Hari Ini Aku Merasa… (Bagian 2)

Masih lanjutan dari kegiatan “Hari Ini Aku Merasa…”, buku lain yang saya gunakan untuk kegiatan tersebut adalah buku yang berjudul “Sometimes I feel… SUNNY”.Β Buku ini saya beli di Big Bad Wolf Book Sale 2 tahun yang lalu.

Buku cerita bergambar karangan Gillian Shields dan Georgie Brikett ini menceritakan tentang macam-macam perasaan yang dapat dialami sehari-hari.

Kalimatnya sangat sederhana dan gambarnya menarik. Kata-kata yang menggambarkan perasaan pada buku ini lebih banyak dan variatif dibandingkan dengan buku sebelumnya.

Yang saya suka dari buku ini adalah terdapat satu halaman yang menggambarkan perasaan anak yang sedang tidak merasakan apa-apa.

Kalau sama bocah laki-laki ini kata-kata yang disampaikan memang tidak bisa yang panjang-panjang. Jadi terkadang saya menggambarkan kembali perasaan yang sudah mereka ceritakan di kertas dan bersama-sama mencari solusi.

Ada kalanya memang sedang tidak ingin menceritakan apa yang dialami dan dirasakan and it’s ok πŸ™‚ Yang penting kegiatan ini menjadi media pembelajaran mereka (dan ibunya) agar lebih memahami perasaan dan karakter masing-masing.

Advertisements

Ikuti Polanya

Setelah mengunggah foto dan tulisan tentang aktivitas “Beri Makan Binatangnya” ada yang bertanya tentang apakah aktivitas tersebut cocok untuk usia yang lebih besar. Memang sebenarnya aktivitas yang saya buat itu dibikin untuk abon yang berusia hampir 2 tahun dan akan kurang menantang untuk anak-anak yang usianya lebih besar atau yang sudah cukup fasih (terlatih) motorik halusnya. Atas dasar pertanyaan tersebut maka sayapun mengembangkan jenis permainannya.

Masih menggunakan sedotan dan juga kotak bekas, aktivitas ini dapat dimainkan oleh anak-anak saya yang berusia hampir 2 tahun, hampir 5 tahun dan juga 6 tahun. Jadi rentang usianya lebih luas.

Bahan dan alat yang dipakai.
Buat kotak 8 x 8 (atau sesuai keinginan) pada boks. Masing-masing kotak dilubangi seperti gambar. Panjang sedotan disesuaikan agar muncul sedikit keluar.

Untuk abon saya hanya menyediakan sedotan dan kotak pola. Jadi dia hanya memasukkan sedotan secara acak.

Memasukkan sedotan satu-satu.

Untuk ateng dan juga asul, selain kotak pola dan sedotan, saya juga menyediakan kertas pola yang dapat mereka ikuti.

Keranjang aktivitas berisi kotak pola, kertas pola, sedotan & spidol.
Mengerjakan bersama-sama.

Kali ini saya hanya menyediakan 1 untuk digunakan bersama-sama dengan harapan mereka akan bekerjasama menyelesaikan “tugas” mereka. Benar saja, asul dan ateng saling membantu membuat pola yang mereka lihat di kertas. Selain bekerjasama, pada kesempatan ini mereka juga saling menyelesaikan masalah dan perselisihan karena saling rebutan memasukkan sedotannya.

Yeay, jadi!
Tersedia kertas pola yang belum ada gambarnya.
Menggambar sendiri pola yang diinginkan.
Hasil kerjasama asul (menggambar) dan ateng (mengerjakan).

Yang dapat dipelajari pada aktivitas ini antara lain:

  • berlatih motorik halus,
  • koordinasi jari tangan dan mata,
  • bahasa dan kosakata,
  • berhitung,
  • bekerjasama,
  • menyelesaikan masalahΒ (problem solving).

Apa lagi ya yang dapat dipelajari pada aktivitas ini?

Beri Makan Binatangnya

Beberapa waktu lalu papakun membelikan anak-anak permainan “Lucky Stab Game” untuk asul dan ateng. Permainan tersebut mengharuskan anak memasukan “pedang” tetapi jangan sampai bajak lautnya lompat (lihat gambar).

Tidak disangka, ternyata abon juga suka ikutan main. Tetapi nasib anak bontot suka tidak diajak sama abang-abangnya bermain permainan tersebut.

