Monthly Archives: December 2013

MPASI Perdana: Alpukat

Kalau kemarin ulang tahun Abang Mikha, hari ini pertama kalinya Deo memperoleh asupan lain setelah 6 bulan memperoleh hanya ASI. Ya, hari ini MPASI perdana Deo. Momen yang dinanti-nanti. Padahal sudah melewatinya dengan Mikha tetapi tetap saja seperti pertama kali menyiapkan MPASI. Bedanya kali ini lebih santai dan lebih relax.

Tanpa berlama-lama bingung menentukan makanan pertama Deo, saya pun memilih memulai dengan alpukat. Kenapa? Karena alpukat merupakan buah yang relatif aman untuk makanan pertama bayi dan memiliki nilai nutrisi yang baik.

Selain itu cukup mudah untuk dipersiapkan. Tinggal dikerok dan diencerkan dengan ASI/air. Sesuai dengan panduan WHO, makanan yang diberikan tidak terlalu encer agar nutrisinya tidak hilang. Sekilas panduannya dapat dibaca di kultwit oleh AIMI.
image

image

Inilah ekspresinya sewaktu makan

image

Reaksi Deo pertama kali makan? Seperti foto di atas. Awalnya penasaran, merem-melek, sampai seperti mau muntah. Tidak menolak sih tapi seperti bingung ini apa yang dikasih mama ya. Hehehe…

Besok kita makan lagi ya dek. Masih dengan menu alpukat tentunya. Oiya, mungkin postingan ini sekaligus menjadi postingan terakhir mengenai kegiatan anak-anak di tahun 2013 karena kita akan berangkat liburan. Sampai ketemu di tahun 2014 ๐Ÿ™‚

Advertisements
Tagged , ,

19 Desember 2011, 11:23 AM Wita

image

Engkau yang selalu mengingatkan kami akan kuasa Tuhan.

Selamat Ulang Tahun Abang Mikha!
Semoga Tuhan senantiasa melindungi dan menerangi langkahmu.

Tagged ,

Ember Imajinasi: Topi, Mangkuk dan Bola Plastik

Kami memiliki sebuah ember hijau di rumah, ember imajinasi namanya. Kalau Mikha mulai bereksplorasi dengan ekstrim (baca: mulai mengacak-ngacak seisi rumah) saya selalu mengajaknya untuk bermain dengan ember imajinasi.

image

Saya memilih 3 benda untuk ditaruh di dalam ember. Benda yang saya taruh biasanya memenuhi salah satu dari kriteria di bawah ini:
– Benda yang dapat digunakan dengan berbagai macam cara
– Benda yang saling berhubungan
– Benda yang penggunaannya saling mendukung

Tetapi kadang saya memasukan benda secara random seperti hari ini; topi, mangkuk dan bola plastik. Sebenarnya tidak harus ember atau wadah tertutup, tetapi sensasinya berbeda kalau ada tutupnya. Anak jadi penasaran ingin tahu apa yang ada di dalamnya. Tujuan kegiatan (sesuai dengan namanya) adalah untuk mengembangkan kreatifitas dan imajinasi anak.

image

Setelah ember dibuka Mikha hanya tertarik dengan mangkuk. Penasaran sedang bermain apa, ternyata Mikha menjadikan mangkuk sebagai setir mobil. Ia pun lalu berpura-pura mengendarai mobil.

image

“Ngeeeeng….”

image

Ia pun terlihat seperti berpura-pura menekan bagian tengah mangkuk (klakson mungkin ya?).

image

Keliling rumah…

image

Bila dikembangkan, permainan ini bisa berlanjut menjadi permainan lain. Misalkan: mengendarai mobil ke pasar, mengantar adik ke dokter, menjadi supir bus dan lain sebagainya.

Bagi orang dewasa mangkuk ya dipakai untuk makan, tapi bagi anak-anak dapat dimanfaatkan menjadi hal lain. Semoga saya selalu ingat untuk tidak mematikan kreativitas anak ya. Karena jujur saja kadang kurang sabar menghadapi tingkah laku anak-anak di rumah. Efek kepikiran kerjaan rumah yang menumpuk (alasan aja ya!).

Yang dapat dipelajari:
– kreativitas
– imajinasi / pretend play
– kosakata, bahasa & bercerita
– konsep dasar matematika

Tagged , , ,

Motorik Halus: Bermain Dengan Karet Warna-Warni

Memanfaatkan barang yang ada di rumah. Mungkin itu yang sering terjadi ketika bermain dengan anak pertama saya. Entah kenapa ia lebih senang bereksplorasi barang-barang atau peralatan yang ada di rumah ketimbang mainan yang memang khusus dibelikan untuknya (kayaknya setiap anak gitu ya).

Jadi ceritanya kali ini Mikha menemukan karet rambut saya yang tersimpan di laci lemari (lupa kunci lemari) dan jadilah kami bermain itu. Saya justru lupa bahwa saya memiliki karet rambut warna-warni ini (karena sudah lama tidak berambut panjang).

*****

Alat/bahan:
– karet rambut atau karet gelang
– tabung/rol bekas tissue yang dapat dimasukkan karet.
image

Kegiatan:
Setelah saya menunjukkan cara bermain, Mikha pun langsung sibuk sendiri. Lumayan, membuat dirinya tenang untuk beberapa saat.

image

image

image

Yang dapat dipelajari:
– motorik halus
– koordinasi tangan
– menyelesaikan masalah
– konsep dasar matematika

Tips:
Tabung atau rol tissue dapat diganti dengan yang lain. Bisa juga dicoba dengan menggunakan berbagai benda untuk dikareti (apa ya bahasa yang tepat?) dan juga bermacam-macam jenis karet agar melatih motorik dan kemampuan problem solving anak.

Tagged , ,

Mendidik Anak Dengan Positif Melalui Permainan

“Earlier is not better. All children accomplish milestones in their own time” – Maggie Gerber

Merupakan hal lumrah bagi manusia untuk membandingkan sesuatu hal. Sebenarnya selama hal tersebut tidak merugikan diri sendiri atau orang lain tidak masalah ya. Yang menjadi masalah ketika orang membandingkan sesuatu hal dengan tujuan pamer atau menjatuhkan pihak lain. Termasuk ketika kita membanding-mandingkan perkembangan atau kemampuan anak. Saking seringnya hal itu terjadi sehingga sebagian besar menarik kesimpulan bahwa semakin dini anak dapat mencapai suatu prestasi semakin pintar anak tersebut. Sehingga tujuan pengasuhan, mendidik atau menyekolahkan anak itu seringkali bergeser. Padahal seperti yang tertulis pada awal tulisan ini, “earlier is not better” dan “all children accomplish milestones in their own way, in their own time”. Ya, setiap anak unik serta memiliki tahapan sendiri dalam belajar dan mencapai suatu milestone (walau ada standar milestone yang dapat dijadikan acuan).

Itu pula yang sering saya sampaikan melalui tulisan-tulisan kegiatan anak-anak di blog ini. Sejujurnya sulit juga ya, mau seberapa susah berusaha untuk tidak membanding-bandingkan tetapi pasti pernah terbersit sedikit saja ketika melihat postingan status atau foto orang lain tentang pencapaian anak, “kok anak saya belum bisa ya?”. Manusiawi kok (pembenaran).

Bagaimana memaksimalkan potensi anak dalam mencapai milestones pribadi nya? Kalau saya lebih banyak memberi contoh (untuk yang berhubungan dengan life skills), mengajaknya bermain dan memberinya ruang untuk eksplorasi. Kegiatan-kegiatan yang saya share di blog ini sebagian besar bermula dari ketertarikan anak dalam permainan tersebut (child oriented activities). Jadi saya mengikuti lead anak dalam bermain dan saya hanya ikut dalam permainannya. Pada saat saya mengenalkan aktivitas atau mainan baru pun saya hanya menunjukkan di awal dan selanjutnya terserah anak mau mengikuti atau tidak (walau sebenarnya dalam hati gemes pengen anaknya mengikuti seperti apa yang kita lakukan). Meskipun kita hanya menjadi partner dalam bermain, anak dapat semakin berkembang permainannya tanpa harus dituntun oleh orang dewasa. Tetapi memang harus kreatif untuk mengembangkan permainan mereka dan benar-benar mengamati cara bermain mereka.

Kira-kira yang dapat saya bagikan dalam cara bermain saya dengan anak adalah sbb:
1. Bermain dengan posisi se- level dengan anak.
2. Ikut dalam permainan anak
3. Kembangkan permainan anak melalui pertanyaan terbuka, pertanyaan yang memiliki jawaban lebih dari satu. Contoh: mobilnya warna apa? (bukan mobilnya warna merah ya?), kudanya makan apa? (kuda makan rumput ya?), dsb.
4. Observasi anak sehingga kita tau anak tertarik dengan kegiatan apa dan bagaimana cara bermainnya.

Berikut sebagian foto-foto kegiatan anak-anak.
image

image

Dan tidak ketinggalan, peran ayah dalam keseharian anak-anak itu besar sekali. Jadi pasti ada momen bermain bersama ๐Ÿ™‚

image

Jadi bagaimana caranya membandingkan anak secara positif? Yaitu dengan tidak membandingkannya dengan anak lain melainkan dirinya sendiri. Melalui aktivitas positif bermain maka kita dapat membantu anak mencapai milestones dengan cara dan waktunya sendiri.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Tabloid Nakita.

Tagged , , ,

Hati-Hati Botolnya Jatuh

Di saat-saat saya sedang menyusui adek, masak atau kegiatan lain yang mengharuskan abang bermain sendiri, ia selalu menemukan ‘harta karun’ di lemari gudang. Biasanya memang kamar gudang tersebut suka saya kunci agar abang tidak bermain di dalam tetapi lebih sering lupanya ๐Ÿ˜€

Kali ini Mikha menemukan nampan (ketahuan jarang ada tamu di rumah secara nampan tersimpan rapi di gudang :p) dan menjadikannya alat main. Akhirnya saya menjadikan media belajar (sambil main tentunya).

Alat:
– nampan
– botol
image

Kegiatan:
Bagi orang dewasa, membawa-bawa botol atau barang di nampan mungkin hal yang sepele. Namun bagi anak-anak merupakan hal yang cukup sulit. Kalau bagi Mikha mungkin nampannya sedikit terlalu besar untuk dirinya.

image

Mencoba mengangkat dengan dibantu

Karena jatuh terus akhirnya Mikha menyingkirkan botol yang tinggi.

image

Berhasil tanpa bantuan

Tidak lama kemudian nampan pun dijadikan ‘topi’.
image

Begitulah sehari-hari, ujung-ujungnya alat dipakai untuk hal lain oleh Mikha ๐Ÿ™‚

Yang dapat dipelajari:
– koordinasi dan keseimbangan
– menyelesaikan masalah (problem solving)

Tips:
Beri anak kesempatan untuk mencoba mengangkat berbagai barang dengan menggunakan nampan. Biarkan anak menemukan caranya sendiri untuk memindahkan barang-barang tersebut.

Tagged , , ,

Motorik Halus: Menempel Segitiga dan Segiempat

Rata-rata kegiatan kami sehari-hari di rumah dikembangkan dari minat dan kegemaran anak (child-oriented). Namun dalam kegiatan tersebut saya juga berusaha memperkenalkan aktivitas baru bagi Mikha. Akhir-akhir ini kami mulai lebih banyak melakukan aktivitas motorik halus atau aktivitas duduk dalam jangka waktu tertentu (nah kalau ini lebih ke adult-oriented karena kalau anaknya pasti maunya aktivitas bergerak terus :p).

Hari ini kami melakukan kegiatan menempel kertas bentuk.

Alat/bahan:
image

– lem kertas
– kertas bentuk (saya menggunakan kertas origami yang sudah dipotong menjadi bentuk segitiga dan segiempat)

Kegiatan:
Saya sempat menunjukkan cara menempel kertas menggunakan lem, lalu saya biarkan Mikha bereksplorasi lebih lanjut.

image

Setelah bereksplorasi dengan lem, ia pun mulai berusaha menempel kertas-kertas yang disediakan.

image

Dan ini hasil perdana bermain tempel-menempel dengan lem.

image

Yang dapat dipelajari:
– stimulasi motorik halus
– koordinasi tangan
– menyelesaikan masalah (problem solving)
– konsep dasar matematika: warna, bentuk, berhitung
– kosakata dan bercerita
– kreativitas

Tagged , , , ,

Pakai Baju Yuk Beruang & Koala!

Beberapa waktu yang lalu saya baru saja memilah-milah baju anak-anak yang sudah tidak lagi terpakai. Baju-baju yang masih layak pakai rencananya akan disumbangkan. Ada beberapa baju yang sudah pudar, mau disumbangkan pun tidak pantas jadi daripada dibuang dimanfaatkan saja sebagai bahan main anak. Sehingga kami pun hari ini bermain memakaikan pakaian ke boneka-boneka yang ada di rumah.

Oiya, berbicara mengenai boneka kemarin saya menemukan gambar yang menarik.

image

Bukan promosi ya. Gambar tersebut saya dapat dari salah satu FB page yang saya ikuti dan merupakan iklan dari salah satu produk gendongan. Sekarang banyak iklan-iklan mainan yang sudah tidak membedakan gender. Jadi orang tua diharapkan untuk memperkenalkan segala macam permainan (dan mainan). Tidak ada salahnya kan anak laki-laki bermain boneka dan anak perempuan bermain robot-robotan? Selama orang tua berperan sesuai dengan porsinya (terutama ayah) maka anak juga akan tumbuh maksimal. Mikha juga termasuk anak yang gemar bermain dengan boneka dan itu tidak menjadikannya kemayu kok. Hehe…

Oke itu tadi hanya intermezzo, kembali ke aktivitas kita hari ini.

Alat/bahan:
– boneka yang dapat dipakaikan baju dan celana atau pakaian lain
– baju-baju bekas bayi/anak

image

Kegiatan:
Saya menyediakan baju tanpa kancing dan juga dengan kancing dengan harapan bila Mikha memilih baju berkancing ia akan berlatih membuka dan mengancingkannya kembali. Namun ternyata ia lebih memilih memasukannya langsung dari kepala boneka ๐Ÿ˜€

image

Mikha hanya memakaikan pakaian ke boneka koala (maklum boneka favoritnya), sisanya ia meminta saya untuk membantunya. Setelah itu ia seru bersantai-santai dan bermain dengan 3 bonekanya.

image

Yang dapat dipelajari:
– stimulasi motorik halus
– melatih life skill
– koordinasi tangan
– menyelesaikan masalah (problem solving)
pretend play
– kosakata / bercerita

Tagged , , ,

Kaki Kanan dan Kiri

Dalam rangka meningkatkan ketertarikan Mikha dalam menggunakan alat tulis, kali ini kembali saya melakukan aktivitas menggambar anggota tubuh. Kali ini yang kami gambar adalah kaki. Kegiatan dengan cara yang sama seperti kegiatan menggambar tangan di tulisan saya dengan judul ‘Tangan Kanan dan Kiri’ namun alat tulisnya kali ini menggunakan spidol (sudah siap menanggung resiko membersihkan coretan spidol. Hehe :D).

Awalnya seru corat-coret hasil gambar kakinya sendiri.

image

Lalu sadar kalau spidol bisa digunakan untuk mencoret tangannya (baru pertama kali memakai spidol). Jadilah coret-coretan berubah dari kertas ke tangan.

image

Hasilnya…

image

Lalu ditempel di tembok ๐Ÿ™‚

image

Yang dapat dipelajari:
– stimulasi motorik halus (menggambar, buka-tutup spidol)
– kosakata

Selanjutnya bagian tubuh apa yang bisa digambar ya?

Tagged , , ,

Sensory Play: Bola Merah, Bola Hijau

Sejak dibelikan bola plastik untuk di sensory pool, kegemaran Mikha terhadap benda bundar tersebut semakin menjadi-jadi. Daripada ia hanya sekedar melempar-lempar jadilah bola-bola tersebut dijadikan media pembelajaran warna.

Saya sempat mentransformasi kotak-kotak bekas sereal menjadi wadah untuk bola. Kali ini saya memperkenalkan warna merah dan hijau (karena mengingatkan pada suasana Natal).

Alat:
image

Kegiatan:
Saya mengajak Mikha untuk memasukan bola-bola plastik sesuai dengan warnanya.
image

Pada saat anak memasukan bola tidak sesuai dengan warna, jangan langsung mengatakan salah dan mengoreksinya. Dapat dijadikan momen untuk menambah kosakata “oh kamu menaruh bola merah di kotak hijau”. Tanpa niat untuk mengoreksi atau meminta Mikha untuk memindahkan bola tersebut, ia pun dengan sendirinya memindahkan bola yang tidak sesuai itu.

image

image

Yang dapat dipelajari:
– pengelompokkan
– warna
– berhitung
– kosakata
– stimulasi panca indra

Tips:
Boks dapat digantikan dengan ember atau wadah yang lebih besar sehingga anak dapat bermain lempar bola sesuai dengan warnanya ๐Ÿ™‚

Tagged , ,