Category Archives: MPASI

Menu Keluarga: Sup Krim Labu Parang 

Ada kalanya anak-anak (terutama Deo) tidak mau makan nasi. Saat-saat begitu saya sukanya menggantikan karbo menjadi kentang, roti atau jagung. Biasanya mereka akan menjadi lebih lahap makan. Kali ini saya berbagi menu makanan kuah sederhana yang dapat disantap sekeluarga.

Menu Keluarga (Dewasa, Balita usia 3,5 tahun & 5 tahun): Sup Krim Labu Parang

Menu MP-ASI bayi 6 bulan: Labu Parang

Bahan:

  • Dada ayam potong kotak (tulangnya untuk bikin kaldu) atau daging giling
  • Labu parang (potong kotak)
  • Stengah bawang bombay (bisa potong halus atau utuh)
  • Bawang putih (geprek)
  • Daun bawang 
  • Kaldu ayam 
  • Garam
  • Merica
  • Tepung maizena (optional)

Cara:

  1. Masukan kaldu ayam, bawang bombay, bawang putih (bawang-bawang dapat ditumis terlebih dahulu dengan mentega) dan labu ke dalam panci. Panaskan hingga labu lunak.
  2. Saat labu lunak ambil sebagian labu untuk MP-ASI bayi. Haluskan. 
  3. Sup dan labu untuk keluarga saya haluskan menggunakan blender. 
  4. Masukan kembali labu yang sudah dihaluskan ke panci. Masukan daging ayam.
  5. Saat daging mulai matang masukkan kacang polong atau buncis atau bahan lain sesuai selera.
  6. Masukan daun bawang.
  7. Larutkan tepung maizena pada air sebelum dimasukan ke dalam sup labu untuk mengentalkan sedikit sup.
  8. Matikan api dan tambahkan garam & merica sesuai selera.

Sup Krim Labu siap dihidangkan dengan roti panggang/kentang/jagung kukus. Bisa ditambahkan parutan keju

Labu Parang untuk MP-ASI dengan tekstur tidak encer

Nyam… Nyam…


Note: menu 4 bintang

1. Karbohidrat: kentang/jagung/roti

2. Protein Hewani: daging ayam

3.Protein Nabati: kacang polong

4. Sayur: labu

Tagged , , , , ,

MP-ASI Perdana Baby Roo

Perasaan baru kemarin lahiran, sekarang bayi sudah 6 bulan. Yang artinya mulai diperkenalkan makan. Tidak ada persiapan khusus dalam mempersiapkan MP-ASI kali ini karena alat-alat makannya sudah ada. Yang jadi tantangannya adalah kali ini mempersiapkan makannya tanpa ada yang membantu mengawasi anak-anak.

Hari pertama MP-ASI juga sebagai hari pertama pagi-pagi mengantarkan abang M ke sekolah. Biasanya naik jemputan, namun karena akhir-akhir ini jemputan sering telat jadinya saya memutuskan untuk mengantarkannya saja.

Menu makan hari ini dimulai dengan alpukat. Kebetulan saya sedang suka sekali membuat jus alpukat dan sedang ada stock yang baru matang jadi sekalian sebagai MP-ASI bayi saja.

MP-ASI WHO 6 Bulan

  • Menu tunggal
  • Frekuensi: 1-2 kali sehari
  • Jumlah: 2-3 sendok makan
  • Tekstur: ketika sendok dimiringkan tidak langsung jatuh

Alpukat dihaluskan dengan saringan & langsung diberikan

Reaksi bayi? Mingkem setelah suapan pertama. Hahaha… Gpp ya dek. Kita coba lagi next time.

Merem-merem pada suapan pertama


Tagged , , ,

8 Peralatan MPASI

Sudah genap sebulan adik Deo MPASI, makanannya pun semakin beragam. Memasuki usia 7 bulan ini, ia mulai makan 3x sehari. Pagi: puree buah, siang dan sore: makan ‘berat’ (biasa makan siang dan sore menunya sama). Kali ini saya tidak menulis tentang menu makanannya tetapi sekedar ingin berbagi tentang peralatan yang dipakai sehari-hari dalam membuat dan menyajikan makanan Deo.

Kalau pas Mikha dulu, jauh-jauh hari sudah heboh dan bingung mempersiapkan segala alat, sekarang lebih santai dan seadanya. Mungkin sudah anak ke-2 jadi lebih relax (atau karena ada balita juga jadi cari yang ringkas). Berikut peralatan tempur sehari-hari yang saya pakai untuk menyiapkan menu bayi 7 bulan ini.

1. Saringan

image

Saringan stainless steel yang dibeli saat Mikha MPASI 1,5 tahun yang lalu masih awet dan terpakai untuk menyaring makanan Deo. Keluar kota saringan ini tidak ketinggalan dibawa.

2. Blender

image

Kalau pas jamannya Mikha masih sempat memakai alat ini untuk beberapa makanan, kali ini saya gunakan hanya ketika membuat puree buah. Tidak ada blender spesifik, sekarang di rumah mertua pun memakai blender yang ada disini.

Saya juga sempat mencoba menggunakan grinder yang dipinjamkan teman untuk menghaluskan makanan, namun ternyata lebih nyaman manual dengan saringan.

image

3. Parutan

image

Parutan stainless steel jaman Mikha juga masih bagus namun belum terpakai karena tekstur makanan Deo masih terbilang halus sehingga masih saringan menjadi alat idaman. Namun alat ini berguna pada saat tidak memiliki blender dan ingin membuat puree buah yang tidak dikukus terlebih dahulu.

4. Kukusan/dandang

image

Alat ini merupakan alat wajib bagi saya karena seluruh makanan Deo adalah hasil mengukus. Alat ini tidak dibeli khusus tetapi memang memakai yang ada di rumah.

5. Talenan & Pisau

image

Sebenarnya harusnya 2 alat ini dipakai khusus agar higenis ya, tetapi saya hanya ekstra memastikan alat yang dipakai bersih.

6. Panci Kecil

image

Alat ini berguna sekali untuk membuat bubur dan kaldu dalam porsi kecil.

7. Alat Makan

image

Awal memperkenalkan makanan saya memisah-misahkan masing-masing makanan sehingga menggunakan mangkuk/piring yang ada batasnya. Sewaktu Mikha saya tetap memisahkan sampai ia berusia hampir 1 tahun karena memang anaknya lebih suka tidak dicampur. Nah kalau Deo lebih suka dijadikan 1 mangkuk/piring seperti gambar di bawah ini.

image

Yang dimasak bersamaan hanya beras dan ayam, sayurnya tetap dikukus terpisah.

8. Kursi Makan

image

Di rumah kami memiliki high chair. Namun karena high chair terlalu tegak dan tidak dapat direbahkan sehingga Deo makan di bouncer atau stroller.

image

Demikian 8 perlengkapan makan adik bayi. Murah, meriah dan sederhana. Sebagai penutup tulisan ini berikut dipersembahkan bayi Deo 7 bulan…

image

Santai ya dek kayak di pantai 😀

Tagged ,

MPASI Deo 6 Bulan

Sudah memasuki minggu ke-2 di bulan Januari, belum sempat saya memperbaharui tulisan di blog ini. Pertama karena memang kami masih di Balikpapan dan kedua karena abang Mikha baru saja pulih setelah 4 hari bermalam di rumah sakit. Sekilas saja tentang yang dialami Mikha yaitu sempat demam naik turun selama 3×24 jam. Setelah diperiksa darah hasilnya trombosit menurun dan sempat turun sampai ke angka 58000 di hari ke-6 sejak demam pertama. Diagnosa dokter Dengue Fever. Virus yang memang hanya mengandalkan daya tahan anak untuk pulih.

Selama di rumah sakit, adik Deo pun terpaksa ikut menginap. Selama 4 hari itu MPASI sedikit terlantarkan. Hanya mengulang-ngulang menu yang pernah dimakan seperti pisang, pepaya dan apel (karena buah-buah tersebut mudah dipersiapkan). Syukurlah Deo sampai saat ini tetap dalam kondisi sehat.

Memasuki minggu ke-3 Deo mulai MPASI, makanan yang diperkenalkan mulai beragam dan kekentalannya pun bertambah. Sungguh pengalaman memberi makan Deo ini sangat berbeda dengan abangnya dahulu. Kalau dulu abang Mikha makan mangap-mangap saja, kali ini Deo makan dengan penuh ekspresi. Dari ketawa-ketawa, senyam-senyum, merem-melek sampai ada saatnya seperti mau muntah (walau ia tetap memakannya :D). Berikut sebagian makanan pendamping ASI yang sempat terekam oleh kamera hp saya:

image

Minggu ke-2 masih makanan tunggal

Kalau pisang langsung kerok pakai sendok…

image

Minggu 2 menuju 3 sudah mulai mix and match 😀

image

Sampai hari ini, makanan yang telah dicicipi oleh adik bayi ini adalah:
Buah: pir, apel, alpukat, pepaya, pisang
Sayur: brokoli, labu kuning
Karbohidrat: beras merah, beras putih, kentang, oatmeal
Protein: daging merah

Karena Deo tidak ada alergi makanan maka saya cukup pede memperkenalkan beragam makanan. Saya mengikuti panduan WHO jadi makanan yang saya perkenalkan pun sesuai dengan yang ada di hari itu (sekalian masak untuk abangnya juga).

Tagged , ,

MPASI Perdana: Alpukat

Kalau kemarin ulang tahun Abang Mikha, hari ini pertama kalinya Deo memperoleh asupan lain setelah 6 bulan memperoleh hanya ASI. Ya, hari ini MPASI perdana Deo. Momen yang dinanti-nanti. Padahal sudah melewatinya dengan Mikha tetapi tetap saja seperti pertama kali menyiapkan MPASI. Bedanya kali ini lebih santai dan lebih relax.

Tanpa berlama-lama bingung menentukan makanan pertama Deo, saya pun memilih memulai dengan alpukat. Kenapa? Karena alpukat merupakan buah yang relatif aman untuk makanan pertama bayi dan memiliki nilai nutrisi yang baik.

Selain itu cukup mudah untuk dipersiapkan. Tinggal dikerok dan diencerkan dengan ASI/air. Sesuai dengan panduan WHO, makanan yang diberikan tidak terlalu encer agar nutrisinya tidak hilang. Sekilas panduannya dapat dibaca di kultwit oleh AIMI.
image

image

Inilah ekspresinya sewaktu makan

image

Reaksi Deo pertama kali makan? Seperti foto di atas. Awalnya penasaran, merem-melek, sampai seperti mau muntah. Tidak menolak sih tapi seperti bingung ini apa yang dikasih mama ya. Hehehe…

Besok kita makan lagi ya dek. Masih dengan menu alpukat tentunya. Oiya, mungkin postingan ini sekaligus menjadi postingan terakhir mengenai kegiatan anak-anak di tahun 2013 karena kita akan berangkat liburan. Sampai ketemu di tahun 2014 🙂

Tagged , ,