Bermula dari minatnya terhadap permainan tersebut, maka saya membuatkan aktivitas yang serupa dari sedotan dan kotak bekas. Sebenarnya saya pernah membuat aktivitas ini 4 tahun yang lalu. Aktivitas tersebut dapat dibaca di sini.

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Bahan dan alat yang dipakai.

Kali ini di rumah banyak tersedia kotak bekas, jadi dapat dimanfaatkan.

Taraaaa… Abaikan gambar yang seadanya :p

Tema yang saya pilih adalah binatang. Binatang digambar di kertas berwarna. Yang dipilih 2 warna saja karena kebetulan sedotan yang tersedia hanya warna biru dan kuning. Tidak memilih banyak warna agar abon bisa lebih fokus. Sedotan saya potong kira-kira saja.

Ayo kasih makan binatangnya ya.
Sadar bahwa gambar pada kotak terbalik. Abon langsung membaliknya.
Ketika sadar gambar terbalik.
Menyediakan berbagai gambar binatang lain yang dapat dilepas dan dipasang.
Ada beberapa gambar binatang lain yang dapat dilepas pasang.
Memilih sendiri gambar apa yang diinginkan
Memilih sendiri gambar yang diinginkan.
Tekun mengerjakan.
Tekun mengerjakannya.
Hore, bisa :)
Horeeee selesai!
Dengan adanya warna-warna, maka diharapkan abon lama-lama akan memasukan sedotan sesuai dengan warna.

Yang dapat dipelajari dari aktivitas ini:

  • Bahasa dan kosakata baru
  • Koordinasi tangan dan mata
  • Memantapkan motorik halus
  • Warna
  • Membaca
  • Mencocokkan dan mengelompokan

Kira-kira apa lagi yang dapat dipelajari pada aktivitas ini ya?

Review Buku: Follow Me – Animal Adventure

Buku ini saya beli saat abon berusia 2 minggu di Big Bad Wolf Sale. Masih awet sampai sekarang dan masih menjadi kesukaan anak-anak. Ya, bahkan asul masih suka buku ini πŸ˜€

Judul buku: Follow Me – Animal Adventure

Tipe Buku: Board Book

Bahasa: Inggris

Publisher: Silver Dolphin Books

Halaman: 10 halaman Ikuti petualangan seekor pinguin melewati taman, peternakan, dan savannah sambil bertemu dengan berbagai binatang lain dalam Animal Adventure. Dalam setiap tempat terdapat kalimat berima untuk membantu anak mengikuti jejak dengan jari. Buku ini membantu anak mempelajari berbagai kosakata baru dan juga koordinasi mata dengan tangan sebagai dasar untuk menulis. Buku ini terdapat beberapa seri dan setiap serinya tidak kalah menarik.

Postingan Perdana di Tahun 2017.

Halo semua, membutuhkan waktu hampir satu tahun untuk mengembalikan keinginan dan mood mengisi di blog ini. Sungguh semalam membuka dan membaca tulisan-tulisan saya sebelumnya membawa kesedihan mendalam. Dimanakah semangat dan kecintaan saya terhadap dunia anak-anak? Apa kabar anak-anak selama setahun ini? Konsistensi menjalankan keseharian ternyata dilanda kemalasan berkelanjutan. Waktu yang akhirnya dijadikan alasan. 
Bersyukur diberikan kesempatan bertemu dengan orang-orang yang secara tidak langsung membangkitkan kembali semangat dan passion yang selama ini ada di dalam diri. Semangat yang juga senantiasa diberikan oleh suami dan anak-anak membuat saya hari ini melawan rasa malas. Mari kembali konsisten. Demi anak-anak. Terlebih untuk diri sendiri. 

Hari ini rencananya ingin bermain dengan abang M saat adik-adiknya tidur. 


Namun ternyata ia terlalu bersemangat sehingga adik-adiknya diajak ikutan main.


Permainan sederhana dengan persiapan minim tetapi memiliki makna dan kesempatan belajar yang banyak sekali. Yang paling memuaskan dari hari ini adalah akhirnya dapat kesempatan berbicara hati ke hati dengan abang M saat adik-adiknya sudah sedang bermain sendiri dan ia masih tekun dengan permainan yang saya buat πŸ™‚

Mana Bayangannya?Β 

Mengasuh 2 balita dan 1 bayi saat suami bekerja dan tanpa asisten rupanya memakan banyak waktu, emosi dan kesabaran. Ketika masih hamil dengan 2 balita masih banyak waktu untuk pekerjaan rumah dan mempersiapkan kegiatan untuk anak-anak dan mendokumentasikannya. Sekarang? Syukur-syukur bisa mandi dengan tenang sekali sehari. Tanpa disadari blog ini pun jadi terbengkalai. Kadang ide-ide muncul saat anak-anak sudah tidur. Namun akhirnya memilih untuk tidur atau bermalas-malasan. 

Tantangan terbesar memang membagi waktu untuk 2 balita dan 1 bayi. Belum lagi pekerjaan rumah yang menanti setiap hari. Akhirnya lebih banyak kegiatan-kegiatan spontan memakai mainan dan peralatan seadanya. Ternyata anak-anak tidak akan bosan kok. Walau setiap hari yang dimainkan adalah benda-benda yang sama, selalu akan ada cerita atau cara main yang berbeda. Memang yang penting adalah keberadaan kita. 

Hari ini saya mencoba mengajak anak-anak berkegiatan bersama-sama. Ya, termasuk bayi 2,5 bulan yang mulai aware akan kondisi sekitar. Satu kegiatan yang disesuaikan dengan perkembangan masing-masing anak. 

Peralatan: Gambar – gambar binatang, benda angkasa, transportasi atau apa saja yang disukai anak (atau yang ingin diperkenalkan) dengan bayangannya. 

Kebetulan saya sempat membeli buku yang berisi gambar dan bayangan sehingga saya hanya mengguntingnya dan menempelnya pada stik es. 

Kegiatan:

Pisahkan gambar dengan bayangannya dan ajak anak mencarinya bersama-sama. Kegiatan dapat diimprovisasi dengan cerita-cerita yang sesuai. Kalau saya tadi bercerita bahwa binatang-binatang sedih kehilangan bayangannya. Lalu ajak mereka untuk bercerita kepada adiknya. Kalau kegiatan kami tadi Mikha bercerita kepada Ben sedangkan Deo bernyanyi menggunakan stik gambar dan bayangan tersebut. 

Manfaat:

1. Untuk bayi: Menstimulasi penglihatan

Bayi seusia Ben penglihatannya belum sempurna. Yang pernah saya baca, mainan atau gambar dengan warna yang kontras dapat menstimulasi penglihatannya. Karena keterbatasan waktu maka saya hanya menggunakan gambar yang ada. Bila memiliki waktu lebih maka bapak/ibu dapat mempersiapkan gambar-gambar yang warnanya lebih kontras (hitam-putih-merah). 

2. Untuk Balita: Menambah kosakata, mengenal warna dan bentuk, mencocokkan, bermain peran dan bercerita. 

– Kosakata Deo memang bertambah banyak sejak usianya menginjak 2 tahun. Namun memang ada kata-kata yang pelafalannya kurang jelas, sehingga kegiatan ini dapat menstimulasi pelafalannya kata-katanya.

 – kegiatan ini juga melatih anak-anak untuk menyelesaikan masalah karena sempat ada momen mereka berebutan stik dan juga berebut untuk bercerita kepada Ben. 

Permainan Menembak

Beberapa waktu yang lalu kami bermain memancing bebek dan kodok di arena permainan. Anak-anak dapat kesempatan memilih mainan yang didapatkannya. Hmmm… Karena pilihan mainan untuk laki-laki hanya pistol mainan, akhirnya anak-anak pun memilihnya.

Sesungguhnya saya tidak begitu suka dengan yang namanya mainan pistol-pistolan. Namun dipikir-pikir pasti ada saatnya anak-anak mengenal jenis mainan tersebut. Meski kami sebagai orang tua tidak memberikan jenis mainan tersebut tetapi ada saja momen mengenal mainan tersebut saat bermain dengan teman-temannya. Daripada mereka mengenalnya dengan cara yang tidak sesuai lebih baik diperkenalkan secara bertahap.

Sebelum melepas mereka secara independen bermain dengan pistol-pistolan tersebut, sayapun memperkenalkan mainan tersebut sebagai alat yang digunakan di cabang olahraga menembak. Saya mengingatkan bahwa mereka boleh menembak ke arah lantai atau tembok. Sehingga di saat kakak D mulai membidik abang M, dengan sigap abang mengingatkan ‘gak boleh tembak orang ya. Tembak ke lantai’.

