Monthly Archives: July 2016

Hunting Sekolah

Saat kami pindah kembali ke Jakarta, salah satu kegalauan saya adalah mencari sekolah yang sesuai dengan anak, hati dan tentunya kocek 😅 Usia Mikha yang telah waktunya untuk masuk TK. Tadinya kami juga mempertimbangkan menunda 1 tahun dan bersekolah di rumah, namun anaknya sudah tidak sabar ingin bersekolah. Kami tidak memasukan anak-anak sekolah sejak dini karena banyak pertimbangan salah satunya adalah kematangan usia. Memang sebelumnya mereka sempat bersekolah di kelompok bermain namun itu karena saya yang mengajar 😅

 Sebelumnya kami tinggal bersama dengan orang tua di daerah Muara Karang. Banyak sekali pilihan sekolah yang cukup dekat dengan rumah saat itu. Dari sekolah swasta sampai internasional. Namun jujur saja, tidak ada satupun yang melekat di hati karena rata-rata sekolahnya terlalu menekankan pada akademis. 
Waktu berlalu, belum juga kami menemukan sekolah yang pas. Sampai akhirnya kami diberi rejeki untuk pindah ke daerah Bintaro. Saya sempat naksir sekolah Ibu Kelinci karena cara belajarnya seru dan harganya terjangkau. Namun sayang sekali walau jaraknya tidak terlalu jauh, kami harus melewati jalan yang macet sekali. 

Kami sempat survey ke beberapa sekolah dan mengikuti trial. 

1. Sekolah dengan kurikulum sendiri dan berbahasa inggris.

Trial di sekolah tersebut Mikha cukup excited. Guru-gurunya pun ramah. Kekurangannya adalah space yang sempit karena sekolahnya di perumahan. Ditambah area bermain outdoor nya kecil.

2. Trial di sekolah bermetode Montessori dan bahasa inggris. 

Tadinya saya cukup excited dengan sekolah tersebut. Selain karena ruang kelas yang menarik, karena metodenya montessori. Namun rupanya saat trial sekolah tersebut akademis sekali. Karena Mikha dibilang belum bisa huruf dan angka *langsung illfeel*

3. Sekolah dengan kurikulum 2013 ditambah dengan kurikulum sekolah dan berbahasa Indonesia 

Pertama kali ke sekolah ini memberi kesan ‘wow’ luas sekali outdoor playground nya. Ruang kelasnya berbentuk sentra-sentra sehingga anak-anak belajar dengan sistem moving class. Sempat sedikit ragu karena masuknya dengan tes dan waktu belajarnya panjang. Namun setelah mengikuti tes, ternyata hasilnya untuk melihat cara belajar anak. Anaknya juga pada akhirnya memilih sekolah ini.

5 hari menjalani masa pengenalan, terlihat anaknya enjoy dengan kesehariannya. Sampai-sampai sempat demam pun bilangnya mau berangkat sekolah. Yang saya sukai dari sekolah ini adalah kegiatan-kegiatan yang beragam selain di masing-masing sentra, ada kegiatan paduan suara, renang, menari. Jadi anak tidak hanya duduk mengerjakan worksheet atau berkegiatan di tempat duduk dan bisa terpenuhi motorik kasarnya. Ada juga kegiatan klub yang bisa diikuti, namun itu hanya kegiatan pilihan.

Hari pertama sekolah



Ya, mudah-mudahan anaknya terus menikmati hari-harinya di sekolah. Lumayan ada waktu beberapa jam untuk menghabiskan waktu dengan Deo dan bayi 😊

Tagged , ,

Kartu Bergambar

Halo pembaca setia (terlalu pede), kemajuan yang sangat berarti. Saya dapat membuat postingan 2 hari berturut-turut! 

Masih dalam rangka berusaha membuat kegiatan berdasarkan minat dan perkembangan anak-anak, tentunya dengan persiapan yang seminimal mungkin untuk memperoleh momen bermain yang semaksimal mungkin. Dengan begitu padatnya jadwal keseharian (sok sibuk padahal biasa aja), bila saya ingin mengadakan kegiatan yang sedikit terarah (adult-oriented) maka bahan yang dipergunakan harus dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk balita dan bayi. Maksudnya agar tidak buang-buang waktu mempersiapkan bahan. Jadi pastinya segala peralatan DIY yang terlalu rumit itu sementara dikeluarkan dari list karena saya tidak sanggup mengerjakannya 😀

Target utama stimulasi adalah bayi usia 2,5 bulan. Kegiatan kali ini saya memilih aktivitas yang disukai oleh Deo yaitu; menggambar dan menggabungkannya dengan aktivitas yang disukai Mikha, bermain lego.

