Category Archives: Uncategorized

Cemilan Keluarga: Pangsit Goreng Isi

Semenjak pindah kembali ke ibukota, saya jarang sekali membuat cemilan anak-anak. Pertama masih merasa repot memasak, ke-2 karena memang belum terkumpul energi untuk masak. Namun karena bayi sudah mulai MP-ASI, jadinya termotivASI untuk kembali ke dapur.

Mulai hari ini saya akan berbagi menu-menu masakan atau cemilan yang sederhana untuk sekeluarga. Untuk kali ini boleh laj sekali-kali menu gorengan.

Menu Bayi 6 Bulan : Buah Pir

Menu Cemilan Keluarga: Pangsit goreng isi…. PIR 😀

Bahan:

  • 3 Buah pir (saya pakai pir xiang li)
  • 1 sdm mentega
  • 3 sdt (atau sesuai selera) gula tebu/pasir
  • Kayu manis 
  • Setengah cangkir air
  • Kulit pangsit (bisa buat sendiri namun untuk menghemat waktu,saya gunakan yang sudah jadi)
  • Minyak untuk goreng

Langkah:

  1. Cuci bersih pir, kupas & potong. Untuk bayi saya sisihkan setengah buah pir. Sisanya potong kotak-kotak kecil.
  2. Pir untuk bayi dikukus dengan dandang.

Isian:

  1. Panaskan mentega sampai meleleh.
  2. Masukan pir, gula, kayumanis dan air.
  3. Masak sampai pir menjadi lunak dan air sisa sedikit. 

Pangsit goreng:

  1. Panaskan minyak goreng.
  2. Letakkan 1 sendok isian pada kulit pangsit.
  3. Lipat dan gulung kulit pangsit 
  4. Masukan ke minyak yang sudah dipanaskan.
  5. Goreng sampai berubah warna.
  6. Angkat dan tiriskan
  7. Hidangkan dan siap dimakan 🙂


Untuk Bayi:

Haluskan Pir kukus & berikan kepada bayi 🙂

Kalau buah pir banyak airnya namun masih bertekstur ketika dihaluskan dengan saringan


Enak ya dek :p

Tagged , , , , ,

MP-ASI Perdana Baby Roo

Perasaan baru kemarin lahiran, sekarang bayi sudah 6 bulan. Yang artinya mulai diperkenalkan makan. Tidak ada persiapan khusus dalam mempersiapkan MP-ASI kali ini karena alat-alat makannya sudah ada. Yang jadi tantangannya adalah kali ini mempersiapkan makannya tanpa ada yang membantu mengawasi anak-anak.

Hari pertama MP-ASI juga sebagai hari pertama pagi-pagi mengantarkan abang M ke sekolah. Biasanya naik jemputan, namun karena akhir-akhir ini jemputan sering telat jadinya saya memutuskan untuk mengantarkannya saja.

Menu makan hari ini dimulai dengan alpukat. Kebetulan saya sedang suka sekali membuat jus alpukat dan sedang ada stock yang baru matang jadi sekalian sebagai MP-ASI bayi saja.

MP-ASI WHO 6 Bulan

  • Menu tunggal
  • Frekuensi: 1-2 kali sehari
  • Jumlah: 2-3 sendok makan
  • Tekstur: ketika sendok dimiringkan tidak langsung jatuh

Alpukat dihaluskan dengan saringan & langsung diberikan

Reaksi bayi? Mingkem setelah suapan pertama. Hahaha… Gpp ya dek. Kita coba lagi next time.

Merem-merem pada suapan pertama


Tagged , , ,

Pregnancy Blues 

Kehamilan merupakan suatu momen bahagia bagi setiap pasangan suami isteri. Namun tidak jarang peristiwa tersebut sekaligus menjadi momen yang penuh kekhawatiran terutama bagi wanita yang menjalaninya secara langsung. Selama ini mungkin kita sudah sering mendengar istilah Baby Blues. Depresi yang dialami ibu paska melahirkan. Bila tidak ditangani dengan tepat maka dapat menjadi depresi lanjut yang lebih berat Post Partum Syndrome (PPD).

Setelah melahirkan anak ke-3 saya baru mengetahui istilah Pregnancy Blues. Depresi yang dialami ibu selama kehamilan. Ibu hamil memang rentan terhadap depresi karena faktor perubahan hormon, tetapi biasanya dianggap wajar sehingga tidak ada penanganan secara khusus. Terlebih bila yang mengalami Pregnancy Blues bercerita kepada orang yang tidak mengalami atau tidak paham, bisa-bisa dianggap berlebihan.

Menurut situs Baby Center, Pregnancy Blues dapat dialami ibu hamil karena beberapa faktor diantaranya:

– Memiliki riwayat depresi dalam keluarga.

– Mengalami perubahan drastis atau mendadak dalam kehidupan sehari-hari.

– Merasa kesepian karena jauh dari pasangan ataupun keluarga.

– Mengalami masalah kehamilan seperti mual berlebih.

– Pernah mengalami masalah dalam kehamilan sebelumnya atau keguguran.

– Pernah mengalami kekerasan verbal atau fisik sebelumnya.

Bagaimana cara mengatasinya? Kembali menurut Baby Center, ada beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain;

– Berusaha untuk santai dan relaks menghadapi kehamilan

– Berkeluh kesah dan bercerita dengan pasangan mengenai kondisi apapun.

– Bentuk kelompok dukungan (support group)

Relaksasi atau meditasi

– Makan sehat

– Olahraga rutin

– Memberikan kesempatan untuk menyenangkan diri sendiri

– Konsultasi atau terapi.

Pada kehamilan ke-4 saya kemarin bisa dikatakan cukup berbekal dalam menghadapi kehamilan. Lagian sudah kehamilan ke-4 lho. Masa sih tidak siap? Tidak mungkin juga mengalami depresi, saya pikir. Ternyata salah besar! Sayapun baru kemudian menyadari hal tersebut setelah lahiran.

Kehamilan ke-4 saya cukup penuh drama. Hamil tidak lama setelah keguguran, hamil bersamaan dengan momen pindahan. Antara senang dan takut. Senang karena diberi kepercayaan kembali untuk hamil. Takut akan kembali keguguran dan takut menjalankan kehamilan jauh dari suami. 

Selang beberapa waktu setelah mengetahui hamil, masih merasa takut karena beberapa kali flek. Saat itu belum kami periksakan ke dokter karena sudah mau pindah. Kami baru memeriksakan kehamilan saat kami sampai di Jakarta. Begitu leganya ketika melihat denyut jantung janin yang berdetak. Pesan dokter adalah berhati-hati karena letak plasenta masih di bawah. 

Bulan berikutnya periksa kehamilan, kondisi sehat dengan posisi plasenta yang mulai bergerak naik. Sudah tidak ada flek. Mual-mual datang saat malam ketika salah makan. Saya percaya diri dan merasa siap menjalankan kehamilan walau harus jauh dari suami.

Masuk trimester 2, muncul kembali flek coklat. Tidak tahan antrean dokter sebelumnya, saya berganti dokter lain. Entah kenapa secara random saya memilih dokter wanita yang sama sekali belum pernah mendengar nama atau track record nya. Saat konsultasi dan USG, flek disebabkan oleh plasenta yang masih stengah menutup jalan lahir.

Saya yang saat itu masih proses menyapih anak ke-2, merasa galau menghadapi kehamilan itu. Apa yang saya alami selalu saya konsultasikan kepada suami. Terus menerus suami menguatkan saya. Pada saat bercerita saya merasa lega. Namun ada saat-saat dimana saya bisa menangis tanpa sebab. Padahal sebelumnya saya tidak merasa sedih, bahkan habis bersenang-senang. 

Flek datang dan pergi. Sampai suatu Sabtu tiba-tiba ada flek cukup banyak sampai ada bongkahan. Saya berusaha tenang langsung mengirimi pesan kepada obsgyn dan beliau menyarankan saya ke RS tempat beliau praktik. Tanpa memperlihatkan rasa panik, saya mengabari suami yang masih di site. Keluar kamar mengabari mama saya dan minta kakak saya untuk mengantarkan ke RS. Saat bersamaan saya juga mengirimkan pesan kepada teman saya yang sekaligus juga doula, @mamakreatips. Beberapa jam diobservasi di ruang bersalin. Tidak ada kontraksi, semua aman. Sayapun kembali pulang.

Puncak drama kehamilan saya adalah ketika saya merasakan tekanan yang besar sehingga membuat saya membawa dua anak dan tas lalu pergi. Entah pergi kemana karena saat itu hanya ingin pergi saja.

Bersyukur saya memiliki suami yang selalu mendukung dan sabar dengan saya. Diberikan teman yang mau menampung keresahan saya serta obsgyn yang selalu dapat menenangkan saya. Kalau dipikir kembali jadi ingin tertawa. Hahahaha… Bagaimana tidak? Drama di siang hari bawa tas dan 2 anak jalan keluar sampai dikejar suami. Sepertinya ada tukang nasi goreng yang menyaksikan drama itu *tutup muka*

Semua pertolongan datang pada waktunya. Baru saja beberapa hari yang lalu saya cerita ke teman-teman Parenting and Breastfeeding Support Group, dan reaksi mereka banyak yang “Wiena bisa nangis dan drama juga?”. Bisa! Padahal sudah menjalankan semua yang disebutkan di atas agar terhindari dari Pregnancy Blues.

Maju mundur menuliskan cerita ini di blog. Malu? Iya, kalau diingat peristiwanya. Namun tidak ada maksud lain dari tulisan ini, saya hanya ingin orang tahu bahwa saat-saat kehamilan dan melahirkan adalah kondisi yang rentan bagi setiap ibu. Seseorang yang terlihat kuat (seperti saya *pede) belum tentu terhindar dari yang namanya Pregnancy Blues atau Baby Blues. Jadi bagi para ayah, calon ayah, keluarga, kerabat dan semuanya, lebih pekalah terhadap seorang ibu hamil dan ibu baru melahirkan. Dan bagi semua ibu dan calon ibu, janganlah berhenti belajar. Berdayakanlah diri untuk mencari informasi dan belajar dari siapapun dan dimanapun. Karena kehamilan dan menjadi ibu itu sesungguhnya memerlukan persiapan.

Salam dari bayi yang murah senyum. Terima kasih ya dek sudah bersabar dengan mama selama di perut. (pic credit @papakun)

Tagged , , , , , ,

Hunting Sekolah

Saat kami pindah kembali ke Jakarta, salah satu kegalauan saya adalah mencari sekolah yang sesuai dengan anak, hati dan tentunya kocek 😅 Usia Mikha yang telah waktunya untuk masuk TK. Tadinya kami juga mempertimbangkan menunda 1 tahun dan bersekolah di rumah, namun anaknya sudah tidak sabar ingin bersekolah. Kami tidak memasukan anak-anak sekolah sejak dini karena banyak pertimbangan salah satunya adalah kematangan usia. Memang sebelumnya mereka sempat bersekolah di kelompok bermain namun itu karena saya yang mengajar 😅

 Sebelumnya kami tinggal bersama dengan orang tua di daerah Muara Karang. Banyak sekali pilihan sekolah yang cukup dekat dengan rumah saat itu. Dari sekolah swasta sampai internasional. Namun jujur saja, tidak ada satupun yang melekat di hati karena rata-rata sekolahnya terlalu menekankan pada akademis. 
Waktu berlalu, belum juga kami menemukan sekolah yang pas. Sampai akhirnya kami diberi rejeki untuk pindah ke daerah Bintaro. Saya sempat naksir sekolah Ibu Kelinci karena cara belajarnya seru dan harganya terjangkau. Namun sayang sekali walau jaraknya tidak terlalu jauh, kami harus melewati jalan yang macet sekali. 

Kami sempat survey ke beberapa sekolah dan mengikuti trial. 

1. Sekolah dengan kurikulum sendiri dan berbahasa inggris.

Trial di sekolah tersebut Mikha cukup excited. Guru-gurunya pun ramah. Kekurangannya adalah space yang sempit karena sekolahnya di perumahan. Ditambah area bermain outdoor nya kecil.

2. Trial di sekolah bermetode Montessori dan bahasa inggris. 

Tadinya saya cukup excited dengan sekolah tersebut. Selain karena ruang kelas yang menarik, karena metodenya montessori. Namun rupanya saat trial sekolah tersebut akademis sekali. Karena Mikha dibilang belum bisa huruf dan angka *langsung illfeel*

3. Sekolah dengan kurikulum 2013 ditambah dengan kurikulum sekolah dan berbahasa Indonesia 

Pertama kali ke sekolah ini memberi kesan ‘wow’ luas sekali outdoor playground nya. Ruang kelasnya berbentuk sentra-sentra sehingga anak-anak belajar dengan sistem moving class. Sempat sedikit ragu karena masuknya dengan tes dan waktu belajarnya panjang. Namun setelah mengikuti tes, ternyata hasilnya untuk melihat cara belajar anak. Anaknya juga pada akhirnya memilih sekolah ini.

5 hari menjalani masa pengenalan, terlihat anaknya enjoy dengan kesehariannya. Sampai-sampai sempat demam pun bilangnya mau berangkat sekolah. Yang saya sukai dari sekolah ini adalah kegiatan-kegiatan yang beragam selain di masing-masing sentra, ada kegiatan paduan suara, renang, menari. Jadi anak tidak hanya duduk mengerjakan worksheet atau berkegiatan di tempat duduk dan bisa terpenuhi motorik kasarnya. Ada juga kegiatan klub yang bisa diikuti, namun itu hanya kegiatan pilihan.

Hari pertama sekolah



Ya, mudah-mudahan anaknya terus menikmati hari-harinya di sekolah. Lumayan ada waktu beberapa jam untuk menghabiskan waktu dengan Deo dan bayi 😊

Tagged , ,

Hari Yang Baru

Hampir 3 minggu kami kembali hidup mandiri dan seminggu terakhir ini kembali kami membangun rutinitas. Dengan kondisi yang lebih menantang, tugas pertama saya adalah menata kembali manajemen emosi, membiasakan anak-anak pada aktivitas bersama dan juga kegiatan mandiri di saat saya harus mengerjakan pekerjaan rumah, memasak dan lain sebagainya. Tantangannya adalah full 24 jam bersama anak-anak tanpa break.

Syukurlah sejauh ini dapat survive dan mulai mendapat ritme yang kami inginkan.

image

Bermain di luar pada pagi/sore hari

image

Makan pagi/siang/malam bersama

image

Snack time 😀

image

Berkegiatan bersama

image

Bermain berdua ketika saya sedang melakukan pekerjaan rumah

image

'membantu' pekerjaan rumah

Semoga dapat selalu konsisten karena tinggal sedikit lagi waktu sebelum hadirnya anggota baru 🙂

Mengejar Passion

Setelah lama hilang dari dunia blogging, hari ini muncul kembali rasa ingin menulis. Tidak terasa sudah hampir 5 bulan sejak postingan terakhir di mikadoproject. Banyak sekali yang telah terjadi dalam waktu yang terasa sangat singkat. Salah satunya adalah kehilangan calon adik yang sekiranya sempat berada dalam tubuh saya selama hampir 12 minggu. Sempat muncul perasaan campur aduk. Perasaan bersalah. Namun memang pada akhirnya manusia hanya dapat berusaha semaksimal mungkin karena Tuhan Maha Tau akan apa yang layak bagi kita.

Gabriel, calon adik yang datang dan harus kami relakan pergi. Namun sesungguhnya Ia sempat hadir untuk membawakan kabar bagi kami. Saat kami akan mengubur janin yang telah tidak bernyawa tersebut, kami diminta untuk memberinya nama dan nama Gabriel lah yang muncul dalam benak kami. Di saat senggang, saya iseng mencari tahu arti nama tersebut dan ini yang kami dapatkan:

“Gabriel adalah seorang malaikat atau “utusan” untuk menerangkan atau menyampaikan Firman dari Tuhan Allah kepada manusia”

(sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Gabriel)

“Nama Gabriel originalnya berasal dari bahasa Ibrani – Israel. Nama spesial tersebut memiliki definisi dan arti Tuhan Adalah Kekuatanku.”

(sumber:http://namafb.com/2010/06/20/arti-nama-gabriel/)

Beberapa bulan kemudian, kami menyadari bahwa memang Ia datang untuk membawa kabar gembira. Awalnya kami berencana untuk berangkat Jakarta bulan Juni sehingga saat lahiran kami dapat bersama dengan keluarga. Namun Tuhan memiliki rencana yang berbeda bagi kami. Setelah keguguran, bulan Juni tersebut saya mendapat panggilan untuk membantu mendirikan sekolah. Kelompok Bermain di lingkungan gereja. Kembali di dunia pendidikan memang menjadi cita-cita saya. Sungguh luar biasa, sampai saat ini saya masih tidak percaya bahwa Tuhan mempertemukan saya dengan orang yang memiliki satu visi dan misi dalam pendidikan anak. Tuhan memberikan saya kesempatan untuk kembali belajar dan berkarya di dunia pendidikan.

Kelompok Bermain Taman Seminari Santo Yoseph, Sangatta di bawah bimbingan Pastor Cosmas telah berjalan 2 minggu dengan 9 anak. Semoga saya dapat terus konsisten belajar demi pendidikan anak bangsa *lebay sedikit*

Jadi inilah kesibukan kami akhir-akhir ini. Memindahkan kegiatan kami di rumah ke sekolah 😀

image

Hari pertama sekolah 🙂

Akhir Pekan Bermain Musik

Tidak terlalu banyak pilihan hiburan atau tujuan wisata bagi kami yang tinggal di kota kecil ini untuk menghabiskan waktu di akhir pekan. Kami akhirnya memang lebih banyak menghabiskan waktu bersama di rumah. Agar anak-anak tidak bosan, kami benar-benar harus kreatif mencari kegiatan yang menghibur di rumah.

Anak-anak (terutama Mikha) suka sekali yang namanya musik dan bernyanyi. Akhirnya muncul ide untuk membuat alat musik sendiri. Dulu sebelum adik Deo lahir, saya sempat membuat alat musik marakas dari gelas plastik dan beras. Kali ini saya membuat alat musik gitar dan xylophone.

image

Gitar dari kotak bekas dan karet.

image

Xylophone dari kotak bekas, mainan UNO Stacko serta kelereng & sedotan untuk pemukulnya.

Sebenarnya anak-anak ada alat musik mainan keyboard tetapi terlihat mereka lebih seru bermain dengan alat-alat musik buatan ini.

image

Main gitar. Jrenngg... Jrenngg…

image

Adik bermain marakas

image

Main musik sambil bernyanyi.

image

Masih seru bermain musik.

Memang tidak perlu mainan mahal-mahal untuk menyenangkan anak-anak ya. Yang penting kehadiran orang tua, mau mainan bekas pun tidak masalah 🙂

image

Menyanyi dengan mic buatan 🙂

Tagged , ,

Mobilnya Masuk Bengkel

Sejak rangkaian kegiatan “Earth Week” yang kami lakukan beberapa waktu yang lalu, Mikha jadi lebih sering minta membuat mainan sendiri dengan barang-barang bekas. Kegiatan kali ini terinspirasi dari tulisan yang saya baca ketika membuka Facebook. “13 Fun Toy Car Activities For Kids”, dari judulnya saja sudah pas sekali dengan Mikha yang mainan kesukaannya mobil-mobilan.

Kami memiliki alas main bergambar jalanan mobil jadi dengan menambahkan “bangunan” dari kotak-kotak bekas, permainan menjadi lebih seru dan dapat dikembangkan.

Bahan
– kotak bekas
– lem/plaster
– stik es
– spidol

Kegiatan

image

Saya membuat bangunan seperti gambar di atas & Mikha mewarnainya dengan spidol

image

Perbaiki mobil di bengkel.

image

Ada jalanan menuju lantai 2 😀

image

Bengkelnya tutup.

Saya sempat meninggalkan Mikha bermain sendiri dan ketika kembali “bengkel” sudah berubah bentuk 🙂

image

"Rumah mobil" versi Mikha.

Yang dapat dipelajari
– Bahasa: kosakata, bercerita
Pretend play
– kreatifitas, imajinasi
– konsep ruang & posisi benda

Tagged , ,

Melukis Dengan Pom Pom

Hari ini kami kembali bermain pom pom. Berbeda dengan kegiatan kemarin yang lebih fokus pada perkenalan dan motorik halus, hari ini kami berkreasi dengan menggunakan pom pom.

Bahan

image

masking tape
– cat warna
– pom pom
– kertas

Kegiatan
Kami mencoba untuk melukis menggunakan pom pom. Namun sebelumnya saya membuat huruf awal dari nama Mikha pada kertas seperti yang terlihat pada gambar di berikut.

image

M untuk Mikha

Lalu kami mulai melukis dengan menggunakan pom pom.

image

Celup pom pom pada cat.

image

Lalu mulai lukis…

image

Akhirnya pakai tangan saja 🙂

image

Atas: lukisan saya, bawah: lukisan Mikha

image

Setelah kering, masking tape dicabut.

image

Inilah hasil karya kami. M untuk Mikha, A untuk Amadeo 🙂

Yang dipelajari
– kreativitas
– motorik halus
– mengenal huruf
– bahasa: kosakata, bercerita
– stimulasi panca indera

Tagged , , ,

Sedotan & Kotak bekas

Sedotan bekas minuman yang masih layak pakai dapat dibersihkan dan dimanfaatkan sebagai alat main dan pembelajaran. Apabila kita mencari di internet, banyak sekali sumber ide aktivitas dengan sedotan. Kali ini saya mengambil ide dari blog ini.

Bahan:

image

Sedotan yang dipotong-potong

image

Kotak bekas yang telah diberi beberapa lubang

Kegiatan:
Ajak anak untuk memasukkan sedotan melalui lubang-lubang yang ada di kotak. Kami masih fokus pada aktivitas motorik sehingga Mikha hanya memasukkan sedotan di lubang-lubang yang dia inginkan. Mungkin lain kali dapat dicoba menempelkan warna pada kotak sehingga sedotan dimasukkan sesuai warna yang tertempel.

image

Masukkan sedotannya…

image

Dorong terus sampai masuk.

image

Sedotan ditancapkan pada lubang kotak

image

Saya tinggal untuk menyuapi adik, balik-balik mainan sudah dimodifikasi.

Yang dipelajari:
– Motorik halus
– Warna, berhitung
– Bahasa: kosakata, bercerita
– kreativitas

Aktivitas apa lagi yang menggunakan sedotan ya?

Tagged , ,