Saya lalu membuatkan target tembak untuk berlatih seperti gambar berikut:

image
Anak-anak sambil menembak dapat mempelajari kosakata, bentuk, warna dan angka.
image
Abang berusaha menembak angka 1 πŸ™‚
image
Sebagai latihan motorik buat kakak, karena ia masih kesulitan memegang pistol mainannya dengan benar πŸ˜€

Bermain Dengan Balok Bongkar Pasang

Duo bocah sedang gemar sekali bermain dengan mainan bongkar pasang. Sampai akhirnya saya membelikan satu set lagi agar mereka dapat berkreasi lebih banyak. Terbukti bahwa minat mereka lagi seputar bangun membangun.

image
Masing-masing membuat karya mereka. 'mobil dan boat' katanya
image
'truk binatang' oleh abang M

Hari ini saya mengajak kakak D untuk sedikit belajar mengenai warna menggunakan balok-balok tersebut.

Bahan:
– balok bongkar pasang berbagai ukuran. Cukup 2 warna saja (saya memilih merah dan biru)
– gambar untuk mencocokan balok tersebut.

image

Kegiatan:
Perkenalkan bahan-bahan pada anak, lalu lihat apa yang ia lakukan dengan bahan tersebut. Setelah bereksplorasi dengan bahan, ajak anak untuk mencocokan. Sambil mencocokan bisa mengenalkan warna dan juga sama-sama mencari perbedaan antara bentuknya.

image

image

Yang dapat dipelajari:
– Bahasa
– Warna
– Bentuk dan ukuran
– Berhitung

Kegiatan MikaDo: Dinosaurus & Buku

Tidak terasa sudah di penghujung bulan Februari. Akhir-akhir ini jarang update tulisan dalam blog ini ya. Alasannya adalah… *drumroll* Sedang hamil anak ke-3. Hehehe… MikaDo akan memiliki adik πŸ˜€ jarang nulis di blog bukan karena morning sickness atau mual-mual. Tetapi lebih menambah waktu untuk MikaDo. Akhirnya sayapun menjadi jarang foto-foto kegiatan anak-anak dan kegiatan mereka lebih banyak dilakukan secara spontan. Ternyata kami sama-sama menikmati kegiatan-kegiatan yang spontan dan tidak terencana.

Kali ini mau berbagi beberapa foto dari kegiatan kami πŸ™‚

image
Topi dinosaurus

Abang sedang tertarik dengan dinosaurus sehingga kami sempat membuat topi dan juga rumah-rumahan dinosaurus dari kotak-kotak bekas. Kesempatan bagi anak-anak untuk melatih motorik halus (menggunting dan menempel).

image

image
Dikarenakan keterbatasan bahan jadi buat adek kami bikinkan topi beruang.

Kegiatan lain yang sedang kami tekuni tiap hari adalah membaca buku. Sebenarnya biasanya juga sudah ya. Namun bedanya kali ini saya hanya menyediakan 3 pilihan buku di kamar (diganti setiap hari).

image

Buku-buku yang dipilihkan biasanya terdiri dari:
1. Buku gambar
2. Buku cerita dengan kata-kata sederhana (biasa 1-2 kalimat per halaman)
3. Buku cerita yang lebih panjang (biasanya ada pesan/pelajaran yang diperoleh dari buku tersebut).

Setelah 2 minggu diterapkan, hasilnya buku-buku yang hampir tidak pernah tersentuh atau dianggap tidak menarik mulai digemari anak-anak. Abang malah sering terlihat mojok membaca cerita sendiri.

image

Itulah beberapa kegiatan kami yang tertangkap oleh kamera. Semoga mengobati kangen para pembaca MikaDoProject ya *pede tingkat tinggi*. Sampai berjumpa di tulisan selanjutnya πŸ™‚

Bermain Waterbeads (part 2)

Jika kemarin saya bermain waterbeads dengan adek, hari ini mendapatkan kesempatan untuk bermain dengan abang πŸ™‚

image
Merasakan waterbeads
image
Memindahkan waterbeads dengan truk.
image
Seru berimajinasi
image
Mencoba mengambil waterbeads dengan capitan.

Hasil observasi:
– abang sangat tertarik dengan waterbeads sehingga rentang waktu bermainnya cukup panjang. Saya sempat meninggalkannya bermain sendiri. Ia dapat menemukan permainan lain sendiri menggunakan capitan dan waterbeads.

Yang dapat dipelajari:
– motorik halus, koordinasi tangan
– berhitung, jumlah, warna
– imajinasi

Note: Butuh pengawasan dalam permainan ini