Belajar Tanggung Jawab

Anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Rasa ingin tahu itu nantinya dapat menjadi dasar motivasi anak untuk belajar sehingga alangkah baiknya sebagai orang tua kita tidak mematikan rasa ingin tahu tersebut. Termasuk ketika anak bereksplorasi dan memindahkan isi lemari ke lantai. Bagi orang dewasa yang terlihat mungkin barang berantakan, namun anak hanya memenuhi rasa ingin tahunya. Terkadang kita langsung saja melarang dan membereskannya padahal momen tersebut dapat menjadi media pembelajaran bagi anak. Kita dapat menuntun anak untuk belajar merapikan kembali barang. Kalau dirapikan maka anak malah akan berpikiran ‘oh kalau aku berantakin mama yang rapiin kok’. Jadi kemungkinan besar akan berulang terus seperti itu.

Seperti yang terjadi kemarin. Mikha sedang gemar-gemarnya buka tutup lemari pendingin. Kami sempat memasang child safety lock, namun hanya bertahan beberapa hari saja sebelum ia menemukan cara membukanya. Saat rak telur terisi penuh, Mikha terlihat sangat penasaran untuk mengambilnya (padahal masih sulit dijangkau). Saya sudah beberapa kali mengingatkan “itu bukan mainan ya nak” sempat juga memberi Mikha kesempatan untuk melihat & memegang telur namun sepertinya tidak mengurangi rasa keinginannya untuk bereksplorasi dengan benda tersebut.

Jadilah sewaktu saya sedang memasak, Mikha membuka lemari pendingin dan tiba-tiba saja terdengar suara telur pecah. Padahal sebelumnya lagi bermain di ruang depan.

image

Mengamati, merasakan dan membersihkan

Akhirnya saya harus meninggalkan kegiatan memasak dan mendampingi Mikha dan telurnya (sampai lupa matikan kompor jadi makanan gosong sedikit). Mikha pun terlihat seru bereksplorasi dengan pecahan telur di lantai (sambil saya mendeskripsikan). Tidak lupa saya jelaskan akibat menjatuhkan telur dan mengingatkan bahwa makanan dan barang yang berada di lemari pendingin bukan untuk dimainkan. Mikha awalnya sedikit geli dengan tekstur telur. Setelah selesai berkesplorasi saya lalu meminta Mikha untuk membersihkannya. Memang masih perlu bantuan dan akhirnya saya harus membersihkan ulang, namun usahanya untuk membersihkan patut diapresiasi. Terdengar sepele ya, tetapi dengan hal-hal kecil seperti ini maka anak dapat belajar tanggung jawab🙂

Tagged , ,

4 thoughts on “Belajar Tanggung Jawab

  1. Catri Sihombing says:

    Hahhahaha..Mikha pinter
    klo Joan tissue bekas lap nya pas di lap lg kemana”…
    Makin banyak kerjaan mamanya..jd suka males klo suruh dia yg bersihkan -_-“

  2. nisamama says:

    hihihi. sama kayak Nisa, anakku usia 2 tahun. kalau emaknya masak, nisa paling suka meng-eksplor kulkas. apa aja lah dikeluarin. sayur, wortel, apa aja diambil trus dikasihin ke saya, padahal dua tangan saya lagi sibuk cuci piring, huaaa… yang ada emaknya cerewet bilang “taruh lagi di tempatnya sayaaang!” “masukin lagi ya Nisaaa!”. Kadang suka mecahin telur juga. kalo ini sebelum emaknya nyodorin lap, tangan nisa udah lengket abis pegang2 telur trus dilap ke bajunya. hadeeeeh. repot tapi kalo udah gede bisa jadi cerita ya Mak.😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: