Kancing Besar, Sedang dan Kecil.

Hari ini saya memperkenalkan bahan baru kepada Mikha. Saya membeli kancing-kancing yang berbahan kayu sewaktu kami berlibur di Balikpapan. Kancing kayu tersebut memiliki 3 ukuran: besar, sedang dan kecil. Saya juga menambahkan mainan mobil-mobilan sebagai mainan tambahan.

image

Setelah saya memperkenalkan bahan-bahan kepada Mikha, saya membiarkan dirinya bereksplorasi.

image
Melihat dan merasakan tekstur kancing.
image
Menyusun kancing.

Tidak lama kemudian Mikha meninggalkan mainannya itu. Saya pikir ia bosan. Ternyata mencari gelas plastikโ€ฆ

image
Menyusunโ€ฆ

image

Yang dapat dipelajari:
– bahasa: kosakata, bercerita
– ukuran, berhitung, menyusun, memasangkan

Advertisements

Sensory Play: Jeruk Manis

Hari ini Mikha membuka kulkas dan menemukan jeruk yang kami beli hari Minggu yang lalu. Karena rasa penasaran Mikha yang sangat besar akhirnya kami bereksplorasi dengan jeruk tersebut.

Bahan:
– jeruk

Kegiatan:
Awalnya kami mengamati, menyusun dan berhitung dengan jeruk-jeruk tersebut, lalu Mikha minta dikupaskan jeruknya. Jadilah tasting sensory play

image
Mikha penasaran mau dimakan tanpa dikupas (untung sudah dicuci bersih)
image
Coba mengupas terus langsung dimakan
image
Dihisap saja airnya, sisanya dibuang

Ada juga jeruk manis di Sangatta ya nak ๐Ÿ™‚

Yang dipelajari:
– stimulasi panca indera
– kosakata
– berhitung

Tips:
Jangan lupa cuci bersih buah dan pastikan jeruk tidak berbiji agar aman bagi anak ๐Ÿ™‚

Belajar Tanggung Jawab

Anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Rasa ingin tahu itu nantinya dapat menjadi dasar motivasi anak untuk belajar sehingga alangkah baiknya sebagai orang tua kita tidak mematikan rasa ingin tahu tersebut. Termasuk ketika anak bereksplorasi dan memindahkan isi lemari ke lantai. Bagi orang dewasa yang terlihat mungkin barang berantakan, namun anak hanya memenuhi rasa ingin tahunya. Terkadang kita langsung saja melarang dan membereskannya padahal momen tersebut dapat menjadi media pembelajaran bagi anak. Kita dapat menuntun anak untuk belajar merapikan kembali barang. Kalau dirapikan maka anak malah akan berpikiran ‘oh kalau aku berantakin mama yang rapiin kok’. Jadi kemungkinan besar akan berulang terus seperti itu.

Seperti yang terjadi kemarin. Mikha sedang gemar-gemarnya buka tutup lemari pendingin. Kami sempat memasang child safety lock, namun hanya bertahan beberapa hari saja sebelum ia menemukan cara membukanya. Saat rak telur terisi penuh, Mikha terlihat sangat penasaran untuk mengambilnya (padahal masih sulit dijangkau). Saya sudah beberapa kali mengingatkan “itu bukan mainan ya nak” sempat juga memberi Mikha kesempatan untuk melihat & memegang telur namun sepertinya tidak mengurangi rasa keinginannya untuk bereksplorasi dengan benda tersebut.

Jadilah sewaktu saya sedang memasak, Mikha membuka lemari pendingin dan tiba-tiba saja terdengar suara telur pecah. Padahal sebelumnya lagi bermain di ruang depan.

image
Mengamati, merasakan dan membersihkan

Akhirnya saya harus meninggalkan kegiatan memasak dan mendampingi Mikha dan telurnya (sampai lupa matikan kompor jadi makanan gosong sedikit). Mikha pun terlihat seru bereksplorasi dengan pecahan telur di lantai (sambil saya mendeskripsikan). Tidak lupa saya jelaskan akibat menjatuhkan telur dan mengingatkan bahwa makanan dan barang yang berada di lemari pendingin bukan untuk dimainkan. Mikha awalnya sedikit geli dengan tekstur telur. Setelah selesai berkesplorasi saya lalu meminta Mikha untuk membersihkannya. Memang masih perlu bantuan dan akhirnya saya harus membersihkan ulang, namun usahanya untuk membersihkan patut diapresiasi. Terdengar sepele ya, tetapi dengan hal-hal kecil seperti ini maka anak dapat belajar tanggung jawab ๐Ÿ™‚

Inspirasi kegiatan MikaDoProject

Kegiatan dalam tulisan-tulisan MikaDoProject selain terinspirasi dari anak-anak, buku juga banyak dari blog & web mengenai anak. Salah satunya adalah blog milik teman saya Ballad of Mamma Bird. Di blog tersebut banyak kegiatan teman saya itu dengan anak-anak nya yang usianya tidak jauh dari Mikha & Deo. Saya sangat suka dengan kegiatan-kegiatan outdoor yang dilakukannya bersama anak-anak di tulisan seri Living Outside.

