Tag Archives: makan

MP-ASI Perdana Baby Roo

Perasaan baru kemarin lahiran, sekarang bayi sudah 6 bulan. Yang artinya mulai diperkenalkan makan. Tidak ada persiapan khusus dalam mempersiapkan MP-ASI kali ini karena alat-alat makannya sudah ada. Yang jadi tantangannya adalah kali ini mempersiapkan makannya tanpa ada yang membantu mengawasi anak-anak.

Hari pertama MP-ASI juga sebagai hari pertama pagi-pagi mengantarkan abang M ke sekolah. Biasanya naik jemputan, namun karena akhir-akhir ini jemputan sering telat jadinya saya memutuskan untuk mengantarkannya saja.

Menu makan hari ini dimulai dengan alpukat. Kebetulan saya sedang suka sekali membuat jus alpukat dan sedang ada stock yang baru matang jadi sekalian sebagai MP-ASI bayi saja.

MP-ASI WHO 6 Bulan

  • Menu tunggal
  • Frekuensi: 1-2 kali sehari
  • Jumlah: 2-3 sendok makan
  • Tekstur: ketika sendok dimiringkan tidak langsung jatuh

Alpukat dihaluskan dengan saringan & langsung diberikan

Reaksi bayi? Mingkem setelah suapan pertama. Hahaha… Gpp ya dek. Kita coba lagi next time.

Merem-merem pada suapan pertama


Advertisements
Tagged , , ,

8 Peralatan MPASI

Sudah genap sebulan adik Deo MPASI, makanannya pun semakin beragam. Memasuki usia 7 bulan ini, ia mulai makan 3x sehari. Pagi: puree buah, siang dan sore: makan ‘berat’ (biasa makan siang dan sore menunya sama). Kali ini saya tidak menulis tentang menu makanannya tetapi sekedar ingin berbagi tentang peralatan yang dipakai sehari-hari dalam membuat dan menyajikan makanan Deo.

Kalau pas Mikha dulu, jauh-jauh hari sudah heboh dan bingung mempersiapkan segala alat, sekarang lebih santai dan seadanya. Mungkin sudah anak ke-2 jadi lebih relax (atau karena ada balita juga jadi cari yang ringkas). Berikut peralatan tempur sehari-hari yang saya pakai untuk menyiapkan menu bayi 7 bulan ini.

1. Saringan

image

Saringan stainless steel yang dibeli saat Mikha MPASI 1,5 tahun yang lalu masih awet dan terpakai untuk menyaring makanan Deo. Keluar kota saringan ini tidak ketinggalan dibawa.

2. Blender

image

Kalau pas jamannya Mikha masih sempat memakai alat ini untuk beberapa makanan, kali ini saya gunakan hanya ketika membuat puree buah. Tidak ada blender spesifik, sekarang di rumah mertua pun memakai blender yang ada disini.

Saya juga sempat mencoba menggunakan grinder yang dipinjamkan teman untuk menghaluskan makanan, namun ternyata lebih nyaman manual dengan saringan.

image

3. Parutan

image

Parutan stainless steel jaman Mikha juga masih bagus namun belum terpakai karena tekstur makanan Deo masih terbilang halus sehingga masih saringan menjadi alat idaman. Namun alat ini berguna pada saat tidak memiliki blender dan ingin membuat puree buah yang tidak dikukus terlebih dahulu.

4. Kukusan/dandang

image

Alat ini merupakan alat wajib bagi saya karena seluruh makanan Deo adalah hasil mengukus. Alat ini tidak dibeli khusus tetapi memang memakai yang ada di rumah.

5. Talenan & Pisau

image

Sebenarnya harusnya 2 alat ini dipakai khusus agar higenis ya, tetapi saya hanya ekstra memastikan alat yang dipakai bersih.

6. Panci Kecil

image

Alat ini berguna sekali untuk membuat bubur dan kaldu dalam porsi kecil.

7. Alat Makan

image

Awal memperkenalkan makanan saya memisah-misahkan masing-masing makanan sehingga menggunakan mangkuk/piring yang ada batasnya. Sewaktu Mikha saya tetap memisahkan sampai ia berusia hampir 1 tahun karena memang anaknya lebih suka tidak dicampur. Nah kalau Deo lebih suka dijadikan 1 mangkuk/piring seperti gambar di bawah ini.

image

Yang dimasak bersamaan hanya beras dan ayam, sayurnya tetap dikukus terpisah.

8. Kursi Makan

image

Di rumah kami memiliki high chair. Namun karena high chair terlalu tegak dan tidak dapat direbahkan sehingga Deo makan di bouncer atau stroller.

image

Demikian 8 perlengkapan makan adik bayi. Murah, meriah dan sederhana. Sebagai penutup tulisan ini berikut dipersembahkan bayi Deo 7 bulan…

image

Santai ya dek kayak di pantai 😀

Tagged ,

MPASI Perdana: Alpukat

Kalau kemarin ulang tahun Abang Mikha, hari ini pertama kalinya Deo memperoleh asupan lain setelah 6 bulan memperoleh hanya ASI. Ya, hari ini MPASI perdana Deo. Momen yang dinanti-nanti. Padahal sudah melewatinya dengan Mikha tetapi tetap saja seperti pertama kali menyiapkan MPASI. Bedanya kali ini lebih santai dan lebih relax.

Tanpa berlama-lama bingung menentukan makanan pertama Deo, saya pun memilih memulai dengan alpukat. Kenapa? Karena alpukat merupakan buah yang relatif aman untuk makanan pertama bayi dan memiliki nilai nutrisi yang baik.

Selain itu cukup mudah untuk dipersiapkan. Tinggal dikerok dan diencerkan dengan ASI/air. Sesuai dengan panduan WHO, makanan yang diberikan tidak terlalu encer agar nutrisinya tidak hilang. Sekilas panduannya dapat dibaca di kultwit oleh AIMI.
image

image

Inilah ekspresinya sewaktu makan

image

Reaksi Deo pertama kali makan? Seperti foto di atas. Awalnya penasaran, merem-melek, sampai seperti mau muntah. Tidak menolak sih tapi seperti bingung ini apa yang dikasih mama ya. Hehehe…

Besok kita makan lagi ya dek. Masih dengan menu alpukat tentunya. Oiya, mungkin postingan ini sekaligus menjadi postingan terakhir mengenai kegiatan anak-anak di tahun 2013 karena kita akan berangkat liburan. Sampai ketemu di tahun 2014 🙂

Tagged , ,

Sensory Play: Jeruk Manis

Hari ini Mikha membuka kulkas dan menemukan jeruk yang kami beli hari Minggu yang lalu. Karena rasa penasaran Mikha yang sangat besar akhirnya kami bereksplorasi dengan jeruk tersebut.

Bahan:
– jeruk

Kegiatan:
Awalnya kami mengamati, menyusun dan berhitung dengan jeruk-jeruk tersebut, lalu Mikha minta dikupaskan jeruknya. Jadilah tasting sensory play

image

Mikha penasaran mau dimakan tanpa dikupas (untung sudah dicuci bersih)

image

Coba mengupas terus langsung dimakan

image

Dihisap saja airnya, sisanya dibuang

Ada juga jeruk manis di Sangatta ya nak 🙂

Yang dipelajari:
– stimulasi panca indera
– kosakata
– berhitung

Tips:
Jangan lupa cuci bersih buah dan pastikan jeruk tidak berbiji agar aman bagi anak 🙂

Tagged , , , ,

Mikha #1

Mikha sebelum makan.
Mama : “Berdoa dulu sebelum makan.”

***

Di lain waktu adik Deo mau nyusu
Mikha: “Ade Amin… Amin… Amin…”

Kepala adiknya di tahan, harus berdoa dulu sebelum nyusu.

Tagged ,