Bahan: karton putih (di rumah adanya kuning), kertas warna hitam atau merah, gunting, selotip 

Seru menggambar bentuk masing-masing

Anak-anak diajak membangun bentuk dengan lego lalu menggunakannya sebagai cetakan gambar. 

Latihan menggunting

Setelah digambar, bentuknya digunting lalu ditempelkan pada karton. 

Dan… Ini dia hasilnya! Kartu gambar abstrak 😀

Padahal pilihan warna merah atau hitam tetapi ada yang memaksa pakai oranye

Setelah itu dipakai untuk bermain dengan bayi 😀

Ben fokus dengan kartu yang dipegang Mikha

Manfaat kegiatan:

* untuk bayi: menstimulasi penglihatan

*untuk balita: melatih motorik halus, kreativitas, menyelesaikan masalah, warna, bentuk, bercerita, melatih permainan kolaborasi

Tagged , , ,

Mana Bayangannya? 

Mengasuh 2 balita dan 1 bayi saat suami bekerja dan tanpa asisten rupanya memakan banyak waktu, emosi dan kesabaran. Ketika masih hamil dengan 2 balita masih banyak waktu untuk pekerjaan rumah dan mempersiapkan kegiatan untuk anak-anak dan mendokumentasikannya. Sekarang? Syukur-syukur bisa mandi dengan tenang sekali sehari. Tanpa disadari blog ini pun jadi terbengkalai. Kadang ide-ide muncul saat anak-anak sudah tidur. Namun akhirnya memilih untuk tidur atau bermalas-malasan. 

Tantangan terbesar memang membagi waktu untuk 2 balita dan 1 bayi. Belum lagi pekerjaan rumah yang menanti setiap hari. Akhirnya lebih banyak kegiatan-kegiatan spontan memakai mainan dan peralatan seadanya. Ternyata anak-anak tidak akan bosan kok. Walau setiap hari yang dimainkan adalah benda-benda yang sama, selalu akan ada cerita atau cara main yang berbeda. Memang yang penting adalah keberadaan kita. 

Hari ini saya mencoba mengajak anak-anak berkegiatan bersama-sama. Ya, termasuk bayi 2,5 bulan yang mulai aware akan kondisi sekitar. Satu kegiatan yang disesuaikan dengan perkembangan masing-masing anak. 

Peralatan: Gambar – gambar binatang, benda angkasa, transportasi atau apa saja yang disukai anak (atau yang ingin diperkenalkan) dengan bayangannya. 

Kebetulan saya sempat membeli buku yang berisi gambar dan bayangan sehingga saya hanya mengguntingnya dan menempelnya pada stik es. 

Kegiatan:

Pisahkan gambar dengan bayangannya dan ajak anak mencarinya bersama-sama. Kegiatan dapat diimprovisasi dengan cerita-cerita yang sesuai. Kalau saya tadi bercerita bahwa binatang-binatang sedih kehilangan bayangannya. Lalu ajak mereka untuk bercerita kepada adiknya. Kalau kegiatan kami tadi Mikha bercerita kepada Ben sedangkan Deo bernyanyi menggunakan stik gambar dan bayangan tersebut. 

Manfaat:

1. Untuk bayi: Menstimulasi penglihatan

Bayi seusia Ben penglihatannya belum sempurna. Yang pernah saya baca, mainan atau gambar dengan warna yang kontras dapat menstimulasi penglihatannya. Karena keterbatasan waktu maka saya hanya menggunakan gambar yang ada. Bila memiliki waktu lebih maka bapak/ibu dapat mempersiapkan gambar-gambar yang warnanya lebih kontras (hitam-putih-merah). 

2. Untuk Balita: Menambah kosakata, mengenal warna dan bentuk, mencocokkan, bermain peran dan bercerita. 

– Kosakata Deo memang bertambah banyak sejak usianya menginjak 2 tahun. Namun memang ada kata-kata yang pelafalannya kurang jelas, sehingga kegiatan ini dapat menstimulasi pelafalannya kata-katanya.

 – kegiatan ini juga melatih anak-anak untuk menyelesaikan masalah karena sempat ada momen mereka berebutan stik dan juga berebut untuk bercerita kepada Ben. 

Tagged , , , , ,