Memang benar kalau anak-anak membutuhkan waktu sebanyaknya bereksplorasi di luar. Selain baik untuk perkembangan juga bagi kesehatannya. Semoga Mikha Deo juga dapat mengikuti jejak Dylan & Bian dalam berpetualangan di luar ya.

image
Ke pantai di Balikpapan

image
Jalan-jalan di luar sewaktu di Balikpapan

image
Jalan-jalan sore, main bayangan

Anak Tidak Membutuhkan Mainan Mahal

Anak tidak membutuhkan mainan mahal, ia hanya membutuhkan kasih sayang & waktu.

Sebagai orang tua pasti kita menginginkan yang terbaik bagi anak-anak kita. Salah satunya termasuk pada saat memilih atau membelikan mainan. Saya sering banget tergoda dengan mainan-mainan di etalase mall yang terlihat begitu menarik dengan kemasannya. Namun pada saat melihat harganya yang WOW langsung mengurungkan niat membeli. Memang sih biasanya mainan-mainan mahal itu lebih tahan lama dan bisa dilungsurkan kepada adik atau saudara lain, tetapi apa daya kantong mengatakan lain ๐Ÿ˜€

Anak tidak membutuhkan mainan mahal, ia hanya membutuhkan kasih sayang & waktu. Mungkin kalimat tersebut sering kita baca atau dengar. Kalau dipikir-pikir benar juga karena anak kecil seusia anak saya belum mengenal mahal atau murah, bagus atau jelek. Yang ia ketahui adalah main. Jadi boleh terbilang saya jarang sekali membelikan mainan, kebanyakan dibelikan opa oma atau om tantenya. Bukan karena saya pelit lho tapi karena ini….

image
Setelah saya menyusui adiknya di kamar, saya menemukan bocah yang satu ini sedang bermain di kotak bekas stroller.
image
Yang ini lagi memainkan tutup gelas.
image
Yang ini sesi memanjat. Gambar kanan itu bocah duduk di kursi plastik dengan menaiki sofa lalu pindah ke kursi plastik.
image
Memanfaatkan kaleng untuk buka kunci & pintu gudang.

Seharian ini Mikha sama sekali tidak menyentuh kotak mainannya melainkan mengeksplorasi semua sudut rumah. Ternyata benar kalimat tadi bahwa anak tidak membutuhkan mainan mahal karena ia dapat memanfaatkan apa yang ada di rumah dan banyak hal yang ia pelajari dengan bereksplorasi. Apa saja yang telah dipelajari hari ini?

Gambar 1 : Main kardus
Permainan ini antara lain melatih motorik kasar anak (bergerak merangkak) sekaligus dapat dikenalkan konsep ruang. Permainan ini juga dapat melatih imajinasi anak. Bagi orang dewasa kita hanya menganggap kardus biasa tapi bagi anak kardus tersebut dapat menjadi rumah, mobil, kapal, apapun yang ada dalam pikiran mereka.

Gambar 2: Main tutup gelas
Permainan ini dapat menjadi dasar mempelajari musik. Dengan mengetuk dua tutup gelas tersebut anak dapat menghasilkan irama ketukan. Dapat juga sambil bernyanyi.

Gambar 3: Memanjat
Sebaiknya untuk kegiatan yang satu ini sediakan peralatan yang memang untuk dipanjat ya. Jadi PR tersendiri untuk memberitahu anak kapan dan apa yang boleh dinaiki ๐Ÿ˜€ Tapi jadinya anak dapat melatih motorik kasar dan juga belajar menyelesaikan masalah (problem solving).

Gambar 4: Buka pintu
Permainan ini selain melatih keseimbangan juga motorik halus (memutar kunci dengan tangan) serta menyelesaikan masalah (problem solving).

Banyak kan yang bisa dipelajari dengan memanfaatkan apa yang ada di rumah. Mungkin yang saya paparkan diatas hanya sebagian kecil saja. Jadi jangan mematikan keinginan anak untuk main dan bereksplorasi di rumah dengan melarang, karena hal-hal tersebut merupakan cara mereka untuk belajar. Siap-siap rumah berantakan, tapi hal tersebut dapat dijadikan momen untuk belajar merapikan barang/mainan. Tuh kan, semua dapat menjadi media pembelajaran. Yang perlu diperhatikan adalah menjauhi barang-barang berbahaya dan mengingatkan apa yang bisa atau tidak dimainkan dengan menjelaskan alasannya. Anak itu mengerti kok ๐Ÿ™‚ Meskipun tidak perlu banyak mainan, saya masih tergoda untuk beli walau akhirnya tidak dimainkan.

image
Kotak mainan tidak tersentuh hari ini.
image
Abang bereksplorasi, adek tetap molor... Zzz...