Beri Makan Binatangnya

Beberapa waktu lalu papakun membelikan anak-anak permainan “Lucky Stab Game” untuk asul dan ateng. Permainan tersebut mengharuskan anak memasukan “pedang” tetapi jangan sampai bajak lautnya lompat (lihat gambar).

Tidak disangka, ternyata abon juga suka ikutan main. Tetapi nasib anak bontot suka tidak diajak sama abang-abangnya bermain permainan tersebut.

Bermula dari minatnya terhadap permainan tersebut, maka saya membuatkan aktivitas yang serupa dari sedotan dan kotak bekas. Sebenarnya saya pernah membuat aktivitas ini 4 tahun yang lalu. Aktivitas tersebut dapat dibaca di sini.

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Bahan dan alat yang dipakai.

Kali ini di rumah banyak tersedia kotak bekas, jadi dapat dimanfaatkan.

Taraaaa… Abaikan gambar yang seadanya :p

Tema yang saya pilih adalah binatang. Binatang digambar di kertas berwarna. Yang dipilih 2 warna saja karena kebetulan sedotan yang tersedia hanya warna biru dan kuning. Tidak memilih banyak warna agar abon bisa lebih fokus. Sedotan saya potong kira-kira saja.

Ayo kasih makan binatangnya ya.
Sadar bahwa gambar pada kotak terbalik. Abon langsung membaliknya.
Ketika sadar gambar terbalik.
Menyediakan berbagai gambar binatang lain yang dapat dilepas dan dipasang.
Ada beberapa gambar binatang lain yang dapat dilepas pasang.
Memilih sendiri gambar apa yang diinginkan
Memilih sendiri gambar yang diinginkan.
Tekun mengerjakan.
Tekun mengerjakannya.
Hore, bisa :)
Horeeee selesai!
Dengan adanya warna-warna, maka diharapkan abon lama-lama akan memasukan sedotan sesuai dengan warna.

Yang dapat dipelajari dari aktivitas ini:

  • Bahasa dan kosakata baru
  • Koordinasi tangan dan mata
  • Memantapkan motorik halus
  • Warna
  • Membaca
  • Mencocokkan dan mengelompokan

Kira-kira apa lagi yang dapat dipelajari pada aktivitas ini ya?

Advertisements

Mana Bayangannya? 

Mengasuh 2 balita dan 1 bayi saat suami bekerja dan tanpa asisten rupanya memakan banyak waktu, emosi dan kesabaran. Ketika masih hamil dengan 2 balita masih banyak waktu untuk pekerjaan rumah dan mempersiapkan kegiatan untuk anak-anak dan mendokumentasikannya. Sekarang? Syukur-syukur bisa mandi dengan tenang sekali sehari. Tanpa disadari blog ini pun jadi terbengkalai. Kadang ide-ide muncul saat anak-anak sudah tidur. Namun akhirnya memilih untuk tidur atau bermalas-malasan. 

Tantangan terbesar memang membagi waktu untuk 2 balita dan 1 bayi. Belum lagi pekerjaan rumah yang menanti setiap hari. Akhirnya lebih banyak kegiatan-kegiatan spontan memakai mainan dan peralatan seadanya. Ternyata anak-anak tidak akan bosan kok. Walau setiap hari yang dimainkan adalah benda-benda yang sama, selalu akan ada cerita atau cara main yang berbeda. Memang yang penting adalah keberadaan kita. 

Hari ini saya mencoba mengajak anak-anak berkegiatan bersama-sama. Ya, termasuk bayi 2,5 bulan yang mulai aware akan kondisi sekitar. Satu kegiatan yang disesuaikan dengan perkembangan masing-masing anak. 

Peralatan: Gambar – gambar binatang, benda angkasa, transportasi atau apa saja yang disukai anak (atau yang ingin diperkenalkan) dengan bayangannya. 

Kebetulan saya sempat membeli buku yang berisi gambar dan bayangan sehingga saya hanya mengguntingnya dan menempelnya pada stik es. 

Kegiatan:

Pisahkan gambar dengan bayangannya dan ajak anak mencarinya bersama-sama. Kegiatan dapat diimprovisasi dengan cerita-cerita yang sesuai. Kalau saya tadi bercerita bahwa binatang-binatang sedih kehilangan bayangannya. Lalu ajak mereka untuk bercerita kepada adiknya. Kalau kegiatan kami tadi Mikha bercerita kepada Ben sedangkan Deo bernyanyi menggunakan stik gambar dan bayangan tersebut. 

Manfaat:

1. Untuk bayi: Menstimulasi penglihatan

Bayi seusia Ben penglihatannya belum sempurna. Yang pernah saya baca, mainan atau gambar dengan warna yang kontras dapat menstimulasi penglihatannya. Karena keterbatasan waktu maka saya hanya menggunakan gambar yang ada. Bila memiliki waktu lebih maka bapak/ibu dapat mempersiapkan gambar-gambar yang warnanya lebih kontras (hitam-putih-merah). 

2. Untuk Balita: Menambah kosakata, mengenal warna dan bentuk, mencocokkan, bermain peran dan bercerita. 

– Kosakata Deo memang bertambah banyak sejak usianya menginjak 2 tahun. Namun memang ada kata-kata yang pelafalannya kurang jelas, sehingga kegiatan ini dapat menstimulasi pelafalannya kata-katanya.

 – kegiatan ini juga melatih anak-anak untuk menyelesaikan masalah karena sempat ada momen mereka berebutan stik dan juga berebut untuk bercerita kepada Ben. 

Kegiatan “Adult-Interest VS Child-Interest”

Banyak sekali sumber ide kegiatan yang dapat dilakukan bersama anak di internet ataupun di media sosial. Terkadang saking banyak dan menariknya permainan-permainan yang ada jadi pengen melakukan semuanya dengan anak. Lalu bagaimana kami memilah-milah ide kegiatan yang kami temukan untuk dilakukan bersama anak-anak? Berikut ini yang kami terapkan untuk anak-anak kami.

1. Meminimalkan kegiatan yang bersifat adult-interest (berdasarkan keinginan orang dewasa).

2. Lakukan kegiatan berdasarkan child-interest (yang disukai anak). Cara mengetahui minat anak adalah dengan bermain bersama dan mengobservasi kegemaran anak. Ikuti alur permainan anak dan sesekali kembangkan permainannya dengan melemparkan pertanyaan-pertanyaan terbuka (open-ended questions).

3. Pilih kegiatan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya.

4. Yang paling penting, utamakan proses permainan/kegiatannya bukan hasilnya.

Kegiatan berdasarkan “Adult-Interest”
Mayoritas kegiatan di blog memang berdasarkan kegemaran anak-anak. Ada kalanya saya ingin memperkenalkan suatu kegiatan baru (agar tidak monoton) atau saya ingin memperkenalkan kosakata-kosakata baru sehingga kami melakukan kegiatan di luar kegemaran anak-anak (Mikha khususnya). Salah satu kegiatan adult-interest seperti aktivitas “Mana Anaknya?” berikut ini.

Aktivitas mencocokan binatang dewasa dengan anak-anaknya ini memang berdasarkan keinginan saya untuk memperkenalkan jenis-jenis binatang (dan anaknya) kepada Mikha.

image
Gambar anak binatang ditempelkan pada gelas plastik, binatang dewasa ditempelkan pada sedotan.
image
Ajak anak untuk mencocokan gambarnya.

Dari kegiatan ini anak dapat mempelajari:
– Bahasa: kosakata, bercerita
– mencocokan, memasangkan
– stimulasi motorik halus

Kegiatan Berdasarkan “Child-Interest”
Nah, kalau aktivitas berikut benar-benar berdasarkan minat anak. Kami pernah melakukan kegiatan “Pancing Ikannya!” dan anak-anak senang betul. Kali ini kami melakukan kegiatan pancing lagi, namun yang dipancing bukan ikan melainkan huruf-huruf magnet.

image
Huruf magnet, pancingan bermagnet
image
Sambil memancing, sambil memperkenalkan huruf

Yang dapat dipelajari dari kegiatan ini:
– Mengenal huruf
– Mengenal warna
– kosakata, bercerita
– berhitung
– stimulasi motorik

Jadi begitulah kira-kira kegiatan kami sehari-hari. Kegiatan yang bersifat “adult-interest” biasanya hanya berlangsung 5 sampai 10 menit (bila anaknya tertarik bisa diperpanjang lebih lama) dan kegiatan yang bersifat “child-interest” bisa berlangsung 15-20 menit lalu dilanjut dengan bermain secara independen (bisa sampai 1 jam). Jadi memang terlihat bila kita melakukan kegiatan yang berdasarkan kegemaran anak maka rentang waktu bermainnya bisa lama bahkan sampai ditinggal sendiri juga bisa 🙂

Review Buku: Animals, A Hide-and-Seek Book

Kali ini saya akan menulis sedikit mengenai buku ke-3 yang saya beli dari Buku Gaby. Buku Animals A Hide-and-Seek Book merupakan salah satu dari 4 judul buku dari seri A Hide-and-Seek Book. Selain Animals, ada Shapes, Colors dan First Words.

image
Rp. 40.000,-

Buku tebal (boardbook) ini bukan buku cerita/dongeng melainkan buku aktivitas anak. Disini anak diminta untuk mencari binatang-binatang yang tertulis di buku. Buku ini cocok untuk bayi dan balita. Dengan gambar yang menarik anak dapat belajar kosakata baru, warna, berhitung sampai ukuran.

image
Ada gambar apa nak?