Ikuti Polanya

Setelah mengunggah foto dan tulisan tentang aktivitas “Beri Makan Binatangnya” ada yang bertanya tentang apakah aktivitas tersebut cocok untuk usia yang lebih besar. Memang sebenarnya aktivitas yang saya buat itu dibikin untuk abon yang berusia hampir 2 tahun dan akan kurang menantang untuk anak-anak yang usianya lebih besar atau yang sudah cukup fasih (terlatih) motorik halusnya. Atas dasar pertanyaan tersebut maka sayapun mengembangkan jenis permainannya.

Masih menggunakan sedotan dan juga kotak bekas, aktivitas ini dapat dimainkan oleh anak-anak saya yang berusia hampir 2 tahun, hampir 5 tahun dan juga 6 tahun. Jadi rentang usianya lebih luas.

Bahan dan alat yang dipakai.
Buat kotak 8 x 8 (atau sesuai keinginan) pada boks. Masing-masing kotak dilubangi seperti gambar. Panjang sedotan disesuaikan agar muncul sedikit keluar.

Untuk abon saya hanya menyediakan sedotan dan kotak pola. Jadi dia hanya memasukkan sedotan secara acak.

Memasukkan sedotan satu-satu.

Untuk ateng dan juga asul, selain kotak pola dan sedotan, saya juga menyediakan kertas pola yang dapat mereka ikuti.

Keranjang aktivitas berisi kotak pola, kertas pola, sedotan & spidol.
Mengerjakan bersama-sama.

Kali ini saya hanya menyediakan 1 untuk digunakan bersama-sama dengan harapan mereka akan bekerjasama menyelesaikan “tugas” mereka. Benar saja, asul dan ateng saling membantu membuat pola yang mereka lihat di kertas. Selain bekerjasama, pada kesempatan ini mereka juga saling menyelesaikan masalah dan perselisihan karena saling rebutan memasukkan sedotannya.

Yeay, jadi!
Tersedia kertas pola yang belum ada gambarnya.
Menggambar sendiri pola yang diinginkan.
Hasil kerjasama asul (menggambar) dan ateng (mengerjakan).

Yang dapat dipelajari pada aktivitas ini antara lain:

  • berlatih motorik halus,
  • koordinasi jari tangan dan mata,
  • bahasa dan kosakata,
  • berhitung,
  • bekerjasama,
  • menyelesaikan masalahΒ (problem solving).

Apa lagi ya yang dapat dipelajari pada aktivitas ini?

Advertisements

Beri Makan Binatangnya

Beberapa waktu lalu papakun membelikan anak-anak permainan “Lucky Stab Game” untuk asul dan ateng. Permainan tersebut mengharuskan anak memasukan “pedang” tetapi jangan sampai bajak lautnya lompat (lihat gambar).

Tidak disangka, ternyata abon juga suka ikutan main. Tetapi nasib anak bontot suka tidak diajak sama abang-abangnya bermain permainan tersebut.

Bermula dari minatnya terhadap permainan tersebut, maka saya membuatkan aktivitas yang serupa dari sedotan dan kotak bekas. Sebenarnya saya pernah membuat aktivitas ini 4 tahun yang lalu. Aktivitas tersebut dapat dibaca di sini.

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Bahan dan alat yang dipakai.

Kali ini di rumah banyak tersedia kotak bekas, jadi dapat dimanfaatkan.

Taraaaa… Abaikan gambar yang seadanya :p

Tema yang saya pilih adalah binatang. Binatang digambar di kertas berwarna. Yang dipilih 2 warna saja karena kebetulan sedotan yang tersedia hanya warna biru dan kuning. Tidak memilih banyak warna agar abon bisa lebih fokus. Sedotan saya potong kira-kira saja.

Ayo kasih makan binatangnya ya.
Sadar bahwa gambar pada kotak terbalik. Abon langsung membaliknya.
Ketika sadar gambar terbalik.
Menyediakan berbagai gambar binatang lain yang dapat dilepas dan dipasang.
Ada beberapa gambar binatang lain yang dapat dilepas pasang.
Memilih sendiri gambar apa yang diinginkan
Memilih sendiri gambar yang diinginkan.
Tekun mengerjakan.
Tekun mengerjakannya.
Hore, bisa :)
Horeeee selesai!
Dengan adanya warna-warna, maka diharapkan abon lama-lama akan memasukan sedotan sesuai dengan warna.

Yang dapat dipelajari dari aktivitas ini:

  • Bahasa dan kosakata baru
  • Koordinasi tangan dan mata
  • Memantapkan motorik halus
  • Warna
  • Membaca
  • Mencocokkan dan mengelompokan

Kira-kira apa lagi yang dapat dipelajari pada aktivitas ini ya?

Mana Bayangannya?Β 

Mengasuh 2 balita dan 1 bayi saat suami bekerja dan tanpa asisten rupanya memakan banyak waktu, emosi dan kesabaran. Ketika masih hamil dengan 2 balita masih banyak waktu untuk pekerjaan rumah dan mempersiapkan kegiatan untuk anak-anak dan mendokumentasikannya. Sekarang? Syukur-syukur bisa mandi dengan tenang sekali sehari. Tanpa disadari blog ini pun jadi terbengkalai. Kadang ide-ide muncul saat anak-anak sudah tidur. Namun akhirnya memilih untuk tidur atau bermalas-malasan. 

Tantangan terbesar memang membagi waktu untuk 2 balita dan 1 bayi. Belum lagi pekerjaan rumah yang menanti setiap hari. Akhirnya lebih banyak kegiatan-kegiatan spontan memakai mainan dan peralatan seadanya. Ternyata anak-anak tidak akan bosan kok. Walau setiap hari yang dimainkan adalah benda-benda yang sama, selalu akan ada cerita atau cara main yang berbeda. Memang yang penting adalah keberadaan kita. 

Hari ini saya mencoba mengajak anak-anak berkegiatan bersama-sama. Ya, termasuk bayi 2,5 bulan yang mulai aware akan kondisi sekitar. Satu kegiatan yang disesuaikan dengan perkembangan masing-masing anak. 

Peralatan: Gambar – gambar binatang, benda angkasa, transportasi atau apa saja yang disukai anak (atau yang ingin diperkenalkan) dengan bayangannya. 

Kebetulan saya sempat membeli buku yang berisi gambar dan bayangan sehingga saya hanya mengguntingnya dan menempelnya pada stik es. 

Kegiatan:

Pisahkan gambar dengan bayangannya dan ajak anak mencarinya bersama-sama. Kegiatan dapat diimprovisasi dengan cerita-cerita yang sesuai. Kalau saya tadi bercerita bahwa binatang-binatang sedih kehilangan bayangannya. Lalu ajak mereka untuk bercerita kepada adiknya. Kalau kegiatan kami tadi Mikha bercerita kepada Ben sedangkan Deo bernyanyi menggunakan stik gambar dan bayangan tersebut. 

Manfaat:

1. Untuk bayi: Menstimulasi penglihatan

Bayi seusia Ben penglihatannya belum sempurna. Yang pernah saya baca, mainan atau gambar dengan warna yang kontras dapat menstimulasi penglihatannya. Karena keterbatasan waktu maka saya hanya menggunakan gambar yang ada. Bila memiliki waktu lebih maka bapak/ibu dapat mempersiapkan gambar-gambar yang warnanya lebih kontras (hitam-putih-merah). 

2. Untuk Balita: Menambah kosakata, mengenal warna dan bentuk, mencocokkan, bermain peran dan bercerita. 

– Kosakata Deo memang bertambah banyak sejak usianya menginjak 2 tahun. Namun memang ada kata-kata yang pelafalannya kurang jelas, sehingga kegiatan ini dapat menstimulasi pelafalannya kata-katanya.

 – kegiatan ini juga melatih anak-anak untuk menyelesaikan masalah karena sempat ada momen mereka berebutan stik dan juga berebut untuk bercerita kepada Ben. 

Permainan Menembak

Beberapa waktu yang lalu kami bermain memancing bebek dan kodok di arena permainan. Anak-anak dapat kesempatan memilih mainan yang didapatkannya. Hmmm… Karena pilihan mainan untuk laki-laki hanya pistol mainan, akhirnya anak-anak pun memilihnya.

Sesungguhnya saya tidak begitu suka dengan yang namanya mainan pistol-pistolan. Namun dipikir-pikir pasti ada saatnya anak-anak mengenal jenis mainan tersebut. Meski kami sebagai orang tua tidak memberikan jenis mainan tersebut tetapi ada saja momen mengenal mainan tersebut saat bermain dengan teman-temannya. Daripada mereka mengenalnya dengan cara yang tidak sesuai lebih baik diperkenalkan secara bertahap.

Sebelum melepas mereka secara independen bermain dengan pistol-pistolan tersebut, sayapun memperkenalkan mainan tersebut sebagai alat yang digunakan di cabang olahraga menembak. Saya mengingatkan bahwa mereka boleh menembak ke arah lantai atau tembok. Sehingga di saat kakak D mulai membidik abang M, dengan sigap abang mengingatkan ‘gak boleh tembak orang ya. Tembak ke lantai’.

Saya lalu membuatkan target tembak untuk berlatih seperti gambar berikut:

image
Anak-anak sambil menembak dapat mempelajari kosakata, bentuk, warna dan angka.
image
Abang berusaha menembak angka 1 πŸ™‚
image
Sebagai latihan motorik buat kakak, karena ia masih kesulitan memegang pistol mainannya dengan benar πŸ˜€

Truk Semen, Truk Sampah, Truk Penggali dan Truk Lainnya!

Hari ini kami melakukan aktivitas hasil dari observasi yang saya lakukan di permainan sebelumnya (klik untuk melihat tulisan). Saya mengajak anak-anak untuk bermain dengan berbagai jenis truk. Ternyata banyak juga yang kami miliki ya. Hehehe…

image
Peralatan main yang telah disiapkan sebelumnya.
image
Selain truk ada kardus dan juga balok kayu.

Setelah mandi dan sarapan, langsung mereka meluncur ke area main.

image
Masing-masing langsung sibuk sendiri.
image
Bermain bersama.
image
Membangun dan menghancurkan dengan traktor.
image
Buku-buku digunakan untuk memperkenalkan nama-nama truk.

Saya memang sengaja menyediakan mainan yang cukup banyak untuk melihat minat anak-anak lebih ke arah mana (untuk kegiatan selanjutnya dan juga agar dapat ditinggal masak).

Hasil Observasi
Dari sesi permainan ini saya mendapatkan:
– Abang sangat tertarik dengan jenis-jenis truk terutama ‘excavator’. Ia mulai tertarik dengan warna dan bentuk (sering menyebutkan selama bermain) dan ia membangun bangunan dari balok untuk dihancurkan kembali.

– Meskipun sepanjang aktivitas adek lebih banyak mengikuti permainan abang, namun terlihat bahwa ia tertarik meluncurkan truk di seluncuran mobil dan ketertarikannya masih pada roda-roda truk tersebut.

Yang dapat dipelajari di aktivitas ini:
collaborative play (bermain bersama) dan bermain independen
– kreativitas, membuat bangunan
– menyelesaikan masalah (ketika berebutan), mengenal emosi
– mengenal jenis kendaraan, bentuk, warna, berhitung, kosakata, membaca
– mengelompokkan jenis kendaraan, bentuk/warna balok
– mencocokkan benda dengan gambar
– stimulasi motorik halus, koordinasi tangan.

Demikian hasil bermain hari ini. Banyak sebenarnya yang saya pelajari dari mengamati anak-anak bermain, namun saya akan menggunakan hasil observasi yang tertera di atas untuk fokus aktivitas anak-anak selanjutnya.

Kami Kembali!

Hore… Akhirnya bisa posting perdana di tahun 2015. Agak sedikit telat karena memang baru kembali ke rumah setelah liburan yang sangatttttttt panjaaaaaaaang. Hehe…

Jadi setelah sekitar 3 bulan rumah dan mainan ditinggal, kami kembali dengan ruang dan mainan yang penuh debu. Arghhh… Hal yang pertama saya lakukan adalah membersihkan mainan dan menata kembali ruang main agar anak-anak dapat bermain secara independen saat saya melakukan pekerjaan lain. Setelah 3 kali pel akhirnya lumayan bersih juga *lap keringat*

image

Hari pertama kembali ke rutinitas, anak-anak senang melihat mainan-mainannya (ada mainan baru juga). Yang saya lakukan? Mengamati permainan mereka agar dapat membuat aktivitas main mereka πŸ™‚

image
Adek masih mengamati & eksplorasi balok, abang mulai membuat bangunan
image
Membuat bangunan dengan balok.
image
Menghancurkan dan mengamati bangunan.
image
Adek berpindah dan bermain mobil-mobilan.

Hasil pengamatan di sesi permainan kali ini:
– Abang sudah tertarik membuat sesuatu menggunakan balok kayu. Ia juga tertarik dengan kendaraan ‘excavator’ yang ia gunakan untuk menghancurkan bangunan yang telah ia buat. Ia juga mulai tertarik dengan mainan hewan laut.

– Adek belum tertarik dengan balok kayu. Ia hanya mengamati, melempar-lempar, dan kemudian berpindah bermain dengan mobil-mobilan. Ia lebih tertarik meluncurkan mobil-mobilannya.

Oke, kira-kira aktivitas apa ya yang bisa dilakukan dari hasil pengamatan di atas. Hmmm… Tunggu postingan berikutnya ya πŸ˜‰

Bermain Lempar Bola

Hari ini saya berkesempatan untuk mendokumentasikan permainan anak-anak di rumah. Selama di Jakarta anak-anak sering bermain di arena permainan yang mendapatkan tiket/mainan ketika kita berhasil mendapat poin tertentu. Nah permainan kali ini mengambil konsep yang menyerupai wahana di arena permainan tersebut.

Kegiatan: Bermain Bola
Perlengkapan: lihat gambar
Fokus: membedakan besar dan kecil

image

Ketika anak berhasil memasukkan bola maka ia akan mendapatkan hadiah sesuai dengan angka/warna/tulisan yang ada. Saya membedakan warna, angka dan memberi tulisan sehingga anak lebih mudah membedakan dan mencocokkannya.

image
Seru bermain...
image
Bola besar masuk, boleh pilih mainan besar.
image
Gantian giliran adek πŸ˜€

Permainan sederhana, mudah dipersiapkan dan tentunya berdasarkan minat anak πŸ™‚

Yang dapat dipelajari:
– bahasa: kosakata, bercerita
– motorik kasar
– pengelompokkan, warna, ukuran, berhitung.

Hewat Laut Apakah Itu?

Memiliki anak laki-laki yang kegemarannya masih seputar mobil-mobilan itu terkadang membuat kami mengalami kesulitan untuk memperkenalkan hal-hal baru. Namun tentu tidak menyurutkan semangat kami untuk terus memperkenalkan hal-hal dan pengalaman baru kepada mereka ya.

Beberapa waktu yang lalu saya dan Mikha sempat pergi melihat hewan laut di Ancol. Ia begitu terkesan dengan yang namanya octopus alias gurita. Padahal gurita di sana hanya patung dan gambar saja. Saya juga sempat mengajak ia menggambar tentang pengalamannya ke Ancol dan yang ia gambar selain lumba-lumba adalah gurita.

Pada kegiatan kali ini saya ingin melanjutkan kegiatan perkenalan hewan laut. Kebetulan saya menemukan mainan-mainan hewan laut yang terbuat dari plastik dan cukup aman untuk adek Deo juga.

image

Kegiatan 1: Pengenalan hewan laut Usia: 17 bulan dan 35 bulan
Perlengkapan: mainan hewan laut
Fokus: eksplorasi mainan hewan laut dan perkenalan nama.

image
Langsung seru eksplorasi hewan-hewan laut.

Saya lebih banyak mengamati dan membiarkan anak-anak bermain. Dan… Dari arah mainnya terlihat memang minat Mikha memang ke gurita.

image

Akhirnya saya membuatkan alas bermain seadanya (dengan bantuan Mikha) untuk kegiatan selanjutnya.

image
Alas bermain instan πŸ˜€

Kegiatan: Memperkenalkan hewan laut
Usia: 35 bulan
Perlengkapan: alas main, mobil/pesawat mainan (sesuai minat anak), hewan laut
Fokus: eksplorasi hewan laut, perbedaan air dan darat.

image
Selain gurita ada ikan laut juga πŸ™‚

Ah, setelah lama tidak membuat mainan sendiri. Puas rasanya ya ketika anak memainkan dengan senang. Sayangnya adik Deo sedang tidur, kalau tidak biaa heboh πŸ˜€

Yang dapat dipelajari antara lain:
– bahasa: kosakata, bercerita
– warna, berhitung, pengelompokkan, bentuk
– imajinasi, inisiatif
problem solving

Bermain “Minion Golf”

Ada saatnya dimana anak-anak membutuhkan sesuatu yang baru (baca: bosan dengan maianannya). Nah di saat-saat itulah biasanya kami berkreasi membuat mainan kami sendiri. Setelah sebelumnya kami membuat permainan seluncuran mobil, hiu dan dinosaurus, kali ini kami membuat permainan melatih koordinasi dengan salah satu tokoh animasi yang sedang terkenal. Karena Mikha memiliki bonekanya di rumah maka ia pun senang ketika saya menggambarkan Minion (saya berusaha lebih tepatnya).

Inilah permainan baru kami untuk melatih koordinasi tangan “Minion Golf” yang terbuat dari kardus dan kotak bekas, serta gulungan bekas kertas sampul untuk pemukulnya.

image
Kira-kira mirip Minion tidak ya ini? πŸ˜€
image
Seru berusaha memukul bola agar masuk ke 'mulut' Minion.

Yang dipelajari :
– Motorik, koordinasi
– warna
– berhitung
– kosakata

Bermain Dengan “Tenda” Kain

Akhir-akhir ini Mikha sedang gemar bermain atau sekedar tidur-tiduran di bawah selimut. Pengen sebenarnya membelikan tenda-tendaan untuk anak-anak bermain namun karena rumah kami yang ukurannya mini, bingung juga mau menyimpannya dimana. Akhirnya kami memanfaatkan kain-kain bekas alas untuk membuat tenda-tendaan πŸ™‚

image
Tenda dari kain.
image
Ada yang lagi serius bermain di dalam.
image
Mengintip adek yang ada di luar "tenda"
image
Nyaman sekali di dalam ya nak.

Tidak perlu membeli tenda mainan ternyata ya. Cukup dengan kain dan bahan seadanya anak pun sudah senang sekali πŸ™‚