentuk menjadi benda-benda yang diinginkan. Kami akhirnya membuat kacamata dan jam 🙂

image
Kacamata (atau kacamuka ya?) dari kawat berbulu
image
Jam dari kawat berbulu
image
"I'm a superhero" kata Mikha

Kegiatan sederhana untuk memulai kembali keseharian kami.

Yang dipelajari:
– Bahasa: kosakata/bercerita
– Motorik halus
Pretend play, permainan imajinasi.

Menjepit & Menyusun

Sudah beberapa kali kami bolak-balik ke toko buku di Balikpapan dan berulang kali saya mengeluh barang-barang yang dicari tidak ada. Lalu akhirnya papa mengantarkan kami ke toko perlengkapan yang berada tidak jauh dari rumah. Hasilnya…

image
Semua ingin diborong!

Walau memang tidak semua barang-barang di foto saya dapatkan di toko tersebut, namun hati pun puas dengan yang diperoleh. Tinggal memanfaatkannya ketika kembali ke Sangatta nanti 🙂

Saya sempat menunjukkan barang-barang tersebut kepada Mikha. Ia tampak berbinar-binar melihatnya. Saya pun akhirnya mengijinkan dirinya untuk melihat-lihat, mengeksplorasi dan bermain dengan bahan-bahan tersebut.

image
Bermain jepitan & kawat berbulu.

image

image
Menghitung kancing.
image
Menyusun kancing dan kerincingan.

image

Mikha memilih dan memainkan bahan-bahan tersebut secara independen, tanpa instruksi apapun dari saya. Ia pun terlihat menikmati permainannya sendiri. Ah, tidak sabar membuat kegiatan dengan bahan-bahan tersebut. Sampai berjumpa di tulisan selanjutnya 🙂

Sensory Play: Spaghetti Kadarluarsa

Tidak terasa, sudah masuk bulan Juli ternyata belum sempat membuat tulisan baru di blog ini. Kami memang sedang menikmati liburan sehingga aktivitas kamipun diluar keseharian kami 🙂

Sebelum berangkat liburan, kami sempat melakukan kegiatan dengan spaghetti. Hmmm… Memang tidak biasanya kami bermain dengan bahan makanan karena bagaimanapun makanan itu bukan mainan dan banyak di luar sana yang masih kesulitan untuk memperoleh makanan. Namun kali ini pengecualian karena terdapat sisa spaghetti yang tidak sempat dimasak dan keburu kadaluarsa. Jadi daripada terbuang sia-sia, dimanfaatkan saja sebagai media pembelajaran untuk menstimulasi panca indera.

image
Sensory play: spaghetti dan es batu

Sebelum bermain sayapun mengingatkan bahwa spaghetti tersebut kami gunakan karena sudah kadarluarsa sehingga tidak dapat dimakan.

image
Merasakan tekstur spaghetti

Aktivitas yang mungkin leboh difokuskan untuk adik Deo, namun tetap menarik bagi abang Mikha 🙂

Yang dapat dipelajari:
– Bahasa: kosakata bercerita
– stimulasi panca indera: peraba, penciuman, penglihatan