Pangeran Kecil Yang Membanggakan

#DearSon,

Belum genap engkau 1 tahun adikmu hadir dalam perut mama. Galau, iya. Bukan karena tidak siap untuk kehadiran adikmu tapi lebih karena mama (dan papa) menghawatirkan perkembangan mu. Saat itu kamu berusia 10 bulan tepatnya dan kamu masih full ASI. Yang mama khawatirkan saat itu adalah melepaskan momen menyusui kamu nak. Ditambah kekhawatiran akan rasa cemburu abang terhadap adik nanti.

Kegalauan muncul terutama pada saat pemeriksaan pertama ke dokter kandungan dan dokter mengatakan abang harus disapih karena kalau tidak akan berpengaruh kepada perkembangan calon adik nanti. Namun mama tidak menyerah begitu saja. Mama mencari informasi sebanyak-banyaknya, dari internet, buku dan teman-teman komunitas ASI tentang menyusui pada saat hamil. Informasi dan pengalaman dari ibu-ibu lainnya yang mengalami hal yang sama menguatkan mama untuk terus menyusui kamu nak. Dukungan yang paling utama adalah dari papa yang selalu menguatkan mama untuk lanjut menyusui kamu.

Setiap hari kami selalu bersyukur atas anugerah yang telah Tuhan berikan kepada mama dan papa, yaitu kamu dan calon adikmu. Dari saat mama hamil, mama selalu memberi tahu abang bahwa akan punya adik. Pelan-pelan mama belajar untuk melepaskanmu. Bukan untuk berpisah, namun untuk membuat abang lebih mandiri dan lebih banyak waktu dengan papa. Hal ini mama lakukan agar abang tidak merasa kehilangan atau tidak disayang pada saat adik lahir. Mama selalu melibatkan abang pada saat memilihkan barang-barang untuk calon adik. Meskipun mungkin abang belum mengerti, setiap hari mama mengajak abang untuk berkomunikasi dengan calon adik di perut mama.

image

Mendengarkan adik di perut mama.

Yang paling berat adalah pada saat kami berlibur ke Jakarta. Banyak sekali mulut-mulut tajam yang mempertanyakan soal abang yang masih nyusu. Mama harus memasang telinga yang tebal dan membentengi hati. Tetapi atas kehendak Tuhan, semua itu dapat kami lewati dengan lancar nak. Mama bertemu dengan dokter kandungan (yang melahirkan abang) yang ternyata sangat pro dengan ASI. Beliau membesarkan hati dan menguatkan mama bahwa abang boleh lanjut menyusu bahkan sampai 2 tahun nanti.

image

Sama papa sewaktu liburan

image

Naik kereta bersama mama.

Kami merayakan ulang tahun abang yang pertama di Jakarta. Waktu itu mama papa tidak memberikan hadiah barang. Mama papa mengajakmu berliburan ber-3 (ber-4 sama yang di perut) ke Taman Safari dan Taman Bunga. Betapa senangnya abang melihat binatang-binatang dan juga naik kereta. Momen yang spesial bagi mama, papa dan juga abang.

Perjalanan kehamilan adik sambil menjaga abang tanpa bantuan asisten dan juga jauh dari keluarga terbilang cukup mulus. Hampir tidak pernah mendengar abang merengek. Perkembangan calon adik di perut juga baik-baik. Singkatnya abang dan adikmu tidak menyusahkan mama. Setiap orang yang mama temui selalu bilang “wah, jaraknya deket nanti bisa cemburu”, “biasanya mau nempel terus” dan lain sebagainya. Kamu mematahkan semua itu nak. Bahkan sebelum adik lahir abang terlihat sedang menggendong boneka koala dan memberinya minum.

image

Sayang koala, sayang adik.

19 Juni 2013. Seminggu sebelum melahirkan adikmu papa, mama berkonsultasi dengan dokter untuk menetapkan tanggal lahiran dan kami memilih tanggal 20. Ya, adik dilahirkan secara caesar karena belum genap 2 tahun operasi caesar abang. Jantung rasanya berdebar-debar. Bukan karena akan menjalankan operasi tetapi karena akan meninggalkan abang untuk pertama kalinya dalam hidupmu nak. Pertama kalinya juga abang tidur tanpa nyusu.

image

Abang bermain di rumah sakit sebelum mama melahirkan

Saat itu mama papa berangkat duluan ke rumah sakit. Malamnya abang berkunjung ke rumah sakit dan abang seperti ngambek. Abang tidak mau digendong sama mama. Tetapi mama tetap ikhlas dan menerima kalau abang marah dan memilih untuk tidak terlalu memikirkannya karena takut abang rewel di rumah. Keesokan harinya adik lahir jam 8:35 pagi dan abang baru datang berkunjung kembali malamnya. Abang cuek dan hanya berlari-larian di sekitar kamar.

Hari-hari pertama adik pulang ke rumah abang sempat rewel pada saat malam hari. Mungkin abang kangen ingin dikelonin mama sebelum tidur tetapi saat itu mama masih menyusui adik. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama. Bahkan saat kami kembali ke rumah kami di Sangatta (saat adik berusia 2 minggu) abang sama sekali tidak merasa cemburu mama mengurus adik. Abang malah banyak membantu mama merawat adik.

image

Foto pertama abang bersama adik Deo

Sekarang di usia abang yang hampir 2 tahun, abang cukup mandiri dan dapat menjadi kakak yang baik. Abang sudah tidak mau nyusu. Ketika mama menawarkan abang hanya tertawa, geleng-geleng kepala dan bilang “adek”. Betapa bangganya kami pada dirimu nak Hari-hari rewel jelas ada. Tetapi mama sangat bersyukur bahwa abang selalu dapat diandalkan di saat-saat yang mama tidak duga sama sekali. Semoga abang selalu menjadi pangeran kecil mama sampai kapanpun ya.

Mama sayang abang Mikha!

image

image

image

image

Tulisan #DearSon merupakan persembahan Kelompok Emak2 Blogger kepada anak laki-lakinya. Termasuk saya yang dengan senang hati mendapatkan tongkat estafet setelah Emak Novi Termasuk suatu kehormatan mendapatkan kesempatan untuk menulis #DearSon ini.

Tagged ,

4 thoughts on “Pangeran Kecil Yang Membanggakan

  1. Heni Puspita says:

    Berkaca-kaca baca tulisanmu Mak T.T ^.^ Foto-fotonya so sweet :* Jadi ngebayangin kalau Rayyaan punya adek #pengen he he. Sehat terus ya Abang & Adek…

  2. Aku nangiisss..bukan karena sedih, tp karena bangga banget sama Mikha..
    Good boy..
    Hug & kiss for you kid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: