Category Archives: Umum

MikaDoProject Cuti Dulu

Karena satu dan lain hal, untuk sementara waktu mikadoproject.wordpress.com off sampai waktu yang belum ditentukan. Untuk kegiatan MikaDo bisa tetap bisa dilihat di Instagram @itswie 🙂

Sampai berjumpa di lain waktu…

Advertisements

Out on Holiday

Hai pembaca setia MikaDoProject (ge-er tingkat tinggi), ternyata sudah cukup lama blog ini terbengkalai ya (postingan terakhir bulan Agustus). Memang kami boleh dikata sedang berlibur panjang jadi kami tidak berkegiatan di rumah. Sebenarnya banyak yang ingin diceritakan (dan ditulis) mengenai kegiatan MikaDo, namun sedikit sulit mencari waktu untuk update blog ini (alesan aja deh!). Jadi sampai dengan akhir tahun 2014, akan sedikit sepi di sini. Hah lama banget!? Iya, namanya juga liburan panjang. Hehehe… So, sampai bertemu di tulisan berikutnya ya.

Dapat salam dari MikaDo 😉

image

Halo dari Miniapolis Plasa Indonesia 🙂

Tagged ,

Earth Week: Memanfaatkan Kertas Koran Bekas

image

Credit: addins.wvva.com

Hari ini adalah hari Bumi. Setelah kami membaca buku bertema bumi (sempat saya posting di tulisan “Earth Week: Buku Bertema Bumi”), hari ini kami melakukan kegiatan yang bertema kan bumi. Salah satu langkah menyelamatkan bumi adalah dengan mendaur ulang barang. Berhubung banyak koran bekas di rumah maka kami mendaur ulang koran menjadi barang yang dapat digunakan kembali. Setelah mencari-cari kegiatan yang sesuai dengan kemampuan anak berusia 28 bulan, kami akhirnya memutuskan membuat mangkuk dari koran atau yang dikenal sebagai aktivitas membuat paper mache.

Bahan

image

Adonan lem

Saya membuat adonan lem dari tepung dan air dengan perbandingan 1:1 (sesuai dengan resep yang ada di Kids Activities Blog).

image

Kertas koran yang sudah disobek-sobek memanjang

Kegiatan

image

Oles adonan lem pada mangkuk plastik

image

Tempel kertas koran satu-satu

image

Lakukan berulang sampai beberapa lapis koran (minimal 5 lapis)

image

Keringkan

Karena dibutuhkan waktu kering semalaman jadi kami akan melanjutkan aktivitas ini besok. Tidak sabar melihat hasilnya ya 🙂

Tagged , , , ,

Earth Week: Buku Bertema Bumi

Hari ini Indonesia memperingati hari Kartini tetapi saya tidak menulis tentang hari Kartini melainkan perayaan yang dilakukan tanggal 22 April besok. Dalam rangka hari bumi, beberapa hari ke depan kami akan melakukan kegiatan Earth Week. Sudah pasti temanya mengenai bumi 🙂

Hari Bumi adalah hari pengamatan tentang bumi yang dicanangkan setiap tahun pada tanggal 22 April dan diperingati secara internasional. Hari Bumi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi.
Sumber: Wikipedia.

Menjelaskan Hari Bumi kepada anak-anak selalu lebih mudah melalui gambar dan perbuatan dibandingkan dengan hanya kata-kata. Buku-buku yang sering saya gunakan untuk menjelaskan tentang mencintai dan menyelamatkan bumi adalah:

Mickey Mouse Club House: No Place Like Earth

image

Buku ini dalam bahasa inggris dan mengajarkan beberapa cara untuk menyelamatkan bumi. Salah satunya dengan mematikan lampu jika tidak digunakan untuk menghemat listrik.

image

Green Start: One Tree

image

Buku berbahasa inggris yang ini lebih menjelaskan tentang pohon dan bagaimana kita dapat menyelamatkan pohon.

image

Ensiklopedia Pertamaku: Ayo Lindungi Bumi Kita

image

Buku ini berbahasa Indonesia dan isinya cukup lengkap tentang apa saja yang dapat dilakukan untuk melindungi bumi.

image

Dora Celebrates Earth Day

image

Buku yang satu ini berbahasa Indonesia dan inggris. Isinya tidak jauh-jauh dari cara-cara melindungi dan menyelamatkan bumi. Di buku ini diperkenalkan istilah reduce, reuse & recycle.

image

Nah itu buku-buku yang kami gunakan di rumah. Gimana dengan Anda?

Tagged , , ,

Hari Pertama di Tahun Yang Baru

Postingan pertama di tahun 2014.

Jadi ceritanya kami membuka awal tahun dengan menginap di hotel rumah sakit. Ya,abang Mikha terpaksa harus dirawat karena demam tinggi selama lebih dari 72 jam. Setelah periksa darah hasilnya menunjukan trombosit menurun. Akhirnya dipasang infus karena susah makan dan minum. Miris hati melihat anak sakit dan harus ditusuk-tusuk ya. Namun demi kesembuhan buah hati maka saya pun harus tegar.

Sekarang sehari setelah dirawat suhu tubuh masih naik turun dan trombosit pun belum naik malah turun. Diagnosa dokter adalah ada virus dalam tubuh karena hasil tes demam berdarah negatif. Semoga tidak lama-lama sakitnya ya abang…

image

Sehari sebelum dirawat, dapat sepeda baru dari opa.

image

image

Adik Deo pun akhirnya ikut bermalam di rumah sakit. Sehat-sehat juga ya dek!

image

Tagged , ,

Tentang Deo #2

Sebagian besar tulisan di MikadoProject masih di dominasi dengan kegiatan Mikha. Ini karena Deo masih lebih banyak tidurnya. Ya, di usianya yang sudah 4 bulan ini Deo masih banyak tidurnya (dulu Mikha juga begitu). Di waktu-waktu bangun, Deo senang sekali diajak bercerita dan bernyanyi. Ia juga suka sekali mengamati abang Mikha berlarian.

image

image

image

Di usianya yang sudah 4 bulan lebih, Deo juga mulai ketawa terkekeh-kekeh (apa ya bahasanya?). Dan yang bisa membuatnya ketawa saat ini hanya…

Papa!

image

Ini papa pura-pura tidur saja 😀

Sehari-hari Deo pun diberikan berbagai pengalaman sensory untuk perkembangannya.

image

Cepat besar ya nak biar bisa main dengan abang Mikha 🙂

Tagged ,

Pangeran Kecil Yang Membanggakan

#DearSon,

Belum genap engkau 1 tahun adikmu hadir dalam perut mama. Galau, iya. Bukan karena tidak siap untuk kehadiran adikmu tapi lebih karena mama (dan papa) menghawatirkan perkembangan mu. Saat itu kamu berusia 10 bulan tepatnya dan kamu masih full ASI. Yang mama khawatirkan saat itu adalah melepaskan momen menyusui kamu nak. Ditambah kekhawatiran akan rasa cemburu abang terhadap adik nanti.

Kegalauan muncul terutama pada saat pemeriksaan pertama ke dokter kandungan dan dokter mengatakan abang harus disapih karena kalau tidak akan berpengaruh kepada perkembangan calon adik nanti. Namun mama tidak menyerah begitu saja. Mama mencari informasi sebanyak-banyaknya, dari internet, buku dan teman-teman komunitas ASI tentang menyusui pada saat hamil. Informasi dan pengalaman dari ibu-ibu lainnya yang mengalami hal yang sama menguatkan mama untuk terus menyusui kamu nak. Dukungan yang paling utama adalah dari papa yang selalu menguatkan mama untuk lanjut menyusui kamu.

Setiap hari kami selalu bersyukur atas anugerah yang telah Tuhan berikan kepada mama dan papa, yaitu kamu dan calon adikmu. Dari saat mama hamil, mama selalu memberi tahu abang bahwa akan punya adik. Pelan-pelan mama belajar untuk melepaskanmu. Bukan untuk berpisah, namun untuk membuat abang lebih mandiri dan lebih banyak waktu dengan papa. Hal ini mama lakukan agar abang tidak merasa kehilangan atau tidak disayang pada saat adik lahir. Mama selalu melibatkan abang pada saat memilihkan barang-barang untuk calon adik. Meskipun mungkin abang belum mengerti, setiap hari mama mengajak abang untuk berkomunikasi dengan calon adik di perut mama.

image

Mendengarkan adik di perut mama.

Yang paling berat adalah pada saat kami berlibur ke Jakarta. Banyak sekali mulut-mulut tajam yang mempertanyakan soal abang yang masih nyusu. Mama harus memasang telinga yang tebal dan membentengi hati. Tetapi atas kehendak Tuhan, semua itu dapat kami lewati dengan lancar nak. Mama bertemu dengan dokter kandungan (yang melahirkan abang) yang ternyata sangat pro dengan ASI. Beliau membesarkan hati dan menguatkan mama bahwa abang boleh lanjut menyusu bahkan sampai 2 tahun nanti.

image

Sama papa sewaktu liburan

image

Naik kereta bersama mama.

Kami merayakan ulang tahun abang yang pertama di Jakarta. Waktu itu mama papa tidak memberikan hadiah barang. Mama papa mengajakmu berliburan ber-3 (ber-4 sama yang di perut) ke Taman Safari dan Taman Bunga. Betapa senangnya abang melihat binatang-binatang dan juga naik kereta. Momen yang spesial bagi mama, papa dan juga abang.

Perjalanan kehamilan adik sambil menjaga abang tanpa bantuan asisten dan juga jauh dari keluarga terbilang cukup mulus. Hampir tidak pernah mendengar abang merengek. Perkembangan calon adik di perut juga baik-baik. Singkatnya abang dan adikmu tidak menyusahkan mama. Setiap orang yang mama temui selalu bilang “wah, jaraknya deket nanti bisa cemburu”, “biasanya mau nempel terus” dan lain sebagainya. Kamu mematahkan semua itu nak. Bahkan sebelum adik lahir abang terlihat sedang menggendong boneka koala dan memberinya minum.

image

Sayang koala, sayang adik.

19 Juni 2013. Seminggu sebelum melahirkan adikmu papa, mama berkonsultasi dengan dokter untuk menetapkan tanggal lahiran dan kami memilih tanggal 20. Ya, adik dilahirkan secara caesar karena belum genap 2 tahun operasi caesar abang. Jantung rasanya berdebar-debar. Bukan karena akan menjalankan operasi tetapi karena akan meninggalkan abang untuk pertama kalinya dalam hidupmu nak. Pertama kalinya juga abang tidur tanpa nyusu.

image

Abang bermain di rumah sakit sebelum mama melahirkan

Saat itu mama papa berangkat duluan ke rumah sakit. Malamnya abang berkunjung ke rumah sakit dan abang seperti ngambek. Abang tidak mau digendong sama mama. Tetapi mama tetap ikhlas dan menerima kalau abang marah dan memilih untuk tidak terlalu memikirkannya karena takut abang rewel di rumah. Keesokan harinya adik lahir jam 8:35 pagi dan abang baru datang berkunjung kembali malamnya. Abang cuek dan hanya berlari-larian di sekitar kamar.

Hari-hari pertama adik pulang ke rumah abang sempat rewel pada saat malam hari. Mungkin abang kangen ingin dikelonin mama sebelum tidur tetapi saat itu mama masih menyusui adik. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama. Bahkan saat kami kembali ke rumah kami di Sangatta (saat adik berusia 2 minggu) abang sama sekali tidak merasa cemburu mama mengurus adik. Abang malah banyak membantu mama merawat adik.

image

Foto pertama abang bersama adik Deo

Sekarang di usia abang yang hampir 2 tahun, abang cukup mandiri dan dapat menjadi kakak yang baik. Abang sudah tidak mau nyusu. Ketika mama menawarkan abang hanya tertawa, geleng-geleng kepala dan bilang “adek”. Betapa bangganya kami pada dirimu nak Hari-hari rewel jelas ada. Tetapi mama sangat bersyukur bahwa abang selalu dapat diandalkan di saat-saat yang mama tidak duga sama sekali. Semoga abang selalu menjadi pangeran kecil mama sampai kapanpun ya.

Mama sayang abang Mikha!

image

image

image

image

Tulisan #DearSon merupakan persembahan Kelompok Emak2 Blogger kepada anak laki-lakinya. Termasuk saya yang dengan senang hati mendapatkan tongkat estafet setelah Emak Novi Termasuk suatu kehormatan mendapatkan kesempatan untuk menulis #DearSon ini.

Tagged ,

Melatih Kemandirian Anak

Kalau sebelumnya saya menulis mengenai belajar tanggung jawab maka kali ini saya akan coba untuk berbagi mengenai kemandirian anak. Menurut saya, melatih kemandirian anak bukan berarti anak harus bisa melakukan semua sendiri pada saat ini juga. Melatih kemandirian anak merupakan proses pembelajaran sesuai tahap usia dan porsinya sehingga kelak ia akan dapat melakukan hal yang sudah menjadi tanggung jawabnya sendiri.

Untuk melatih kemandirian Mikha, awalnya saya mulai dengan lebih banyak bercerita tentang apa yang dapat ia lakukan sendiri melalui buku-buku cerita atau saat bermain. Lalu saya mulai memberinya kesempatan untuk melakukan hal-hal seperti makan, minum, lap mulut, pakai sepatu, buang sampah sendiri dan lain sebagainya. Lama-lama Mikha pun dapat dengan sendirinya mengambil makan atau minum di atas meja makan atau mengambil sepatunya ketika akan pergi jalan.

Saat adik Deo lahir, Mikha sudah dapat sedikit-sedikit meringankan pekerjaan saya dengan membantu membereskan pakaian kotor adik atau membuang pospak adik ke tong sampah.

image

Menaruh baju kotor di keranjang laundry

image

Mikha belajar makan sendiri sambil tetap disuapi (saya memegang 1 piring makanan untuk menyuapi)

image

Lap mulut sehabis makan

Bila kita beri kesempatan anak untuk melakukan sesuatu sendiri (dengan tetap didampingi atau dibantu tentunya) maka anak akan belajar mandiri dan melakukan sesuatu tanpa harus dipaksa. Perlu diingat proses pembelajaran itu tidak selamanya indah. Makanan berantakan, tissue berceceran, pakaian kotor bertebaran itu tidak mungkin dihindari. Yang penting nikmati proses pembelajaran itu 🙂

Tagged , ,

Belajar Tanggung Jawab

Anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Rasa ingin tahu itu nantinya dapat menjadi dasar motivasi anak untuk belajar sehingga alangkah baiknya sebagai orang tua kita tidak mematikan rasa ingin tahu tersebut. Termasuk ketika anak bereksplorasi dan memindahkan isi lemari ke lantai. Bagi orang dewasa yang terlihat mungkin barang berantakan, namun anak hanya memenuhi rasa ingin tahunya. Terkadang kita langsung saja melarang dan membereskannya padahal momen tersebut dapat menjadi media pembelajaran bagi anak. Kita dapat menuntun anak untuk belajar merapikan kembali barang. Kalau dirapikan maka anak malah akan berpikiran ‘oh kalau aku berantakin mama yang rapiin kok’. Jadi kemungkinan besar akan berulang terus seperti itu.

Seperti yang terjadi kemarin. Mikha sedang gemar-gemarnya buka tutup lemari pendingin. Kami sempat memasang child safety lock, namun hanya bertahan beberapa hari saja sebelum ia menemukan cara membukanya. Saat rak telur terisi penuh, Mikha terlihat sangat penasaran untuk mengambilnya (padahal masih sulit dijangkau). Saya sudah beberapa kali mengingatkan “itu bukan mainan ya nak” sempat juga memberi Mikha kesempatan untuk melihat & memegang telur namun sepertinya tidak mengurangi rasa keinginannya untuk bereksplorasi dengan benda tersebut.

Jadilah sewaktu saya sedang memasak, Mikha membuka lemari pendingin dan tiba-tiba saja terdengar suara telur pecah. Padahal sebelumnya lagi bermain di ruang depan.

image

Mengamati, merasakan dan membersihkan

Akhirnya saya harus meninggalkan kegiatan memasak dan mendampingi Mikha dan telurnya (sampai lupa matikan kompor jadi makanan gosong sedikit). Mikha pun terlihat seru bereksplorasi dengan pecahan telur di lantai (sambil saya mendeskripsikan). Tidak lupa saya jelaskan akibat menjatuhkan telur dan mengingatkan bahwa makanan dan barang yang berada di lemari pendingin bukan untuk dimainkan. Mikha awalnya sedikit geli dengan tekstur telur. Setelah selesai berkesplorasi saya lalu meminta Mikha untuk membersihkannya. Memang masih perlu bantuan dan akhirnya saya harus membersihkan ulang, namun usahanya untuk membersihkan patut diapresiasi. Terdengar sepele ya, tetapi dengan hal-hal kecil seperti ini maka anak dapat belajar tanggung jawab 🙂

Tagged , ,

Mikha & Deo Kembali ke Sangatta

Setelah 2 minggu berlibur di Balikpapan, akhirnya hari ini kami kembali ke Sangatta. Sedih Mikha dan Deo harus kembali berpisah dengan Nenes dan lainnya tetapi tetap harus dijalani. Kami berangkat dari rumah jam 8 lewat dan baru sampai rumah jam 7 malam. Benar-benar perjalanan panjang yang melelahkan. Terutama untuk Deo. Kalau Mikha sudah cukup terbiasa dengan perjalanan darat yang panjang. Tapi pasti lelah juga ya.

image

Berhenti untuk istirahat

Seperti biasa kami berhenti di Samarinda untuk istirahat dan makan siang. Kali ini tidak memesan catering anak untuk Mikha karena teman-teman di Samarinda berhalangan. Jadi Mikha ikut makan bersama – sama. Deo sempat rewel. Mungkin karena bosan, setelah berhenti untuk bermain-main sebentar dengan papa ia pun kembali tidur sampai kami tiba di Sangatta.

image

Mikha memegang tangan Deo supaya berhenti menangis

Setelah sekitar 9 jam perjalanan, akhirnya sampai juga di rumah. Deo langsung tidur pulas, sedangkan Mikha… Hmm… Masih penuh tenaga.

image

Selamat tidur Deo

image

Sepertinya Mikha kangen kulkasnya ya. Hehe...

Liburan penuh kenangan dan pengalaman baru bagi Mikha dan Deo. Senang sekali terutama dapat bertemu dengan Nenes, Oma Ni serta Opa, Yeye dan Oma Vera yang datang dari Jakarta. Akhir tahun kita ke Balikpapan lagi ya!

image

Antar opa ke bandara. Mikha senang sekali lihat pesawat

image

Hari terakhir di Balikpapan sempat bermain di arena bermain 🙂

image

Deo di Bon Cafe 🙂

image

Kenangan bersama keluarga

image

Kangen Nenes. Facetime dulu.

Tagged , ,