Busy Bag: Button or Zip It

Masih berlanjut dengan melatih motorik halus dan mengisi kantong-kantong untuk “Busy Bag”, kali ini kami memanfaatkan kancing, karet celana dan resleting.

image
Karet celana dipotong sesuai keinginan dan kancingnya dijait di salah satu ujungnya. Di ujung yang lain dibuatkan lubang sebesar kancing yang digunakan (seperti di gambar). Resleting ditempel pada karton bekas
image
Mmembuka-tutup resleting.
image
Yang ini malah dibuat gelang. Hehe...

Setelah selesai dimainkan, dirapikan ke dalam kantong (bag).

image

Untuk adek Deo… Ia mengeksplorasi kancing dan resleting juga πŸ™‚

image

Advertisements

Busy Bag: Caterpillar Game

Terinspirasi dari salah satu blog yang saya ikuti, saya membuat ulat untuk dimainkan Mikha. Sebenarnya saya ingin Mikha melatih motorik halusnya dengan menggunakan jepitan kayu dan kebetulan ia sedang gemar menyebutkan huruf jadilah membuat ulat dengan huruf-huruf di badannya πŸ˜€

image
Ulat dengan huruf yang dibentuk dari kawat berbulu
image
Huruf-huruf yang sama pada badan 'caterpillar'
image
Sekalian memperkenalkan huruf yang ada di namanya.
image
Koordinasi jari & tangan untuk menjepit

Karena fokusnya melatih motorik jadi terserah anaknya mau menjepit di bagian ulat manapun πŸ˜€

Badan ulat tersebut direkatkan dengan velcro sehingga dapat disimpan di dalam tas (bag) dengan rapi.

image

Jadi permainan ini dapat dimainkan lagi di lain waktu (untuk kegiatan independen)  dan juga dapat dibawa ketika travelling.

image

Tidak ketinggalan adek Deo juga bereksplorasi dengan jepitan kayu πŸ™‚

image

Art Box

Di tulisan sebelumnya saya sempat mengatakan bila kami berusaha memperkenalkan aktivitas yang tidak terlalu dilirik Mikha. Ya, memang Mikha sampai saat ini belum terlalu tertarik pada alat-alat tulis. Padahal selalu kami sediakan di area bermain anak-anak. Tanpa memaksa mengharuskan Mikha menggunakan alat tulis, maka saya sediakan kotak yang berisi beberapa alat tulis dan alat prakarya. Kami sebut kotak tersebut sebagai “Art Box”.

image
Gunting, spidol, lem, kertas, pom pom, kancing dan playdough.
image
Semua dimasukkan ke dalam kotak.

Dengan memberikan kegiatan “Art Box” ini maka anak diberikan kebebasan untuk memilih apa yang ia ingin lakukan.

image
Seru membuka dan mengeluarkan isinya.
image
Kegiatan pertama yang dipilih adalah menggunting.
image
Sempat menempel pompom dan menggambar tetapi kembali lagi ke gunting.
image
Katanya "cake adek Deo"

Tanpa arahan apapun saya hanya membiarkan Mikha memilih dan bermain sendiri. Saya hanya mengawasi pada saat ia menggunakan gunting saja πŸ™‚

Yang dapat dipelajari/distimulasi :
– Inisiatif
– Kreativitas
– motorik halus, koordinasi tangan dan mata
– bahasa

Permainan “Sticky Tape”

Setelah seminggu lebih blog ini ditinggalkan akhirnya kami kembali dapat melakukan kegiatan di rumah. Sungguh perjalanan yang cukup melelahkan kemarin. Syukurlah anak-anak kembali dengan kondisi sehat (sebelum berangkat sempat pilek).

Hari pertama kembali, kami melakukan kegiatan yang sederhana saja dan tidak memerlukan persiapan yang terlalu banyak (biasanya juga begitu bukan? :p).

image
Plaster yang ditempelkan terbalik pada papan
image
Pompom, pasta dan cotton bud untuk ditempelkan.

Sensasi lengket pada plaster selalu membuat anak-anak penasaran dan ingin bereksplorasi lebih.

image
Adek ikutan eksplorasi
image
Adek mencoba menempelkan pompom

Mikha seru menempel dan mencabut barang-barang dari plaster, sedangkan adek lebih banyak mengacak-acak bahan yang ada. Hehe… Saya juga sempat mengajak Mikha untuk menempelkan material yang ada berdasarkan jenisnya.

image
Menempel berdasarkan jenis

Yang dapat dipelajari
– Bahasa: kosakata, bercerita
– Stimulasi panca indera
– Berhitung, mengelompokkan, warna, bentuk.

Kelerengnya Meluncur

Memulai hari dengan permainan yang sederhana untuk membangun mood anak dan membuat rencana bermain. Itu yang biasa kami lakukan sehari-hari. Walau lebih seringnya kami sekedar berbincang-bincang saja di tempat tidur sebelum memulai hari. Saya pernah menulis tentang kegiatan “Plan, Do, Review” di tulisan berjudul “Meningkatkan Minat & Kemampuan Anak Bercerita” dan kegiatan berikut adalah salah satu permainan untuk kegiatan “Plan” atau membuat rencana.

Bahan
– kelereng
– gulungan/roll bekas tissue atau plastik.
– wadah menampung kelereng

image
Siapkan agar kelereng yang meluncur jatuh pas di wadah.

Kegiatan
Ajak anak untuk meluncurkan kelereng dan setiap ia meluncurkan kelerengnya, kita dapat menanyakan rencana apa yang akan dilakukan pada hari itu. Jadi setiap kelereng melambangkan satu kegiatan.

image
Masukkan dari atas.
image
Kelerengnya meluncur
image
Masuk ke wadah πŸ™‚

Selain untuk kegiatan “planning”, permainan ini juga dapat dijadikan momen untuk belajar berhitung.

Yang dapat dipelajari:
– Bahasa: kosakata, bercerita, membuat rencana
– Berhitung
– Stimulasi motorik halus (fine motor)

Pom Pom Warna-Warni

Beberapa waktu yang lalu saya sempat membeli pom pom untuk aktivitas bermain anak-anak, namun lupa menaruhnya dimana. Setelah dicari-cari ternyata tertinggal di Balikpapan.

Sebenarnya banyak aktivitas yang dapat dilakukan menggunakan pom pom ini (dapat dilihat di Pinterest), tetapi kami hari ini hanya bereksplorasi saja karena ini pertama kalinya anak-anak bermain dengan pom pom.

Bahan

image
Pom pom berbagai warna dan botol.

Kegiatan
Perkenalkan peralatan yang digunakan dan biarkan anak bereksplorasi.

image
Mikha memasukkan pom pom ke botol.
image
Awalnya ia memasukkan berdasarkan warna.
image
Setelah itu ia hanya berusaha memenuhi botol.
image
Lalu mengisi dan mengosongkan botol
image
Deo juga bermain pom pom
image
Merasakan tekstur pom pom

Yang dapat dipelajari
– Bahasa: kosakata, bercerita
– warna, berhitung, pasangan, volume
– stimulasi motorik halus (fine motor skills)
– sensory play