Masukkan Kancing Warnanya!

Saat di Jakarta kami pernah bermain dengan kancing berwarna yang saya beli dari salah satu online shop di instagram. Nah, kali ini kami bermain kembali dengan kancing-kancing tersebut namun dengan cara yang berbeda. Kebetulan ada kotak kardus tidak terpakai jadi saya buatkan lubang-lubang sebesar masing-masing kancing tersebut.

image
Abang seru memasukkan kancing sedangkan adek mengamati.
image
Dan menyoraki abang ketika berhasil.
image
Adek juga sempat mencobanya ketika abang belum bangun.

Hasil observasi:
– abang tertarik dengan permainan ini dan ia menyebutkan warna sambil sesekali menghitung lubang yang ada di kancing.

– adek lebih seru mengamati abang bermain. Ketika diberi kesempatan bermain sendiri pun ia hanya bermain sebentar lalu bermain dengan mainan lainnya.

Yang dapat dipelajari:
– stimulasi motorik halus
– warna, berhitung, ukuran, bentuk
– bahasa, kosakata

Advertisements

Bermain Kancing Warna Warni

Beberapa hari terakhir kami sedang menikmati bermain dengan kancing warna warni (dan dalam berbagai ukuran) yang saya temukan di salah satu toko online. Berikut beberapa dokumentasi anak-anak dalam memanfaatkan mainan tersebut. Untuk abang Mikha, saya sempat mengajaknya untuk membedakan dan mengelompokkan warna.

image
Eksplorasi dengan kancing warna.
image
Meronce kancing.
image
Seru bermain kancing warna dan pesawat
image
Mengelompokkan warna

Tidak sabar kembali ke Sangatta. Pasti lebih banyak lagi kegiatan yang dapat dilakukan dengan mainan ini ya 🙂

Main Kancing Bermagnet

Memanfaatkan satu bahan berbagai cara. Sepertinya itu yang akan kami lakukan setelah saya mulai beberes, merapikan dan menyimpan sebagian besar mainan anak-anak. Hal tersebut dilakukan karena bulan depan kami rencananya akan bepergian dalam waktu yang cukup lama (biar tidak berdebu jadi disimpan). Memang masih bulan depan. Tetapi kapan lagi ya ada waktu untuk beres-beres. Kalau ditunda-tunda pasti akhirnya tidak sempat 😀

Kali ini kami kembali memanfaatkan kancing sebagai alat bermain. Namun kali ini saya menempelkan magnet pada masing-masing kancing (dan juga beberapa mobil-mobilan plastik) agar Mikha mendapatkan pengalaman bermain dengan media yang beragam.

image
Kancing besar, kancing kecil dan mobil-mobilan yang ditempelkan magnet di baliknya.
image
Bermain di pintu kulkas.
image
Pindah ke papan magnet.

Yang dapat dipelajari:
– Warna, ukuran
– Pengelompokan
– Berhitung
– Kosakata/bercerita
– Imajinasi/kreativitas
– Motorik halus

image
Adek Deo eksplorasi mobil bermagnet.

Busy Bag: Button or Zip It

Masih berlanjut dengan melatih motorik halus dan mengisi kantong-kantong untuk “Busy Bag”, kali ini kami memanfaatkan kancing, karet celana dan resleting.

image
Karet celana dipotong sesuai keinginan dan kancingnya dijait di salah satu ujungnya. Di ujung yang lain dibuatkan lubang sebesar kancing yang digunakan (seperti di gambar). Resleting ditempel pada karton bekas
image
Mmembuka-tutup resleting.
image
Yang ini malah dibuat gelang. Hehe...

Setelah selesai dimainkan, dirapikan ke dalam kantong (bag).

image

Untuk adek Deo… Ia mengeksplorasi kancing dan resleting juga 🙂

image

Menjepit & Menyusun

Sudah beberapa kali kami bolak-balik ke toko buku di Balikpapan dan berulang kali saya mengeluh barang-barang yang dicari tidak ada. Lalu akhirnya papa mengantarkan kami ke toko perlengkapan yang berada tidak jauh dari rumah. Hasilnya…

image
Semua ingin diborong!

Walau memang tidak semua barang-barang di foto saya dapatkan di toko tersebut, namun hati pun puas dengan yang diperoleh. Tinggal memanfaatkannya ketika kembali ke Sangatta nanti 🙂

Saya sempat menunjukkan barang-barang tersebut kepada Mikha. Ia tampak berbinar-binar melihatnya. Saya pun akhirnya mengijinkan dirinya untuk melihat-lihat, mengeksplorasi dan bermain dengan bahan-bahan tersebut.

image
Bermain jepitan & kawat berbulu.

image

image
Menghitung kancing.
image
Menyusun kancing dan kerincingan.

image

Mikha memilih dan memainkan bahan-bahan tersebut secara independen, tanpa instruksi apapun dari saya. Ia pun terlihat menikmati permainannya sendiri. Ah, tidak sabar membuat kegiatan dengan bahan-bahan tersebut. Sampai berjumpa di tulisan selanjutnya 🙂