Aktivitas Menumbuhkan Kembali Semangat & Ketekunan Asul

Tantangan terbesar sejak tahun 2016 adalah gagal konsisten dalam urusan menulis diย blogย ini. Pekerjaan rumah dan 3 bocah membuat pikiran ini gagal merangkai kata-kata. Sungguh alasan yang sangat cliche.ย Setiap kali ingin menulis selalu “Ah, nanti saja lah”. Hari demi hari berlalu akhirnya tahun 2017 hanya berhasil mengunggah satu tulisan (entah harus nangis atau tertawa).

Memasuki bulan April di tahun 2018 ini, akhirnya menemukan keinginan untuk membuka akunย blog. Kegiatan abon (anak bontot), ateng (anak tengah) dan asul (anak sulung) tidak jauh-jauh dari sekolah, main-main dan sesekali jalan-jalan. Tidak terasa juga sebentar lagi asul akan masuk SD. Fokus kami memang lebih banyak kepada persiapan asul. Bukan dalam hal calistung (baca, tulis, hitung) tetapi pada kesiapan emosinya yang masih sering naik turun dan juga meningkatkan semangatnya dalam hal ketekunan dalam mengerjakan dan menyelesaikan sesuatu.

Aktivitas berikut sebenarnya datang dari dirinya yang sedang gemar dengan karakter Pokemon. Namun lalu berlanjut ke aktivitas lain yang saya perkenalkan namun ternyata ia betah mengerjakannya dalam jangka waktu panjang.

Membuat Kartu Main

– Kegiatan: menggambar karakter kesukaan, menentukan kekuatan karakter dan menulisnya.

– Yang dipelajari antara lain: menulis, membaca, berhitung, bahasa, motorik halus.

Menulis Kata dengan Awalan Tertentu

– Kegiatan: menentukan dan memilih huruf yang diinginkan, menyebutkan kata yang berawalan huruf tersebut dan menuliskannya.

– Yang dipelajari antara lain: menulis, membaca, bahasa, motorik halus

Ya, ini adalah tulisan yang seadanya (nyengir). Harap maklum. Semoga bisa menjadi pemicu bagi tulisan-tulisan lain (sekali lagi turunkan ekspektasi).

Advertisements

Kartu Bergambar

Halo pembaca setia (terlalu pede), kemajuan yang sangat berarti. Saya dapat membuat postingan 2 hari berturut-turut! 

Masih dalam rangka berusaha membuat kegiatan berdasarkan minat dan perkembangan anak-anak, tentunya dengan persiapan yang seminimal mungkin untuk memperoleh momen bermain yang semaksimal mungkin. Dengan begitu padatnya jadwal keseharian (sok sibuk padahal biasa aja), bila saya ingin mengadakan kegiatan yang sedikit terarah (adult-oriented) maka bahan yang dipergunakan harus dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk balita dan bayi. Maksudnya agar tidak buang-buang waktu mempersiapkan bahan. Jadi pastinya segala peralatan DIY yang terlalu rumit itu sementara dikeluarkan dari list karena saya tidak sanggup mengerjakannya ๐Ÿ˜€

Target utama stimulasi adalah bayi usia 2,5 bulan. Kegiatan kali ini saya memilih aktivitas yang disukai oleh Deo yaitu; menggambar dan menggabungkannya dengan aktivitas yang disukai Mikha, bermain lego.

Bahan: karton putih (di rumah adanya kuning), kertas warna hitam atau merah, gunting, selotip 

Seru menggambar bentuk masing-masing

Anak-anak diajak membangun bentuk dengan lego lalu menggunakannya sebagai cetakan gambar. 

Latihan menggunting

Setelah digambar, bentuknya digunting lalu ditempelkan pada karton. 

Dan… Ini dia hasilnya! Kartu gambar abstrak ๐Ÿ˜€

Padahal pilihan warna merah atau hitam tetapi ada yang memaksa pakai oranye
Setelah itu dipakai untuk bermain dengan bayi ๐Ÿ˜€

Ben fokus dengan kartu yang dipegang Mikha

Manfaat kegiatan:

* untuk bayi: menstimulasi penglihatan

*untuk balita: melatih motorik halus, kreativitas, menyelesaikan masalah, warna, bentuk, bercerita, melatih permainan kolaborasi

Art Box

Di tulisan sebelumnya saya sempat mengatakan bila kami berusaha memperkenalkan aktivitas yang tidak terlalu dilirik Mikha. Ya, memang Mikha sampai saat ini belum terlalu tertarik pada alat-alat tulis. Padahal selalu kami sediakan di area bermain anak-anak. Tanpa memaksa mengharuskan Mikha menggunakan alat tulis, maka saya sediakan kotak yang berisi beberapa alat tulis dan alat prakarya. Kami sebut kotak tersebut sebagai “Art Box”.

image
Gunting, spidol, lem, kertas, pom pom, kancing dan playdough.
image
Semua dimasukkan ke dalam kotak.

Dengan memberikan kegiatan “Art Box” ini maka anak diberikan kebebasan untuk memilih apa yang ia ingin lakukan.

image
Seru membuka dan mengeluarkan isinya.
image
Kegiatan pertama yang dipilih adalah menggunting.
image
Sempat menempel pompom dan menggambar tetapi kembali lagi ke gunting.
image
Katanya "cake adek Deo"

Tanpa arahan apapun saya hanya membiarkan Mikha memilih dan bermain sendiri. Saya hanya mengawasi pada saat ia menggunakan gunting saja ๐Ÿ™‚

Yang dapat dipelajari/distimulasi :
– Inisiatif
– Kreativitas
– motorik halus, koordinasi tangan dan mata
– bahasa

Kaki Kanan dan Kiri

Dalam rangka meningkatkan ketertarikan Mikha dalam menggunakan alat tulis, kali ini kembali saya melakukan aktivitas menggambar anggota tubuh. Kali ini yang kami gambar adalah kaki. Kegiatan dengan cara yang sama seperti kegiatan menggambar tangan di tulisan saya dengan judul ‘Tangan Kanan dan Kiri’ namun alat tulisnya kali ini menggunakan spidol (sudah siap menanggung resiko membersihkan coretan spidol. Hehe :D).

Awalnya seru corat-coret hasil gambar kakinya sendiri.

image

Lalu sadar kalau spidol bisa digunakan untuk mencoret tangannya (baru pertama kali memakai spidol). Jadilah coret-coretan berubah dari kertas ke tangan.

image

Hasilnya…

image

Lalu ditempel di tembok ๐Ÿ™‚

image

Yang dapat dipelajari:
– stimulasi motorik halus (menggambar, buka-tutup spidol)
– kosakata

Selanjutnya bagian tubuh apa yang bisa digambar ya?

Gambar Yuk!

image
Gambar apa ya Mikha?

Saya termasuk yang jarang mengajak Mikha duduk dan menggunakan alat tulis untuk menggambar. Pertama karena Mikha masih belum tertarik dengan alat tulis, kedua karena belum ada alat tulis yang aman, nyaman dan sesuai dengan perkembangan motorik halusnya. Saya sempat membelikan crayon besar namun tidak terlalu nyata saat digunakan (harus ditekan agar warnanya jelas). Saat berlibur di Balikpapan saya sempat hunting alat tulis, namun tidak terlalu banyak pilihan (banyak maunya ya :p) jadi akhirnya hanya membeli pensil warna yang bentuknya segitiga. Sebenarnya alat tulis yang sesuai untuk seusia Mikha adalah yang ukurannya besar dan mudah digenggam (seperti ukuran spidol papan tulis).

image
Menggambar dengan tangan kiri ๐Ÿ˜€

Mikha terlihat girang sekali ketika saya mengeluarkan pensil warna barunya itu. Ia pun mulai corat-coret di kertasnya. Tidak bertahan lama, setelah itu pensil warna ditinggalkan & lanjut main manjat-memanjat ๐Ÿ˜€

image
Apapun barangnya, tetap dihitung.

Kegiatan corat-coret dengan alat tulis tentunya sebagai stimulasi motorik halus (dan menulis). Selain itu juga melatih kreatifitas dan imajinasi juga bahasa dengan menceritakan apa yang ia gambar. Biarkan anak menggambar apa yang ia inginkan dan bereksplorasi dengan warna. Kita juga dapat berkolaborasi dengan anak ketika menggambar. Santai saja bila gambar tidak berhubungan, yang penting enjoy kan ๐Ÿ™‚

image
Katanya Mikha gambar "oma" dan "bus"