Anak Tidak Membutuhkan Mainan Mahal

Anak tidak membutuhkan mainan mahal, ia hanya membutuhkan kasih sayang & waktu.

Sebagai orang tua pasti kita menginginkan yang terbaik bagi anak-anak kita. Salah satunya termasuk pada saat memilih atau membelikan mainan. Saya sering banget tergoda dengan mainan-mainan di etalase mall yang terlihat begitu menarik dengan kemasannya. Namun pada saat melihat harganya yang WOW langsung mengurungkan niat membeli. Memang sih biasanya mainan-mainan mahal itu lebih tahan lama dan bisa dilungsurkan kepada adik atau saudara lain, tetapi apa daya kantong mengatakan lain😀

Anak tidak membutuhkan mainan mahal, ia hanya membutuhkan kasih sayang & waktu. Mungkin kalimat tersebut sering kita baca atau dengar. Kalau dipikir-pikir benar juga karena anak kecil seusia anak saya belum mengenal mahal atau murah, bagus atau jelek. Yang ia ketahui adalah main. Jadi boleh terbilang saya jarang sekali membelikan mainan, kebanyakan dibelikan opa oma atau om tantenya. Bukan karena saya pelit lho tapi karena ini….

image

Setelah saya menyusui adiknya di kamar, saya menemukan bocah yang satu ini sedang bermain di kotak bekas stroller.

image

Yang ini lagi memainkan tutup gelas.

image

Yang ini sesi memanjat. Gambar kanan itu bocah duduk di kursi plastik dengan menaiki sofa lalu pindah ke kursi plastik.

image

Memanfaatkan kaleng untuk buka kunci & pintu gudang.

Seharian ini Mikha sama sekali tidak menyentuh kotak mainannya melainkan mengeksplorasi semua sudut rumah. Ternyata benar kalimat tadi bahwa anak tidak membutuhkan mainan mahal karena ia dapat memanfaatkan apa yang ada di rumah dan banyak hal yang ia pelajari dengan bereksplorasi. Apa saja yang telah dipelajari hari ini?

Gambar 1 : Main kardus
Permainan ini antara lain melatih motorik kasar anak (bergerak merangkak) sekaligus dapat dikenalkan konsep ruang. Permainan ini juga dapat melatih imajinasi anak. Bagi orang dewasa kita hanya menganggap kardus biasa tapi bagi anak kardus tersebut dapat menjadi rumah, mobil, kapal, apapun yang ada dalam pikiran mereka.

Gambar 2: Main tutup gelas
Permainan ini dapat menjadi dasar mempelajari musik. Dengan mengetuk dua tutup gelas tersebut anak dapat menghasilkan irama ketukan. Dapat juga sambil bernyanyi.

Gambar 3: Memanjat
Sebaiknya untuk kegiatan yang satu ini sediakan peralatan yang memang untuk dipanjat ya. Jadi PR tersendiri untuk memberitahu anak kapan dan apa yang boleh dinaiki😀 Tapi jadinya anak dapat melatih motorik kasar dan juga belajar menyelesaikan masalah (problem solving).

Gambar 4: Buka pintu
Permainan ini selain melatih keseimbangan juga motorik halus (memutar kunci dengan tangan) serta menyelesaikan masalah (problem solving).

Banyak kan yang bisa dipelajari dengan memanfaatkan apa yang ada di rumah. Mungkin yang saya paparkan diatas hanya sebagian kecil saja. Jadi jangan mematikan keinginan anak untuk main dan bereksplorasi di rumah dengan melarang, karena hal-hal tersebut merupakan cara mereka untuk belajar. Siap-siap rumah berantakan, tapi hal tersebut dapat dijadikan momen untuk belajar merapikan barang/mainan. Tuh kan, semua dapat menjadi media pembelajaran. Yang perlu diperhatikan adalah menjauhi barang-barang berbahaya dan mengingatkan apa yang bisa atau tidak dimainkan dengan menjelaskan alasannya. Anak itu mengerti kok🙂 Meskipun tidak perlu banyak mainan, saya masih tergoda untuk beli walau akhirnya tidak dimainkan.

image

Kotak mainan tidak tersentuh hari ini.

image

Abang bereksplorasi, adek tetap molor... Zzz...

Tagged , , ,

5 thoughts on “Anak Tidak Membutuhkan Mainan Mahal

  1. Rizka says:

    betul mak
    mainan itu harganya tidak sebanding dg kasih sayang
    moga anaknya sehat slalu & bisa membanggakan mak

  2. upiw says:

    Waaaah…masukan banget nih… tapi kadang suka stres kalo jenna udah explore barang2 pribadi gw.. hahahaha.. barusan juga sebel karena dia acak acak sampul buku. Sampe lecek itu plastik di maen maen in sama dia.. huweee..

  3. […] memenuhi kepuasan hati saja? Saya juga pernah menulis bahwa anak tidak membutuhkan mainan mahal di sini. Sehingga seringkali kami memanfaatkan barang-barang bekas untuk di daur ulang agar dapat berfungsi […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: